.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“You have to write the book that wants to be written. And if the book will be too difficult for grown-ups, then you write it for children” –Madeleine L’engle.
.
Mungkin Anda masih merasa ragu untuk memulai menulis. Bahkan terkadang merasa takut, jangan-jangan tulisan ini tidak disenangi oleh masyarakat. Jangan-jangan isi tulisan ini tidak sesuai dengan selera pasar.
Berikut saya ajak Anda menyimak penuturan Chad Grills (2017), yang berusaha mengambil spirit menulis dari para tokoh dunia, agar bisa memotivasi untuk terus menerus menghasilkan karya.
Penulis Terbaik Tidak Takut Menulis Tema yang Dibenci Masyarakat
“The first people that a dictator puts in jail are the writers and the teachers because these are the people who have vocabulary, who can see injustice and can express what they feel about it” –Madeleine L’engle.
Belajar dari banyak penulis besar dunia, Chad Grills (2017) menyatakan, penulis terbaik tidak takut menuliskan tema yang dibenci masyarakat. Salah satu penulis yang berani menyatakan keyakinan adalah Madeleine L’engle (1918 – 2007).
L’engle adalah penulis sastra yang banyak bercerita tentang dunia anak-anak serta remaja. Lebih dari 60 buku telah ditulis semasa hidupnya, baik fiski maupun nonfiksi. Salah satu karya yang semakin membuatnya populer adalah novel “A Wrinkle in Time”.
L’engle mengajarkan agar menulis itu menyuarakan keyakinan, bukan sekedar menulis hal-hal yang menyenangkan banyak orang. Jika sekedar menyenangkan banyak orang, akan terjebak pada budaya pragmatis, menulis tanpa nilai. “Anda harus menulis buku yang ingin ditulis. Dan jika buku itu akan terlalu sulit untuk orang dewasa, maka Anda menulisnya untuk anak-anak”, ujar L’engle.
“The second you write anything that makes the larger group uncomfortable, watch out. For writers, the only safe way to share controversial ideas is through stories that are so simple, they appear as “children’s stories” –Chad Grills, 2017.
Grills (2017) mengingatkan, “Saat Anda menulis apa pun yang membuat kelompok yang lebih besar tidak nyaman, berhati-hatilah. Bagi penulis, satu-satunya cara aman untuk berbagi ide kontroversial adalah melalui cerita yang sangat sederhana, sehingga muncul sebagai cerita anak-anak”.
Terkadang, menuliskan kebenaran dan keyakinan bisa berdampak kepada aspek hukum. L’engle menyatakan, “Orang pertama yang dijebloskan diktator ke dalam penjara adalah para penulis dan guru karena mereka adalah orang-orang yang memiliki kosa kata, yang dapat melihat ketidakadilan dan dapat mengungkapkan apa yang mereka rasakan tentangnya.”
Banyak orang melihat ketidakadilan, banyak orang melihat ketidakbenaran, banyak orang melihat kezaliman. Namun ekspresi mereka –menurut L’engle, tidak seberbahaya penulis dan guru. Para penulis memiliki kemampuan menyatakan hal-hal yang dilihat melalui lkata-kata. Para guru mampu menarasikan dalam berbagai bentuk pengajaran kepada para siswa.
Salah satu fungsi tulisan adalah untuk memberikan sudat pandang yang berbeda. Dengan sudut pandang yang berbeda ini, akan membuat masyarakat menjadi semakin kritis dan terbuka. Tidak mudah ditipu dan dipedayakan oleh satu kekuatan yang memiliki kemampuan memaksakan kehendak.
Di masa penjajahan, para sastrawan menyuarakan keyakinan melalui syair, prosa dan novel mereka. Di masa pembangunan, para sastrawan menyampaikan kritik dan gagasan melalui puisi, cerpen,novel dan berbagai tulisan akademik. Mungkin tulisan itu tidak disukai oleh budaya masyarakat yang pragmatis. Namun ia telah menjalankan tugasnya.
Intinya, jangan takut menulis sesuatu yang sesuai keyakinan Anda, meskipun itu tidak sesuai dengan selera mayoritas. Namun berhati-hatilah dalam mengemasnya, agar tidak terjerat pasal-pasal yang menyebabkan Anda terseret ke jalur hukum.
Jangan Berharap Menyenangkan Semua Orang
“When we write and are published, we become naked before people. And that means we are open to criticism. That’s a risk you have to take. If you write a book that says something and it pleases everybody, you’ve failed” –Madeleine L’engle.
Salah satu faktor yang membuat banyak penulis pemula ragu-ragu untuk memublikasikan karya mereka, adalah harapan untuk menyenangkan semua orang. Dampaknya,mereka takut jika tulisan itu dibenci dan ditolak oleh masyarakat.
L’engle mengajak kita untuk melek dan sadar. Bahwa memublikasikan tulisan itu artinya menyiapkan diri untuk mendapat ‘serangan terbuka’. Tidak masalah ada orang tidak suka, tidak masalah ada orang tidak setuju, sebab tugas kita bukanlah menyenangkan semua orang.
“Ketika menulis dan diterbitkan, kita menjadi telanjang di hadapan orang-orang. Dan itu berarti kita terbuka untuk kritik. Itu risiko yang harus Anda ambil. Jika Anda menulis buku yang mengatakan sesuatu dan menyenangkan semua orang, Anda telah gagal”, ujar L’engle.
Sangat menarik ungkapan L’engle, “Jika Anda menulis buku yang mengatakan sesuatu dan menyenangkan semua orang, Anda telah gagal”. Ini mengajak kita semua untuk tidak berorientasi pragmatis –menulis untuk menyenangkan semua orang. Tipe seperti ini bukan penulis, namun selebritis.
“If you’re going to write and be published, you’ve got to expect to have a few arrows thrown at you. They’re going to hurt, and you’re going to bleed. You’re probably going to cry if you’re like me. But that’s just part of it and you have to learn” –Madeleine L’engle.
Bahkan L’engle mengajarkan agar Anda siap terluka lantaran berani menyampaikan pendapat melalui tulisan. “Jika Anda menulis dan menerbitkan, Anda harus siap menghadapi beberapa anak panah dilemparkan ke arah Anda. Mereka akan terluka, dan Anda akan berdarah. Anda mungkin akan menangis jika seperti saya. Tapi itu hanya bagian dari proses dan Anda harus belajar,” ujarnya.
Bagaimana dengan Anda? Sudah siap menulis? Abaikan saja kritik jika Anda tidak ingin membacanya.
Bahan Bacaan
Catherine Haustein, Sixteen Sweet Writing Tips from Madeleine L’Engle, https://catherinehaustein.com, 25 Juli 2017
Chad Grills, The 7 Secrets of Writing From the Best Writers in the World, 2 November 2017, https://medium.com/
Nava Atlas, 5 Valuable Writing Tips from Madeleine L’Engle, https://www.literaryladiesguide.com, 20 Maret 2017

Menulis adalah menyenangkan diri sendiri, jika orang lain senang adalah bonus. Syukran kataira ustaz Cahyadi Takariawan