Oleh : Endang SP Usman
“Setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda dan pengalaman memperjuangkan kehidupannya pun tidak sama.” (Endang SP Usman)
Menurut Ir. Sukarno, perjuangan dari para pejuang penting dituliskan sebagai penghargaan dan apresiasi atas jerih payahnya untuk kemerdekaan bangsa. Ini akan menjadi sejarah yang dikenang sepanjang masa, seperti yang saya kutip dari Ditjen Strahan, 2021.
Pun seorang ibu, yang telah berjuang mempertahankan nyawanya saat melahirkan putra-putrinya. Ibu selalu terjaga di malam hari dan seringkali berpeluh keringat demi anak kesayangannya.
Bahkan setiap detik seorang ibu senantiasa mengetahui perkembangan buah hatinya. Mulai dari bayi yang hanya bisa menangis, lalu mengalami perubahan bisa tengkurap, mengatakan satu kata, “Mama” dan seterusnya. Semua menjadi kebahagiaan bagi seorang ibu.
Dia adalah hadiah terindah dari-Nya yang akan dijaga dan dirawat. Tidak ada kata lelah dan mengeluh untuk menjadikan ananda anak yang baik, yang ada hanya Lillah, semua karena Allah Swt..
Sebagaimana perintah Allah Swt.,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrîm/66:6]
Maka, menuliskannya menjadi hadiah atas perjuangannya sepenuh cinta dan kebahagiaan bercampur mengaduk rasa, secercah harapan dan berbalut doa.
Menurut Pak Cahyadi Takariawan di kelas menulis Emak Punya Karya dan Bu Ida Nurlaila di kelas Jejak Cinta Ananda, menuliskan perjuangan membersamai ananda menjadi hadiah untuk diri sendiri atas perjuangan selama ini.
Maka dengan menuliskannya membuat bonding antara ibu dan anak juga suami, kenapa begitu?
Buku Desiran Cinta Sahila, salah satu buku yang saya tulis sebagai hadiah untuk diri sendiri saat membersamai buah hati.
Di buku tersebut diceritakan bagaimana masa kecil ananda hingga kemudian menjadi gadis remaja. Dengan penuh cinta saya menuliskannya, hingga sang anak tertawa saat membaca buku yang ditulis oleh ibunya. Hal ini mengingatkan pada masa kecilnya.
Seperti kita ketahui masa kecil anak tidak akan kembali. Menuliskannya adalah cara tepat untuk mengabadikan setiap peristiwa itu.
Menulis sebagai Pengenalan Diri
Mengutip dari laman Sufimuda, 2021, pengenalan diri sendiri, Sufi Islam Jalaluddin Rumi menuliskannya dalam sebuah syair puisi, sebagai berikut :
Jangan puas dengan kisah-kisah,
Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.
Sibak mitos dirimu sendiri.
Kenali dirimu, alami sendiri, agar kaukenali Tuhanmu
Sudahkah kita mengenal diri kita? Dengan kemampuan yang Allah berikan, kita gunakan dengan baik di antaranya dengan menulis.
Terkait hal itu, kita akan mengenal Allah Swt. dengan baik lagi jika mampu mengenali ananda. Dengan mengenali ananda berarti makin mengenali kebesaran-Nya. Hingga menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya.
Maka menulis akan menjadi mudah semudah bernapas saat yang menjadi motivasi adalah hadiah atas perjuangan hidup.
Hadiah terbaik untuk diri dengan menulis sebuah buku, bahwa kita pernah terlahir di dunia dan berjuang untuk memberikan yang terbaik di hadapan Allah Swt..
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup ini. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang makna dari hidup ini, yang diketahui hanyalah realita yang nampak saja.
Makna hidup dalam Islam tak sekadar hanya berjuang untuk mempertahankan hidup, akan tetapi hidup yang berkualitas “memberi kemanfaatan dan pencerahan kepada sesama”.
Sebagaimana Firman Allah Swt. yang artinya :
“Dialah (Tuhan) yang menjadikan kematian dan kehidupan, untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa, lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk [67]: 2).
Semoga kita semua makin mengenal diri sendiri
Biodata penulis :

Endang SP Usman, penulis buku solo Azzam Penggenggam Quran dan Desiran Cita Sahila.Aktivitas selain menjadi ibu rumahtangga, menjadi koordinator Halaqoh Cinta Quran dan motivator.
