.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you tell me you find it difficult to work and be productive, the first thing I will ask you is where you work. How does your environment look like? Is it healthy? Do you find it difficult to concentrate, or are there children disturbing you with their shouts every moment?” –Bamidele, 2021.
.
Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa.
Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.
Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.
Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.
Tips # 5 – Perhatikan Lingkungan Menulis Anda
“The calmer your environment is, the easier it becomes to concentrate. The more focused you are, the faster you get things done, and the more likely you are to produce something of value” –Bamidele, 2021.
Bamidele menyatakan, jika Anda merasa sulit untuk produktif menulis, hal pertama yang akan ia tanyakan adalah di mana Anda menulis? Bagaimana lingkungan tempat Anda menulis? Apakah lingkungan Anda sehat dan nyaman?
Apakah Anda merasa sulit untuk berkonsentrasi, karena ada anak-anak yang mengganggu dengan teriakan dan keributan mereka setiap saat? Pada prinsipnya, menurut Bamidele, semakin tenang lingkungan tempat menulis, semakin mudah untuk berkonsentrasi.
Jika Anda menulis pada lingkungan yang tenang, Anda akan bisa semakin fokus bekerja. Dengan demikian, akan semakin cepat bagi Anda untuk menyelesaikan sebuah naskah, dan semakin besar pula peluang untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Terkadang, yang perlu Anda lakukan adalah “pindah kantor”. Ya, jika di tempat Anda menulis sekarang tidak kondusif untuk bisa produktif, Anda harus mencari tempat menulis lain yang kondusif. Tentu pindah kantor tidak selalu bermakna mencari ruang kantor yang berbayar, cukuplah mencari tempat menulis yang lebih nyaman bagi Anda.
“Sometimes, what you need to do is relocate. You might not have the money to change apartments yet but you can easily look for a friend who has a better environment and be working in his/her place till you get enough money to make the change you need” –Bamidele, 2021.
Mungkin Anda tidak perlu pindah kantor, namun hanya perlu mengelola kebisingan. Bamidele berusaha mengalihkan perhatian dari kebisingan sekitar dengan mendengarkan musik favorit. Ketika ada kebisingan yang tidak terkendali di lingkungan tempat menulis, yang ia lakukan adalah menggunakan headset untuk mendengarkan musik favorit dalam volume keras. Itu memang menciptakan kebisingan, namun menjadi kebisingan yang terorganisir.
Mengelola Gangguan Menulis
“For years, I used to imagine that I would “somehow“ become able to effortlessly focus for hours at a time. And, in fact, I can! But not when I’m at home” –Ali Luke, 2017.
Ketika tengah duduk untuk menulis, apakah Anda mudah terganggu? Ali Luke (2017), seorang ibu rumah tangga, novelis, bloger dan mentor menulis mengaku, dirinya termasuk mudah terganggu. “Saya menyadari bahwa ini bukan kelemahan dalam diri saya: ini lebih tentang sifat menulis”, ujar Luke.
Saat merasa suasana kurang nyaman, mulai muncul kesulitan menulis. Misalnya sulit untuk segera memulai menulis, dan setelah menulis, merasa kesulitan untuk membuat tulisan yang mengalir.
Luke mengaku, selama bertahun-tahun ia membayangkan bahwa “entah bagaimana” dirinya dapat dengan mudah fokus menulis selama berjam-jam pada suatu waktu. “Ternyata saya bisa! Tapi tidak ketika sedang di rumah”, ungkap Luke.
Kebanyakan penulis menjalankan aktivitas menulis di rumah. Ini adalah aktivitas yang menyenangkan, karena tentu harus pergi ke suatu tempat khusus untuk menulis. Di sisi lain, rumah bisa menjadi tempat yang sangat mengganggu. Luke menceritakan pengalaman pribadinya.
“Saya memiliki anak berusia empat tahun dan dua tahun”, ujar Luke. “Rumah kami sering terlihat seperti toko mainan, dengan isinya yang bertebaran dengan bebas di setiap ruangan. Kamar-kamar yang tidak dimasuki anak-anak, terutama kamar tidur utama dan ruang belajar, sering tidak menjadi prioritas untuk dirapikan”, lanjutnya.
“Selalu ada hal yang harus dilakukan di rumah juga. Binatu untuk dipakai; piring untuk dicuci; potongan kertas untuk diarsipkan. Sekarang kami memiliki satu anak di sekolah, kami menghasilkan lebih banyak dokumen daripada sebelumnya”, lanjut Luke.
“There are always things to be done at home, too. Laundry to put on; dishes to wash; bits of paper to file. Now that we have one child in school, we’re generating even larger quantities of paperwork than before” –Ali Luke, 2017.
