Oleh: Dwi Isnaini (Peserta Emak Punya Karya 4)
Menulis merupakan sebuah proses menuangkan ide, gagasan, pendapat, maupun informasi dalam suatu tulisan. Tulisan tak sekadar alat perekam masa lalu, tetapi banyak juga tulisan yang bisa memicu perubahan dunia.
Namun, sebagian penulis pemula sering mengalami kesulitan dalam menulis. Mungkin ide itu sudah ada, tetapi sulit menuangkannya dalam tulisan. Banyak juga orang yang sudah memiliki motivasi untuk menulis dan gagal dalam menyelesaikan tulisannya. Hal-hal apa sajakah yang sering membuat kita gagal dalam menyelesaikan tulisan?
Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menulis :
Belum menemukan alasan yang kuat untuk menulis
Menulis memerlukan energi, waktu dan konsentrasi. Bagaimana mungkin seseorang akan berjuang dengan keras bila ia tidak mempunyai alasan yang kuat mengapa ia menulis.
Di antara alasan kita menulis adalah untuk memberi manfaat kepada orang lain dan diri kita sendiri. Manfaat untuk diri sendiri yakni memperpanjang usia kita.
Dengan memiliki alasan yang kuat, maka ketika semangat turun, kita akan mudah untuk bangkit kembali.
Tidak melakukan persiapan
Persiapan yang benar akan menentukan hasil yang dicapai. Persiapan yang dimaksud adalah persiapan dalam menyusun naskah yaitu dengan membuat outline. Outline adalah kerangka tulisan atau rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis.
Pada awal mengikuti kelas Emak Punya Karya, sebelum memulai menulis buku, kita diminta untuk menyetorkan outline yang akan dikoreksi oleh Pak Cah. Setelah outline selesai dikoreksi kita baru mulai menulis.
Tanpa adanya outline, seorang penulis seperti tidak memiliki panduan dalam menulis. Hal ini bisa membuat penulis tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Penting sekali membuat persiapan yang matang sebagai amunisi sebelum menulis.
Tidak adanya target
Banyak orang yang menyepelekan masalah target sehingga tidak membuat timeline atau jadwal yang terstruktur. Padahal, target bisa menjadi motivasi untuk terus menulis. Dengan adanya target dapat membantu kita agar lebih serius lagi dalam memenuhi setiap jadwal yang dibuat dan pastinya akan lebih terstruktur juga.
Suka menunda-nunda pekerjaan
Menunda pekerjaan akan menambah beban dengan sengaja pada diri sendiri. Setiap kita menunda pekerjaan, maka beban pada pikiran akan bertambah karena sebagian konsentrasi akan tersita untuk pekerjaan yang telah tertunda.
Jika kita mempunyai waktu luang dan masih mempunyai target untuk menulis, jangan sia-siakan waktu luang tersebut. Gunakanlah waktumu sebaik mungkin karena kita tidak tahu ada hambatan apa di depan. Mungkin saja esok hari kita tidak bisa menulis karena sakit.
Tidak ada yang menagih tulisan
Ternyata kita memerlukan teman atau mentor yang selalu menagih tulisan agar naskah segera selesai. Pada kelas EPK tak jarang Pak Cah menagih tulisan setiap hari dapat berapa kata atau berapa karakter. Dengan adanya orang yang menagih, akan membuat kita mempunyai prioritas untuk menyelesaikan naskah.
Tidak menyiapkan referensi
Menyiapkan referensi sangat penting untuk menunjang poses penulisan. Referensi bisa berupa buku, jurnal, artikel, bahkan ingatan atas pengalaman yang telah terjadi pada kita.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika menyiapkan bahan referensi harus dilakukan di awal. Tidak disarankan mencari referensi di tengah-tengah ketika sedang menulis, karena justru akan menyedot energi ketika sedang proses menulis.
Tidak adanya komunitas
Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh penulis ketika bergabung pada komunitas. Biasanya sebuah komunitas mempunyai beberapa peraturan dan mentor yang hebat yang bisa mendampingi pesertanya dan terus memberikan motivasi.
Banyaknya anggota komunitas yang terdiri dari berbagai latar belakang juga bisa memberikan dampak positif yang bisa diserap oleh anggota komunitas yang lain.
Alhamdulillah terima kasih Mak Sri Rohmatiah yang telah mengajak saya bergabung dalam komunitas Kantin Emak Produktif. Sebuah komunitas yang membuat saya selalu termotivasi dalam melakukan berbagai kebaikan.
Menulis sambil mengedit
Selama proses menulis, jangan sekali-kali sambil mengedit. Kita tidak akan menyelesaikan tulisan jika kita menulis sambil mengedit. Tidak apa-apa jika hanya ingin membaca ulang naskah untuk mengetahui outline selanjutnya. Selesaikan dulu tulisan setelah itu baru mengedit.
Itu tadi beberapa penyebab mengapa penulis pemula mengalami kesulitan menulis berdasarkan pengalaman pribadi saya terutama saat mengikuti kelas Emak Punya Karya 4. Satu lagi pesan saya, “Tulislah apa yang Anda pikirkan, bukan memikirkan apa yang akan Anda tulis.”
Selamat menulis, selamat menebar manfaat.

Penulis bernama Dwi Isnaini telah menerbitkan dua buku solo berjudul “Karakter Ayah Pebisnis untuk Sang Anak Gadis” dan “Ramadhan Mubarak ,Agar yang Dinanti Semakin Berarti”
Penulis tinggal di Temanggung. Selain berprofesi sebagai penulis, dia juga seorang pengusaha dan seorang Ibu rumah tangga
Medsos :
IG : dwiisnaini356
Fb : MoroSeneng Temanggung Pusat Jateng
Kanal YouTube : https://bit.ly/dwiisnaini
Blog : https://menapakjalanislam.blogspot.com
Email : [email protected]
