20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Dalam bahasa Indonesia, terdapat bentuk ulang dan kata ulang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi. KBBI Daring memberi contoh dengan rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug.

Pada dasarnya, kata ulang diperoleh melalui proses reduplikasi atau pengulangan, baik secara keseluruhan, sebagian, maupun perubahan. Reduplikasi berupa pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Pengulangan dapat dilakukan terhadap kata dasar, kata berimbuhan, maupun kata gabung.

Penulisannya menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya. Perhatikan contoh-contoh berikut:

  • Daun-daun = dedaunan
  • Pohon-pohon = pepohonan
  • Rumput-rumput = rerumputan
  • Tamu-tamu = Tetamu
  • Saji-saji = sesaji

Penulisan Bentuk Ulang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, bentuk ulang adalah bentuk yang mengalami perulangan, seperti sia-sia, laba-laba. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memberi petunjuk, bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

Misalnya:

  • anak-anak
  • biri-biri
  • lauk-pauk
  • berjalan-jalan
  • buku-buku
  • cumi-cumi
  • mondar-mandir
  • mencari-cari
  • hati-hati
  • kupu-kupu
  • ramah-tamah
  • terus-menerus
  • kuda-kuda
  • kura-kura
  • sayur-mayur
  • porak-poranda
  • mata-mata
  • ubun-ubun
  • serba-serbi
  • tunggang-langgang

Penulisan Gabungan Kata

Terdapat bentuk ulang yang terdiri atas gabungan kata, seperti surat kabar, kereta api, rak buku dan lain sebagainya. PUEBI Daring memberikan petunjuk, bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.

Misalnya:

  • surat kabar → surat-surat kabar, bukan surat kabar-surat kabar
  • kapal barang → kapal-kapal barang, bukan kapal barang-kapal barang
  • rak buku → rak-rak buku, bukan rak buku-rak buku
  • kereta api cepat → kereta-kereta api cepat, bukan kereta api-kereta api cepat
  • pesawat terbang → pesawat-pesawat terbang, bukan pesawat terbang-pesawat terbang

Penggunaan Huruf Kapital

Bila bentuk ulang diberi huruf kapital, misalnya pada nama diri (nama lembaga, dokumen, dll.) atau judul (buku, majalah, dll.), bentuk ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.

Misalnya:

  • Ia menyajikan makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”.
  • Undang-Undang mengenai ketenagakerjaan telah diberlakukan sejak zaman Orde Baru.
  • Buku berjudul “Pesan-Pesan Cinta dari Tuhan” sangat laris di pasaran.

Sedangkan bentuk ulang lain hanya diberi huruf kapital pada huruf pertama unsur pertamanya. Misalnya:

  • Slogan “Terus-menerus Ramah-tamah” dikampanyekan gubernur baru itu.
  • Ia menulis puisi berjudul “Tanah airku Porak-poranda”.

Mari terus belajar berbahasa Indonesia.

Bahan Bacaan

KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id/

PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io/

.

Ilustrasi : https://www.thoughtco.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *