19 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I can write rapidly for a while, then there come stages where I’m stuck, and I might spend an hour on a page. But that’s rather rare, because when I find I’m being bogged down, I will skip a difficult part and go on, you see, and come back to it fresh another day” –Henry Miller.

.

Henry Miller adalah seorang penulis dan pelukis produktif asal Amerika. Karya-karya Miller yang mengungkap secara vulgar aspek seksualitas mengundang kontroversi, sehingga dilarang selama beberapa dekade di Amerika Serikat. Miller sering dijuluki sebagai seniman anarkhi kreatif, atas karya-karya yang cenderung memberontak terhadap berbagai kemapanan sosial dan budaya.

Pada tahun 1932, Henry Miller mengemukakan “11 komando” yang membuat dirinya bisa konsisten menulis pada jadwal kerja dan rutinitas harian selama bertahun-tahun. Sebelas “komando” Miller tersebut banyak memberi inspirasi kepada para penulis. Tentu saja tidak semua poin bisa ditiru dan dieksekusi. Pilih saja yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.

Menulis dengan Sikap Positif

Pikiran sangat menentukan kata-kata, kalimat, tindakan, sikap dan kepribadian manusia. Saat menulis, pastikan Anda memiliki pikiran yang positif. Bruce Lipton menyatakan, manusia terdiri dari 50 triliun sel.

“Sel adalah entitas yang hidup. Jadi Anda adalah komunitas, bukan satu orang. Tetapi pikiran Anda adalah penggerak dari 50 triliun sel tesebut,” ungkap Lipton, menggambarkan dahsyatnya pikiran manusia.

Terry Sejnowski, peneliti dari Salk Intitute menyatakan, otak manusia ternyata memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte. Ini sepuluh kali lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya.

Sayang sekali jika otak yang luar biasa besar kapasitasnya ini, hanya diisi dengan pikiran negatif. Maka positifkan pikiran Anda, sehingga muncul karya tulis positif yang membangun mentalitas positif pada diri Anda selaku penulis maupun pada para pembaca.

Ada beberapa poin dari “sebelas komando Miller”, yang mengisyaratkan pentingnya sikap positif dalam menulis. Beberapa penulis bersikap “terlalu serius” saat menulis, dampaknya justru membuat mereka menjadi tegang. Menulis menjadi peristiwa yang menegangkan, bukan menyenangkan.

Bagaimana caranya agar menulis menjadi aktivitas yang menyenangkan? Tiga poin dari “sebelas komando Miller” berikut ini, bisa memberikan gambaran kepada kita.

Pertama, jangan gugup, menulislah dengan tenang, gembira dan santai.

“Dont be nervous. Work calmly, joyously, recklessly on whatever is in hand” –Henry Miller.

Salah satu dari “sebelas komando Miller” adalah agar kita mengupayakan ketenangan dan kegembiraan dalam proses menulis. Ini adalah ‘komando’ yang sangat simpatik. Sangat penting untuk menjadi perhatian semua penulis.

Ciptakan suasana yang tenang, senang dan santai selama proses menulis. Jika menulis dengan suasana yang kondusif, akan mampu mendorong lahirnya produktivitas dan kreativitas. Ketegangan, kegugupan, perasaan beban, menjadikan proses menulis tidak menyenangkan dan berpotensi menghambat produktivitas serta kreativitas.

“Saya bisa menulis dengan cepat untuk sementara waktu, kemudian ada tahap di mana saya terjebak, dan saya mungkin menghabiskan satu jam di satu halaman. Tapi itu agak jarang, karena ketika saya menemukan saya sedang macet, saya akan melewatkan bagian yang sulit dan melanjutkan, dan kembali segar di lain hari”, ujar Miller.

Bikinlah menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apabila bertemu dengan bagian sulit, lewati saja. Tulis dari bagian yang mudah, sehingga Anda merasa lancar dan nyaman menuliskannya. Bagian-bagian sulit, Anda kerjakan saat semua yang mudah sudah selesai Anda tuliskan.

Kedua, jangan menjadi kuda-kuda, menulislah dengan senang hati saja.

Dont be a draught-horse! Work with pleasure only” –Henry Miller.

Salah satu dari “sebelas komando Miller” adalah agar kita tidak menciptakan ketegangan dalam proses menulis. Miller mengajak kita untuk menulis dengan senang hati. Bukan dengan bebean, bukan dengan tekanan, bukan dengan kecemasan.

Anda tidak perlu bersikap sedemikian tegang karena ingin menulis yang berkualitas. Anda juga tidak perlu memasang ‘kuda-kuda’ untuk menghadapi setiap pihak yang akan mempersoalkan isi serta kualitas tulisan Anda.

Ketahuilah, sebagus apapun isi tulisan Anda, sehebat apapun kualitas tata bahasa Anda, tetap akan Anda temukan pihak yang mengritik dan mencela. Selalu Anda dapatkan orang yang tidak suka dengan karya Anda. Tidak mungkin tulisan Anda bisa menyenangkan semua orang. Itu benar-benar mustahil.

Maka bersikap santai saja, menulislah dengan senang hati. Jangan terbebani oleh bayang-bayang ketakutan akan hadirnya kritik pedas dan celaan pembaca. Jangan khawatir bahwa tulisan Anda tidak ada yang memberikan notifikasi likes, comments dan shares. Biarkan saja tulisan Anda hadir menemukan segmennya.

Ketiga, ketika Anda tidak dapat mencipta, Anda dapat bekerja.

When you cant create you can work” –Henry Miller.

Salah satu dari “sebelas komando Miller” adalah agar kita fokus pada proses menulis. Bukan pada hasil akhir berupa karya tulis. Ini juga merupakan ‘komando’ yang sangat kuat mengajak para penulis untuk menikmati proses.

Sebagai penulis pemula, wajar jika Anda merasa belum memiliki karya yang bisa dibanggakan. Namanya juga sedang belajar, tentu belum memiliki banyak karya tulis. Miller mengingatkan, jangan pernah merasa rendah atau kecil hati atas kondisi itu. Sebab, “jika Anda tidak dapat mencipta, Anda dapat bekerja”.

Ini “perintah” yang menggelitik. Anda tidak perlu merasa rendah diri saat belum memiliki buku, atau puisi, atau cerpen, atau antologi. Tidak masalah, bahwa Anda belum bisa menciptakan karya. Namun –Anda bisa terus bekerja untuk menulis dan terus menulis. Anda bekerja untuk melahirkan habit menulis harian –dengan ini Anda telah bekerja.

Jika Anda terus bekerja –yaitu menulis rutin setiap hari, maka Anda akan bisa menciptakan karya. Semua hasil tulisan rutin Anda, bisa dipublikasikan melalui berbagai macam sarana. Maka bekerjalah, teruslah menulis, maka pasti Anda akan mampu menciptakan karya.

Bahan Bacaan

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

Maria Popova, Henry Miller’s 11 Commandments of Writing and His Daily Creative Routine, https://www.themarginalian.org, 22 Februari 2012

David W. Berner, Writing Lessons from Henry Miller, https://writingcooperative.com, 27 Maret 2019

1 thought on “Agar Selalu Produktif Menulis – 87

  1. Walau tidak dapat mencipta, tetap bekerja. Selalu berpikiran positif agar hasil tulisan menjadi positif juga. Gunakan selalu kapasitas otak yang di berika Allah swt, dengan begitu banyak sel. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *