19 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Every writer wishes they could be free to write without worrying about money; but the truth is, financial problems can be very motivating – but only if you’re writing commercial books” –Derek Murphy, 2021.

.

Charles Dickens adalah seorang novelis produktif asal Inggris. Ia dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin dan marginal. Ia mengangkat realitas ketimpangan masyarakat dalam novel, untuk menjadi kritik konstruktif bagi pemerintah Inggris.

Novel Oliver Twist , David Copperfield, dan A Christmas Carol adalah karya monumental Dickens yang disukai banyak masyarakat dunia, dan mengangkat namanya. Menulis novel bagi Dickens, adalah proses menyuarakan realitas kehidupan. Maka ia memilih gaya penulisan yang ia sebut sebagai ‘natural’.

Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Charles Dickens. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Dickens. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.

Dickens : Temukan Ide di Manapun Anda Berada

“You don’t have to create something absolutely new – all great works of literature are based on other stories. Seek ideas everywhere and you’ll never be out of inspiration” –Derek Murphy, 2021.

Terkadang kita berpikir untuk menulis sesuatu yang benar-benar baru, yang belum pernah ditulis oleh orang lain sama sekali. Keinginan seperti ini tentu sah saja, namun sebenarnya tidak realistis.

Pada dasarnya, tidak ada karya tulis yang benar-benar baru. Terlalu banyak tulisan di muka bumi ini –fiksi maupun nonfiksi, dan sudah sangat banyak ide yang disampaikan para penulis melalui karya mereka. Tentu saja ide tersebut bukan berbeda sama sekali antara satu dengan yang lainnya. Akan ada irisan atau bagian yang sama.

Belajar dari Dickens, Derek Murphy (2021) menyatakan, “Anda tidak perlu membuat sesuatu yang benar-benar baru. Semua karya sastra yang hebat pasti didasarkan pada cerita lain. Maka carilah ide di mana-mana dan Anda tidak akan pernah kehabisan inspirasi”.

Saat Anda menemukan ide untuk ditulis, Anda tidak perlu ragu untuk mulai menuliskannya. Anda tidak perlu memastikan bahwa apa yang akan Anda tulis belum pernah ditulis orang lain sama sekali. Sebab secara teknis akan sangat sulit Anda memastikan hal itu.

Apakah Anda harus membaca semua buku yang ada di seluruh perpustakaan serta toko-toko buku di dunia ini? Apakah Anda punya waktu dan kesempatan untuk melakukan itu? Rasanya mustahil. Maka Anda tidak perlu melakukan tindakan konyol ini –bahwa Anda harus yakin tulisan Anda benar-benar belum pernah ditulis oleh orang lain.

Ide menulis bisa datang manapun juga. Tidak perlu Anda ragu untuk mengambilnya, dan menjadikannya sebagai tulisan. Sepanjang Anda benar-benar menuliskannya dari sudut pandang Anda sendiri, maka itu sudah disebut sebagai orisinil.

“Ia melakukan kilas balik ke masa kecilnya, dan kita mulai melihat luka mendalam dari kesalahan fatal karakter utama –yang dibungkus dengan sosok ayahnya, yang ditangkap karena hutang ketika dia masih kecil”, ungkap Murphy mengomentari ide tulisan Dickens.

Dickens : Motivasi Uang dalam Menulis, Boleh Saja

“Do the work with the time you have, instead of wishing your lifestyle was different and allowed you more time for writing” –Derek Murphy, 2021.

Di saat Dickens mulai terpuruk kehidupan ekonominya, ia mencoba bangkit kembali dengan membuat karya-karya baru. Tentu saja sah dan boleh bagi penulis untuk berharap mendapatkan kekayaan dari karya tulisnya.

Murphy menyatakan, “Setiap penulis berharap bisa bebas menulis tanpa mengkhawatirkan uang. Realitasnya, keuangan bisa sangat memotivasi – tetapi ini berlaku hanya apabila Anda menulis buku komersial”. Pelajaran ini didapatkan Murphy dari perjalanan hidup Dickens.

Bahkan, belajar dari Dickens, Murphy menyimpulkan, “buku yang ditulis untuk uang seringkali lebih baik daripada yang ditulis untuk kesenangan atau kepuasan pribadi”. Saya kira hal ini tidak berlaku secata mutlak atau umum bagi penulis lainnya.

Tidak dipungkiri bahwa ketika buku kita laris dan best seller, lalu kita mendapatkan banyak uang dari buku tersebut, akan menjadi salah satu motivasi menulis. Bahwa menulis bisa membuat seseorang menjadi kaya raya, atau menulis bisa membuat penulis tercukupi kebutuhan hidupnya –adalah sebuah motivasi.

Namun saya juga harus mengingatkan bahwa jangan menyempitkan motivasi menulis hanya demi untuk mendapatkan uang. Ini bisa merusak moral penulis. Saat penulis terjebak hanya pada mencari sebanyak mungkin keuntungan material, mereka akan mudah terbawa arus ‘menghalalkan segala cara’. Ideologinya adalah uang. Ini sudah menjadi materialis.

“Lakukan pekerjaan dengan waktu yang Anda miliki, daripada berharap gaya hidup Anda berbeda dan memberi Anda lebih banyak waktu untuk menulis”, ujar Murphy. Saya kira berpikir realistis seperti yang disarankan Murphy menjadi penting bagi penulis. Bermimpi hidupnya berubah –mencapai bebas finansial—sehingga bisa memiliki banyak waktu untuk menulis, mungkin menjadi impian yang indah. Namun sepertinya itu utopis.

Lebih baik mengoptimalkan waktu untuk menulis, sembari mengupayakan pemasaran yang baik agar buku kita laris. Ini lebih realistis. Motivasinya bukan sekedar uang, meskipun ada masa di mana Dickens benar-benar memerlukannya. Motivasi yang bermula dari keinginan untuk berkontribusi dalam perubahan, akan memiliki pengaruh yang lebih kuat dan tahan lama.

Bahan Bacaan

Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From The Works Of Charles Dickens, https://www.writerswrite.co.za, 7 Februari 2021

Derek Murphy, 30 Writing Tips from Charles Dickens That Will Help You Have a Merry Christmas, https://www.creativindie.com

1 thought on “Agar Selalu Produktif Menulis – 80

  1. Menulis untuk mendapatkan uang sah-sah saja, asal jangan di jadikan patokan utama, menulis kebaikan dan kemanfaatan saja dengan sendirinya uang akan mengikutinya. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan atas motivasi dan inspirasi paginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *