.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“The difference between the almost right word and the right word is really a large matter –’tis the difference between the lightning bug and the lightning” –Mark Twain.
.
Mark Twain adalah seorang penulis produktif, novelis, dan pengajar. Di antara karya Mark Twain yang monumental adalah The Adventures of Huckleberry Finn, The Adventures of Tom Sawyer, dan The Prince and the Pauper.
Etos menulis yang hebat tampak dari ungkapannya, “Pada hari-hari yang panas, saya membuka ruang belajar, mengikat kertas-kertas dengan batako, dan menulis di tengah-tengah badai… Saya menulis di kain linen, sama dengan yang kami buat untuk kemeja.”
Mari belajar, bagaimana ia bisa produktif menulis, dengan kualitas tulisan yang bagus. Ambil bagian yang sesuai dengan masing-masing diri kita.
Gunakan Kosa Kata yang Tepat
“I grew up with a parent who would describe anything that was exceptional, impressive, or ground-breaking with one word: good. He didn’t read much, and didn’t always have the right words. Mark Twain’s advice is to always find the right word” –Alex J. Coyne, 2021.
Menurut Rifan Bilaldi (2021), memilih kata, seperti memilih calon istri, harus tepat dan sesuai. Kalau salah dalam memilih, akan berujung pada penyesalan. Demikian pula yang disarankan oleh Mark Twain.
Bagi Twain, pemilihan kosa amat adalah hal yang sangat mendasar. “Perbedaan antara kata yang hampir tepat dan kata yang tepat, benar-benar masalah besar. Inilah perbedaan antara serangga petir dan petir”, ujar Mark Twain.
Mengapa memilih kosa kata bukan merupakan hal sederhana? Karena kosa kata sudah kita serap sejak masih balita bersama orangtua kita. Bagaimana orangtua membiasakan anak-anaknya berbicara, akan memengaruhi kekayaan kosa kata kita.
Alex J. Coyne (2021) menceritakan, “Saya tumbuh bersama orang tua yang menggambarkan apa pun yang luar biasa, mengesankan, atau inovatif dengan satu kata: bagus. Dia tidak banyak membaca, dan tidak selalu memiliki kata-kata yang tepat”. Maka ia mengikuti saran Mark Twain untuk selalu menemukan kata yang tepat.
Bagaimana Memilih Kosa Kata yang Tepat?
Bagaimana cara memilih kosa kata secara tepat? Penuhi dulu syarat-syaratnya. Rifan Bilaldi (2021) menyebutkan beberapa syarat agar penulis bisa memilih kosa kata yang tepat. Di antara syarat pentingnya adalah mampu membedakan denotasi dan konotasi.
Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukkan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif. Dapat disimpulkan bahwa denotasi merupakan makna yang sebenarnya.
Sedangkan konotasi adalah bagian dari pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata, atau makna yang ditambahkan pada makna denotasi. Dapat disimpulkan bahwa konotasi bukan merupakan makna yang sebenarnya, bisa berupa kiasan, bahasa cakapan, arkais atau ragam bahasa lainnya.
Perhatikan contoh kalimat berikut.
(a) Bunga sakura bermekaran pada musim semi.
(b) Banyak rakyat kecil menderita karena terjerat pinjaman dengan bunga yang tinggi.
Keduanya sama-sama menggunakan kata bunga, tetapi memiliki makna yang sangat berbeda. Bunga pada kalimat (a) bermakna bunga sesungguhnya, sedangkan pada kalimat (b) bermakna imbalan jasa untuk peminjaman uang.
Syarat berikutnya adalah mampu membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya. Dalam bahasa Indonesia, terdapat kata-kata yang ejaannya mirip, maka kita harus berhati-hati menggunakannya. Perhatikan contoh berikut ini.
(a) intensif – insentif
(b) korporasi – koperasi
(c) korupsi – kolusi
(d) interferensi – inferensi
(e) preposisi – proposisi
(f) karton – kartun
Proses Berlatih Memilih Kosa Kata
Secara teknis, untuk bisa memilih dan menggunakan kosa kata secara tepat, yang kita perlukan adalah tiga hal. Pertama, rajin menengok Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk menambah kosa kata dan memahami makna kata. Tanpa pernah belajar KBBI, kosa kata kita pasti sangat terbatas.
Dari KBBI, kita juga bisa menemukan padanan kata maupun lawan kata. Terdapat menu thesaurus yang membuat Anda bisa mencari padanan kata maupun lawan kata. Hal ini agar Anda bisa menggunakan beragam kosa kata, untuk menyatakan hal yang sama.
Kedua, rajin membaca karya tulis dari para ‘senior’ yang telah pakar dalam bidang kepenulisan. Mereka sangat kaya akan kosa kata, dan mampu menggunakannya secara tepat. Dari karya tulis mereka, kita bisa belajar memahami makna kosa kata sekaligus cara penggunaannya dalam kalimat.
Ketiga, berlatih menggunakan kosa kata baru yang telah didapatkan. Jika telah mengetahui kosa kata baru, cobalah berlatoih menggunakan dalam kalimat. Buatlah tulisan, dan gunakan kosa kata baru, yang selama ini belum pernah atau sangat jarang Anda gunakan.
Dengan berlatih, Anda akan mampu menggunakan kosa kata secara lebih tepat. Demikianlah pelajaran penting dari Mark Twain, terkait pentingnya pemilihan kosa kata.
Bahan Bacaan
Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From Mark Twain, https://www.writerswrite.co.za, 30 November 2021.
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017.
Rifan Bilaldi, Inilah 6 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata (Diksi) dalam Kepenulisan, https://www.kompasiana.com, 24 Mei 2021.
