19 September 2026

Finish What You Started Creative Motivation Quote. Vector Outstanding Typography Poster Concept.

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“You’ve got to jump off the cliff all the time and build your wings on the way down” –Ray Bradbury.

.

Ray Douglas Bradbury (1920 –2012) adalah penulis Amerika yang terkenal karena cerita pendek dan novelnya yang sangat imajinatif. Ia mampu memadukan gaya fiksi, kritik sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas beberapa tips produktif menulis dari Bradbury. Kali ini saya tanbahkan lagi tips produktif menulis dan Ray Bradbury.

Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.

Ketika Ide Hadir di Sembarang Waktu

“The short story, if you really are intense and you have an exciting idea, writes itself in a few hours” –Ray Bradbury

Ide menulis datang secara acak, pada waktu yang tak bisa diduga. Ide bisa datang kapan saja, di saat kita berada di mana saja, dalam situasi apa saja. Sedang mencuci baju, sedang menyeterika, sedang memasak, sedang mengajar, sedang lari pagi, sedang sarapan, sedang mengendarai motor atau mobil, sedang belanja, sedang berenang, atau sedang apapun.

Inilah salah satu kondisi khas yang dimiliki dan dirasakan oleh semua penulis. Semakin intens kita menulis, semakin banyak ide untuk ditulis. Uniknya, ide tersebut datang dengan sendirinya di sembarang tempat dan waktu. Bukan pada waktu-waktu yang bisa dipastikan.

Pertanyaannya, apabila ide datang di sembarang waktu, apa yang harus kita lakukan? Saya memiliki dua jawaban atas pertanyaan ini, tergantung situasi seperti apa yang tengah kita hadapi.

Pertama, Tulis Segera Saat Itu Juga

Jika ide hadir pada saat Anda tidak sedang menulis sesuatu yang lain, dan secara teknis memungkinkan, maka segera tuliskan saat itu juga. Saya sering melakukan hal ini. Tiba-tiba ide muncul, dan saya sedang berada dalam suasana ‘free’, maka segera saya tulis saat itu juga.

Yang saya maksud suasana ‘free’ itu, saya sedang tidak ada agenda lain, dan memungkinkan untuk segera menulis. Dalam suasana free tersebut, ide yang datang langsung bisa dieksekusi saat itu juga. Tidak perlu disimpan, tidak perlu menunggu waktu.

Ini adalah salah satu tips dari Ray Bradbury. “Cerita pendek, jika Anda benar-benar intens dan tengah memiliki ide yang menarik, segera tulis dalam beberapa jam”, ujar Bradbury. Artinya, tidak perlu menunggu waktu lagi, saat ide datang Anda bisa langsung menuliskan menjadi cerita pendek atau artikel nonfiksi, atau bentuk tulisan lainnya.

“Saya mendorong mahasiswa saya dan teman-teman penulis untuk menulis cerita pendek dalam satu hari”, ujar Bradbury. “Ada alasan mengapa ide itu muncul di benak Anda pada jam itu. Maka ikuti ide itu, selidiki, lalu tuliskan. Dua atau tiga ribu kata dalam beberapa jam tidaklah sulit”, lanjutnya.

Ketika tengah menuliskan ide tersebut, berkonsentrasilah sampai semua ide selesai dituliskan, Jangan ada jeda. “Jangan biarkan orang mengganggu Anda. Batasi mereka, matikan telepon, bersembunyi, dan selesaikan tulisan”, ujar Bradbury.

Kedua, Simpan Ide Tersebut dalam Catatan

Jika ide hadir di saat Anda tengah berkonsentrasi melaksanakan tugas, atau sedang dalam proses menulis tema / hal lain, atau berada dalam suasana yang tidak memungkinkan untuk menulis –simpan dulu ide tersebut. Jangan langsung ditulis saat itu juga.

Caranya, tulis pokok-pokok ide yang datang dalam sebuah file, dan simpan di laptop atau gadget Anda. Buatlah satu file atau folder, berisi “Kumpulan Ide Menulis”. Anda bisa membuka kapan saja folder tersebut, saat telah memiliki waktu menulis, atau secara teknis sudah memungkinkan untuk mengeksekusi.

Misalnya, Anda tengah dalam perjalanan mengendarai motor atau mobil, dan tidak memungkinkan untuk menulis saat itu. Sangat berbahaya bahwa seseorang mengendarai motor sambil menulis di gadget –meskipun hal seperti itu bisa dilakukan. Sangat berbahaya jika Anda mengendarai mobil sambil menulis di gadget.

Contoh yang lain, seperti yang saya alami sendiri, saat tengah berbaring dalam perawatan di rumah sakit lantaran terkena virus corona, berbagai ide menulis saya tulis pokok-pokoknya di gadget. Selama perawatan di RS, saya hanya boleh berbaring dan tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas –termasuk menulis. Hanya boleh berbaring saja.

Demikian pula saat Anda tengah berkonsentrasi menulis satu cerpen, atau puisi, atau artikel –kemudian muncul ide untuk menulis hal lain, jangan ikuti ide yang muncul belakangan ini. Tuliskan saja dulu pokok-pokok ide yang datang belakangan, dan simpan di laptop atau gadget. Teruskan menulis projek yang sudah Anda kerjakan saat itu. Jangan beralih menulis ke projek yang lain.

Pada saat seperti itu, Anda bisa merekam dengan voice pokok-pokok ide yang ingin Anda tulis, dan menyimpan rekaman voice tersebut di gadget. Atau jika tengah mengendarai motor / mobil, Anda bisa berhenti sejenak, 3 menit saja, untuk menuliskan pokok-pokok ide dan menyimpan di gadget Anda.

Jika Anda membiasakan untuk mengeksekusi setiap ide yang datang, maka Anda tidak pernah memiliki karya tulis. Misalnya, sedang menulis cerpen, medadak muncul ide menulis artikel. Sedang menulis artikel dengan tema pandemi, mendadak muncul ide untuk menulis puisi Palestina. Sedang menulis puisi mendadak muncul ide menulis artikel tentang keluarga.

Jika semua ide yang datang langsung Anda eksekusi saat itu juga, maka tak ada karya tulis yang selesai Anda kerjakan. Semua tulisan Anda hanya seperempat jadi atau setengah jadi. Ini menjadi habit yang buruk bagi penulis. Jangan biasakan melakukan tindakan seperti ini.

Prinsipnya adalah, “selesaikan apa yang sudah Anda mulai”. Ini prinsip penting bagi penulis. Jika sudah mulai menulis satu tema, atau satu projek penulisan, selesaikan dulu projek itu. Baru menulis yang lainnya. Simpan berbagai ide yang datang secara tak terduga dalam sebuah file, agar tidak hilang begitu saja.

Bahan Bacaan

Cahyadi Takariawan, Selesaikan Apa yang Sudah Anda Mulai, www.menulis.nurdin.id, 30 Juni 2020

Emily Temple, Ray Bradbury’s Greatest Writing Advice, https://lithub.com, 22 Agustus 2018

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

Sue Weems, How to Bust Excuses and Focus on Your Writing Like Ray Bradbury, https://thewritepractice.com

.

Ilustrasi : https://www.123rf.com/

1 thought on “Agar Selalu Produktif Menulis – 32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *