.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Every writer has at least one or two excuses to hush their conscience when they should be writing now, but aren’t. ‘I can’t find a pen,’ or ‘My environment isn’t vegan or zen enough!’ or ‘I only come up with good ideas when I have skim milk in the house” –Alex J. Coyne, 2021.
.
Charles Dickens adalah seorang novelis produktif asal Inggris. Ia dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin dan marginal. Ia mengangkat realitas ketimpangan masyarakat dalam novel, untuk menjadi kritik konstruktif bagi pemerintah Inggris.
Novel Oliver Twist , David Copperfield, dan A Christmas Carol adalah karya monumental Dickens yang disukai banyak masyarakat dunia, dan mengangkat namanya. Menulis novel bagi Dickens, adalah proses menyuarakan realitas kehidupan. Maka ia memilih gaya penulisan yang ia sebut sebagai ‘natural’.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Charles Dickens. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Dickens. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Dickens : Anda Harus Menulis Sekarang!
“Procrastination is the thief of time, collar him!” –Charles Dickens.
Apakah yang membuat seorang penulis tidak memiliki banyak karya tulis? Salah satunya adalah procrastination alias suka menunda pekerjaan. Ini adalah habit yang buruk bagi penulis. Charles Dickens sangat menghindari procrastination.
Jika Anda ingin menjadi penulis yang produktif, jangan suka menunda pekerjaan. Berhentilah menunda-nunda. Jika sudah tiba waktu yang Anda tetapkan untuk menulis, menulislah. Jangan menunda besok atau lusa.
Kebiasaan menunda-nunda, membuat Anda tak pernah menulis dan tak menghasilkan karya tulis selamanya. Pikiran yang melintas, “Nanti saja, besok saja, lusa saja, pekan depan saja, bulan depan saja, tahun depan saja”. Begitulah kalimat menunda-nunda itu selalu datang menggoda.
Alasan untuk menunda, pasti logis, karena Anda sendiri yang membuatnya. Misalnya, “sekarang capek, menulisnya besok saja”. Giliran besok, ada alasan lagi, “sekarang sudah malam, menulis besok saja”. Tiba waktu besok, “sekarang pusing, menulis ditunda lagi”. Begitu seterusnya, tak akan ada habisnya.
Semua tampak logis, ilmiah, akademis, dan manusiawi. Anda memaklumi semua alasan yang Anda buat, dan akhirnya Anda menunda menulis. Sekali Anda sudah menunda menulis, maka akan memudahkan bagi Anda untuk menunda lagi pada kesempatan yang lain. Begitu seterusnya, sampai Anda menjadi orang yang suka menunda-nunda tanpa berkarya.
Charles Dickens mengingatkan, “Penundaan adalah pencuri waktu, ikatlah dia”. Jangan biarkan procrastination membelenggu hidup Anda. Jangan biarkan hidup Anda tanpa rencana. Buatlah agenda, tetapkan waktu menulis, dan lakukanlah.
Mengenali Momentum Penundaan
“Though blank page syndrome can hit at any point in a creative process, it seems to come most commonly when you’re starting the writing process—staring at a blank document trying to formulate your first sentence” –Master Class, 2021.
Setiap penulis memiliki momentum penundaan yang berbeda-beda. Kenalilah kebiasaan Anda, kapan biasanya Anda melakukan penundaan? Dalam situasi seperti apa Anda melakukan penundaan? Semakin Anda mengenali penundaan, semakin mampu Anda mencari penyelesaian.
Julia Hess (2017) menyatakan, momentum menunda-nunda sering terjadi di antara pembuatan outline dengan proses menuliskan ide. Ia mengenali dengan baik, kapan peristiwa menunda-nunda itu biasa terjadi dalam dirinya. Setelah selesai membuat outline, ia sering terlena, dan menuda untuk segera menuliskan isinya. Dengan mengenali momentum menunda, Anda akan lebih bisa mengatasinya.
Pada beberapa penulis yang lainnya, bahkan penundaan terjadi sejak awal. Mereka yang bingung akan menulis apa, merasa tidak menemukan tema, merasa belum menemukan inspirasi, merasa belum memiliki mood untuk menulis. Saat berada dalam zona waktu menulis, mereka merasa kosong. Inilah yang disebut sebagai ‘sindrom halaman kosong’.
Yang dimaksud dengan ‘sindrom halaman kosong’ adalah kebuntuan kreatif yang dialami dalam proses menulis. Meskipun sindrom halaman kosong dapat terjadi pada titik mana pun dalam proses kreatif menulis, namun paling sering terjadi justru saat memulai proses penulisan. Seseorang menatap halaman laptop yang kosong, mencoba merumuskan kalimat pertama, namun tidak segera menemukannya.
Paksakan Tetap Menulis
“Stop, and don’t let your mind play tricks on you. Make or find time to write , even if it feels like it happens at a snail’s pace. Writing right now is always better than not writing right now. Now go write something!” –Alex J. Coyne, 2021.
Bagaimana cara efektif untuk menghindari procrastination? Di antara hal penting adalah dengan memaksakan diri tetap menulis. Meskipun merasa tidak menemukan kata atau kalimat yang tepat, tetaplah menulis. Jika membiarkan terjadi penundaan, akan membentuk habit suka menunda. Ini menjadi habit negatif dalam berbagai aspek kehidupan. Bukan hanya dalam menulis.
“One thing to keep in mind when you are searching to find the right words or perfect sentence is that there is no single element that will make or break your story” –Master Class, 2021.
Blog Master Class mengingatkan, “Satu hal yang perlu diingat ketika Anda mencari untuk menemukan kata-kata yang tepat atau kalimat yang sempurna adalah bahwa tidak ada elemen tunggal yang akan membuat atau menghancurkan cerita Anda”. Kadang penulis berorientasi kesempurnaan. Dampaknya, mereka merasa sah-sah saja untuk menunda menulis, karena tidak menemukan kata atau kalimat yang perfect.
“Berhentilah, dan jangan biarkan pikiran Anda mempermainkan Anda. Luangkan waktu atau temukan waktu untuk menulis, bahkan jika itu terasa seperti kecepatan siput”, ungkap Coyne (2021), mengambil pelajaran dari ketekunan Dickens.
Menulis sekarang –meskipun sedikit, selalu lebih baik daripada tidak menulis sama sekali. Maka menulislah, dan terimalah ketidaksempurnaan tulisan Anda. Jangan berharap bisa menemukan hasil karya tulis yang sempurna.
Bahan Bacaan
Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From The Works Of Charles Dickens, https://www.writerswrite.co.za, 7 Februari 2021
Derek Murphy, 30 Writing Tips from Charles Dickens That Will Help You Have a Merry Christmas, https://www.creativindie.com
Julia Hess, How Procrastination is Actually Part of Your Writing Process, www.craftyourconten.com, 20 April 2017
Master Class, 9 Writing Tips for Overcoming the Blank Page, https://www.masterclass.com, diakses 14 November 2021

Berhenti menunda- nunda yang seringkali menggoda asa dan rasa, untuk kembali meninggalkan tulisan yang sudah ada menjadi sebuah karya.
Syukran ustaz Cahyadi Takariawan