Apakah mengherankan jika mengalami kesulitan untuk fokus menulis dalam situasi seperti itu? “Jika kehidupan rumah tangga Anda terlihat sangat mirip dengan saya, jangan menyalahkan diri sendiri jika harus selalu berjuang untuk fokus”, tambah Luke.
Meninggalkan Rutinitas
Ali Luke menyarankan, agar sesekali waktu Anda menjauhkan diri dari rutinitas. Ia menyarankan agar sesekali waktu Anda menulis di tempat yang berbeda. Jika selama ini selalu di rumah, milikilah sesi menulis –sesekali waktu, di tempat yang jauh dari rumah. Agar mendapatkan suasana yang berbeda.
Luke mengaku, tempat favorit dirinya untuk menulis –selain di rumah, adalah di perpustakaan daerah tempat dirinya tinggal. Perpustakaan ini dibuka untuk umum, gratis, nyaman ber-AC, dan penuh dengan buku.
Terkadang, ia juga menulis di salah satu kedai kopi di kotanya, Pride & Produce. Di kafe ini ia menulis sembari menikmati cappuchino yang enak. Sesekali waktu Luke juga menulis di hotel kecil di kotanya.
Luke membandingkan produktivitas menulis, saat di rumah dan di luar rumah. Ketika menulis di rumah, ia mampu menulis dua postingan untuk blog, sekitar 2.000 kata, ditambah 500 kata untuk novel yang ditulisnya. Ketika menulis di kamar hotel, ia mampu menulis lebih dari 7.000 antara jam dua siang hingga waktu tidur malam.
Luke mengaku biasa menjadwalkan menulis di hotel setiap dua hingga tiga bulan sekali. Ia menemukan kesempatan yang sangat bagus dan berharga untuk benar-benar membenamkan diri dalam penulisan.
“If your home life looks remotely similar, please don’t beat yourself up for struggling to focus! Instead, try to have occasional writing sessions away from home, or away from your usual writing environment –Ali Luke, 2017.
Tentu saja tidak semua penulis bisa melakukan tindakan seperti Ali Luke. Maka Luke menyarankan, “Jika Anda tidak bisa meninggalkan rumah, Anda masih bisa meningkatkan suasana ruang menulis Anda agar lebih kondusif”.
6 Langkah Meningkatkan Suasana Lingkungan Menulis
Luke menyarankan enam langkah untuk dilakukan guna meningkatkan suasana lingkungan menulis, di mana pun Anda melakukannya. Berikut enam langkah praktis tersebut.
Pertama, Matikan Koneksi Internet Selama Sesi Menulis
“I’m embarrassed to admit what a difference this makes to me! The internet is a world of distractions a single click away if you turn off your wifi, or physically unplug your Ethernet cable, you might be surprised just how much easier it is to focus” –Ali Luke, 2017.
Banyak di antara kita yang mudah terganggu jika dekat dengan koneksi internet. Awalnya sekedar ingin mencari lagu di youtube untuk diputar sambil menulis, ternyata keasyikan searching sehingga menghabiskan waktu.
Luke menyatakan, “Saya malu untuk mengakui betapa berbedanya hal ini bagi saya”. Internet bisa menjadi gangguan yang sangat ‘mematikan’ produktivitas menulis. Dengan sekali klik Anda bisa mematikan wifi, atau secara fisik mencabut kabel Ethernet, Anda akan bisa lebih mudah untuk fokus.
Kedua, Putar Musik Melalui Headphone
“This really helps me focus if I’m in a noisy environment: while I was planning this post, I was upstairs in our local library, next to a small coffee shop and the always-busy children’s area. My trusty headphones drowned out all the background noise!” –Ali Luke, 2017.
Sebagaimana pengalaman Bamidele, mendengarkan musik kesayangan dirasakan pulan oleh Ali Luke mampu membantu dirinya untuk fokus menulis, terutama ketika berada di lingkungan yang bising. Luke terkadang menulis di perpustakaan daerah, di sebelah kedai kopi dan area anak-anak yang selalu sibuk.
Headphone menjadi sarana ampuh untuk meredam semua kebisingan sekitar. Mengganti kebisingan yang tidak terorganisir, menjadi kebisingan yang terorganisir.
Ketiga, Rapikan Lingkungan
“Visual clutter can be very distracting, even if you don’t realise that it’s a drag on your attention and focus. Be careful not to let tidying become yet another tool for procrastination, though — just do a quick 5 minute tidy before you start your writing session” –Ali Luke, 2017.
