.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Ideally, you should find a quiet place where all your needed writing resources—such as a personal computer, dictionary, and paper—are set up. To help you focus on the work at hand, you may need a place that is reasonably free of distractions” — Joseph M. Moxley
.
Masing-masing kita memiliki ruang menulis yang paling pas untuk bisa produktif menghasilkan karya tulis. Tidak ada teori, ruang seperti apa yang paling cocok untuk menulis. Apakah ruang sunyi, atau ruang ramai. Setiap orang berbeda-beda.
JK. Rowling, penulis Harry Potter, biasa menulis di kedai kopi. E.B. White, penulis One Man’s Meat, produktif menulis di ruang tamunya. Philip Pullman, penulis Once Upon a Time in the North, sering menulis di kafe museum. SH. Mintardja, penulis serial Api di Bukit Menoreh, suka menulis di dapur rumahnya.
Rayni N. Massardi, penulis Langit Terbuka, lebih suka menulis di tempat yang ramai seperti mal. Rayni menulis di keramaian sambil mengenakan headset dan mendengarkan lagu. Namun Maya Angelou menulis di kesunyian. Joseph M. Moxley juga menyukai kesunyian.
Moxley menyarankan, “Idealnya, Anda harus menemukan tempat sunyi di mana semua sumber daya yang Anda butuhkan —komputer pribadi, kamus, dan kertas — disiapkan. Untuk membantu fokus menulis, Anda mungkin memerlukan tempat yang bebas dari gangguan”.
Artinya, Anda harus memahami titik optimal masing-masing. Kapan, dimana dan dalam suasana seperti apa Anda bisa optimal menghasilkan karya tulis. Ini akan membangun struktur “ruang menulis” yang Anda perlukan.
Ruang Fisik yang Teratur
Apakah Anda memerlukan keteraturan? Jika iya, maka Anda mirip Stephen King dan Maya Angelou yang selalu menulis di tempat yang sama, dengan kondisi yang sama setiap harinya. Posisi meja, kursi, laptop serta perabotan lainnya, selalu sama. Tidak boleh diubah oleh siapapun. Bahkan Stephen King membawa minuman yang sama setiap menulis —salah satu dari air mineral atau teh panas.
Jika Anda suka keteraturan dan keajegan, maka Anda memerlukan ruang fisik, yang teratur dan tertib. Tata letak, pencahayaan, posisi duduk yang nyaman, sangat penting Anda perhatikan. Di ruang inilah Anda akan optimal menghasilkan karya tulis setiap harinya.
Ruang ini mungkin benar-benar satu ruang utuh di rumah Anda, yang disetting khusus untuk menulis. Bisa pula hanya satu bagian, atau satu pojok, yang ada di rumah Anda, namun disiapkan khusus untuk menulis. Pecinta keteraturan akan suka melihat hal-hal yang teratur dan tetap di tempatnya. Tidak berubah-ubah.
Ruang Bergerak
Kantor saya adalah di laptop. Saya sulit menulis di gadget —karena keterbatasan saya dalam kecepatan dan ketepatan menulis melalui gadget. Jika saya menulis di smartphone, tidak bisa cepat, dan banyak typo. Ini problem jari-jari besar. Akhirnya saya merasa terlalu banyak waktu yang saya habiskan untuk membenarkan tulisan yang salah. Tidak efektif.
Maka saya berkantor di laptop. Saya bisa bekerja –menulis, di ruang fisik yang teratur dan tetap. Namun saya juga bisa menulis di ruang bergerak, seperti mobil, bus, kereta api, trem, pesawat dan kapal. Saya bisa menulis di semua bagian rumah saya –depan rumah, belakang rumah, samping rumah, ataupun ruang dalam. Saya bisa menulis di ruang tertutup –seperti kamar, ataupun di ruang terbuka –seperti teras depan rumah.
Laptop selalu saya bawa ke manapun saya pergi. Maka saya selalu membawa tas ransel saat traveling, untuk membawa serta laptop. Duduk sebentar di manapun, bisa membuka laptop dan menulis sesuatu. Ini peristiwa mengasyikkan bagi saya.
Namun jika saya tengah traveling di tempat-tempat baru, saya cenderung menghabiskan waktu untuk eksplorasi tempat baru tersebut. Bukan menulis. Saat menyusuri Selat Bosphorus di Turki, atau menikmati pinggiran Yara River di Melbourne, misalnya, rasanya sangat sayang jika saya justru asyik menulis. Lebih baik saya eksplorasi tempat yang indah tersebut, baru menulis nanti setelah sampai di tempat menginap.
Nah, setiap kita harus menentukan ruang menulis yang paling tepat. Boleh saja ruang fisik yang teratur. Boleh pula ruang bergerak yang selalu dinamis. Pilihan yang mana, itu tidak penting. Yang paling penting adalah —selalu menulis dan menghasilkan karya tulis.
Selamat menulis.
Bahan Bacaan
Joseph M. Moxley, Establish a Comfortable Place to Write, www.writingcommons.org
The Magic Violinist, How to Find Your Writing Workspace, www.thewritepractice.com

Jazakallahu khairan guruku, pak Cah.
Terima kasih Pak Cah. Ruang menulis sesuaikan dengan pribadi masing-masing, tiada hari tanpa menulis