Oleh: Wydiesti (Alumni Kelas Emak Punya Karya)
Salah satu aktivitas sehari-hari seorang guru adalah menulis, tetapi seorang guru yang menghasilkan sebuah karya tulis amat sedikit.
Karya tulis yang bisa dihasilkan seorang guru adalah karya yang dapat mendukung pembelajaran, seperti puisi, cerpen pendidikan, buku non fiksi pembelajaran dan lain sebagainya. Dari hasil karya tulis tersebut, seorang guru bisa mendapat berbagai macam keuntungan yang dapat mendukung karirnya, baik materiil atau non materiil.
Keuntungan materiil adalah sesuatu yang berwujud benda, misal uang atau jabatan maupun pangkat. Sedangkan non materiil bisa berupa kepuasan batin atau kemafaatan untuk orang lain.
Keuntungan Menulis Secara Materiil bagi Guru
Keuntungan menulis secara materiil bagi seorang guru bisa langsung dirasakan maupun tidak langsung. Manfaat materiil yang langsung dirasakan oleh guru adalah bisa berupa uang. Hasil menulis buku karya bisa dijual sehingga mendatangkan uang. Uang tersebut kadang bisa melebihi jumlah gaji yang diterima setiap bulannya.
Keuntungan lain dari buku bisa digunakan untuk kenaikan pangkat. Salah satu syarat dalam kenaikan pangkat berupa pembuatan karya PTK atau karya buku yang mempunyai nilai yang tinggi.
Apabila seorang guru mempunyai kemampuan menulis maka dia tidak begitu berat dalam mengumpulkan syarat kenaikan pangkatnya. Kenaikan pangkat memengaruhi kenaikan gaji yang diterimanya.
Dengan demkian manfaat materiil didapatkan oleh guru tersebut. Guru mendapatkan manfaat materiil secara tidak langsung dari karya yang digunakan untuk kenaikan pangkatnya
Hasil tulisan tidak hanya buku tetapi juga hasil tulisan bisa dikirimkan ke media cetak atau elektronik sehingga guru tersebut mendapat uang apabila tulisannya dimuat dalam media tersebut. Hal ini merupakan manfaat materiil secara langsung yang diterima oleh guru tersebut. Semakin banyak guru mengirim naskah semakin banyak pula uang yang diterimanya.

Keuntungan Menulis Secara Non Materiil bagi Guru
Menulis juga mempunyai manfaat non materiil yang berupa kepuasan dan amal kebaikan. Manfaat ini juga bisa dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Kepuasan diri adalah manfaat yang bisa dirasakan secara langsung oleh guru yang menulis karena dia bisa berkarya.
Dia merasa senang karena telah berhasil mengemukakan pikirannya lewat tulisan dan dibaca banyak orang. Hal inilah yang membuat hatinya puas disamping memberikan kemanfaatan kepada orang lain.
Seorang guru menulis dalam rangka untuk memberi pengetahuan kepada siswa maka dia mendapatkan manfaat secara tidak langsung yakni berupa amal kebaikan. Lebih-lebih kalau karya tersebut sarat dengan nilai-nilai kebaikan yang bisa mengubah karakter siswa. Guru akan terus mendapat kebaikan dari hasil tulisan selama nilai-nilai yang ia tulis masih diterapkan dalam kehidupan siswa.
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah hasil tulisan guru bisa digunakan untuk media pembelajaran. Seorang guru dituntut agar pembelajaran yang dilakukan bisa mencapai tujuan yang diharapkan dengan media yang digunakan. Hasil tulisan guru itu sendiri sangat mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran karena isinya sudah dipahami oleh guru tersebut.
Apabila dia seorang guru Bahasa Indonesia maka karya yang berwujud tulisan sangat mendukung dalam pencapaian kompetensi dasar pembelajaran. Sebagai contoh guru tersebut membuat karya cerpen maka dia bisa menerangkan unsur instrinsik dengan cerpen tersebut.
Penulis sendiri pernah mempraktikkan cerpen yang digunakannya untuk media pembelajaran. Penulis merasakan manfaat yakni memberi pemahaman tentang cerpen lebih mudah karena penulis tahu isi cerpen tersebut di samping tidak usah repot-repot mencari contoh cerpen. Penulis yakin siswa mudah memahami dan merasa senang karena cerpennya adalah karya gurunya sendiri.
Penggunaan karya hasil dari guru bisa juga berupa lembar kegiatan siswa yang dibutuhkan siswa untuk berlatih dalam memperdalam materi pembelajaran. Lembar kegiatan siswa tersebut akan lebih efektif karena guru mengetahui isinya. Manfaat lain adalah biaya pembelian lembar kegiatan siswa lebih terjangkau karena hasil karya guru itu sendiri.
Dengan demikian, guru menulis tidak ada ruginya karena banyak manfaat yang akan didapatkan oleh guru tersebut. Manfaat bisa berwujud materi maupun non materi. Manfaat tersebut bisa didapatkan oleh guru secara langsung maupun tidak langsung.
Biodata Penulis:

Penulis bernama Wydiesti,S.Pd. yang dilahirkan di Karanganyar, 27 Oktober 1971.Widi adalah panggilan penulis. Penulis pernah kuliah di Universitas Sebelas Maret yang lulus tahun 1995 dan sekarang menjadi seorang guru. Buku yang sudah terbit adalah buku solo yang berjudul “Mendaki Sabar Menjemput Syukur”(kisah inspiratif) dan “Berawal Dari Kata”(kumpulan puisi) dan kumpulan cerpen yang berjudul “Secercah Harapan Insan”