Lingkungan yang berantakan bisa sangat mengganggu secara visual. Tanpa Anda sadari, suasana berantakan itu bisa mengganggu perhatian dan fokus dalam menulis. Misalnya Anda menulis di sebuah ruang yang sangat kacau dan berantakan, akan menimbulkan suasana tidak nyaman.
Rapikan ruang kerja Anda, sampai menghasilkan suasana yang kondusif dan nyaman. Namun Luke berpesan agar proses merapikan ruang tidak menjadi alasan untuk menunda-nunda proses menulis. Lakukan dalam waktu 5 menit, sebelum Anda memulai sesi menulis.
Keempat, Pilih Posisi yang Nyaman Secara Fisik
“Make sure your writing setup is as comfortable as possible. That might mean adjusting your monitor height (pop a few books underneath) or using a laptop stand so that your screen is at eye level “ –Ali Luke, 2017.
Pastikan pengaturan teknis agar Anda bisa menulis dalam posisi senyaman mungkin. Hal ini bisa Anda lakukan misalnya dengan menyesuaikan ketinggian monitor, kesesuaian antara tempat duduk dengan meja kerja –jika Anda menulis sambil duduk, atau menyesuaikan ketinggian meja –jika Anda menulis sambil berdiri.
Pilih kursi atau tempat duduk yang mencegah Anda untuk berposisi membungkuk, apalagi yang menyebabkan mengantuk dan tertidur. Pilih kursi yang cocok untuk Anda produktif menghasilkan karya tulis.
Kelima, Singkirkan Hal-hal yang Mengalihkan Fokus Perhatian
“If you’ve got your phone on the desk next to the thriller you’re currently reading, itâ’s not much surprise if you end up getting distracted as soon as you hit a tricky bit of writing” –Ali Luke, 2017.
Jika Anda meletakkan smartphone di atas meja kerja, tidak mengherankan jika ponsel itu mengalihkan fokus perhatian. Anda mudah terganggu saat merasa menemukan kesulitan menulis, sehingga memutuskan untuk memegang smartphone. Semula berniat mencari bahan atau inspirasi, ternyata beralih ke mencari hiburan.
Hal-hal yang potensial menimbulkan gangguan, hendaknya Anda jauhkan dari meja kerja. Termasuk camilan kesukaan, tidak terasa Anda berfokus menghabiskan satu toples camilan dan tak ada tulisan bisa dihasilkan.
Keenam, Pertimbangkan untuk Menggunakan Aroma Ruang
“Some writers like to burn incense or scented candles as they write: it may not be your thing, but it’s worth trying scents can be very evocative and may help you switch into the writing mood” –Ali Luke, 2017.
Beberapa penulis suka membakar lilin beraroma saat mereka menulis. Tentu Anda tidak harus melakukan hal yang sama. Namun patut dicoba untuk menghadirkan aroma yang mampu memberikan sensasi menggugah motivasi. Saya suka aroma kopi di ruang kerja saya. Ini memberikan suasana bekerja yang nyaman.
Luke menceritakan pengalaman saat berada di kamar hotel untuk konsentrasi menulis. Ia merasa sangat terganggu dengan bau sangat menyengat dari alat-alat pembersih ruang. Ia menyadari betapa aroma yang salah bisa mengganggu konsentrasi menulis.
Tetaplah Produktif Menulis
“You may not be able to have the writing room of your dreams, but a few little tweaks can definitely make it easier to sit down and concentrate during your writing sessions” –Ali Luke, 2017.
Bisa jadi kita tidak dapat memiliki ruang menulis ideal sesuai harapan, namun beberapa penyesuaian kecil dapat membuat ruang kerja menjadi lebih kondusif. Ketika memiliki waktu luang, upayakan melakukan perubahan-perubahan sederhana pada ruang kerja Anda, yang lebih sesuai dan lebih menghadirkan aura produktivitas.
Sesekali waktu Anda bisa merencanakan untuk menulis di luar rumah. Pilih tempat yang nyaman dan kondusif bagi Anda. Tindakan ini menjadi cara untuk membuat suasana yang berbeda –agar tidak jenuh serta bosan berada di ruang kerja yang selalu sama.
Tetaplah produktif menulis, meski tidak bisa memiliki ruang kerja serta peralatan yang ideal. Tetaplah produktif menulis meskipun tidak bisa menyewa kamar hotel selama beberapa hari untuk konsentrasi menulis.
Di rumah pun cukup. Di teras depan rumah juga bisa. Di dapur pun oke saja. Asal ada hasrat dan tekad, Anda akan selalu produktif menulis setiap hari.
Bahan Bacaan
Ali Luke, Six Simple Ways to Improve Your Writing Environment (and Get More Done), https://www.aliventures.com, 9 Oktober 2017
Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021
