19 September 2026

.

Ayuk Menulis Buku Antologi – 7  

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Mana yang lebih dahulu, menentukan tema buku antologi baru mencari kontributor naskah, atau mencari kontributor naskah baru menetukan tema? Kedua-duanya boleh dan sah saja.

Anda semua berhak menjadi pihak inisiator pembuatan buku antologi. Sebagai inisiator, Anda berhak untuk menentukan rumpun tulisan dan sekaligus tema tulisan. Misalnya Anda menentukan rumpun fiksi, atau nonfiksi. Jika fiksi, Anda bisa memilih apakah membuat puisi atau cerpen. Jika nonfiksi, apakah berbentuk opini, atau esai, atau bentuk lainnya.

Sebagai inisiator Anda juga berhak menentukan tema yang spesifik, atau memilih untuk tidak menentukan tema. Anda memberi keleluasaan kepada para kontributor untuk menulis ‘apa saja’ sesuai dengan selera dan minat para kontributor.

Jika Anda adalah seorang pendidik yang ingin mengeksplorasi metode-metode pendidikan yang efektif selama masa pandemi, Anda bisa membuat ajakan secara terbuka kepada para pendidik untuk membuat buku antologi. Anda meminta kepada para pendidik untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan.

Saat mengajak, sudah disertai ketentuan serta batasan menulis. Misalnya panjang naskah 3.000 kata, dikumpulkan paling lambat tanggal sekian, naskah dikirim ke alamat email panitia, dan lain sebagainya. Ini akan memudahkan dalam teknis pengumpulan naskah.

Dengan menetapkan tema spesifik di bidang pendidikan tersebut, yang akan berkontribusi dalam penulisan buku antologi adalah para tenaga pendidik dan pemerhati pendidikan, termasuk orangtua murid. Mereka yang tidak memiliki minat dalam  dunia pendidikan, tidak akan ikut terlibat sebagai kontributor.

Demikian pula jika Anda adalah seorang politisi, yang ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, Anda bisa mengundang partisipasi publik untuk menuliskan ide-ide mereka. Bagaimana pendidikan politik bisa dilakukan untuk masyarakat? Bagaimana agar masyarakat memiliki partisipasi yang positif dalam membangun perpolitikan di Indonesia?

Anda bisa bertindak sebagai inisiator untuk membuat sebuah buku antologi “Pendidikan Politik yang Mencerdaskan dan Memberdayakan Masyarakat”, misalnya. Yang akan berpartisipasi mengirim naskah untuk antologi tersebut adalah mereka yang memiliki minat dan kepedulian dalam bidang politik.

Pengalaman Menjadi Inisiator Antologi

Saya beberapa kali menjadi inisiator buku antologi. Pertama, menjadi inisiator pembuatan buku antologi bertema keluarga, bersama komunitas Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Kami mengundang partisipasi para pemerhati keluarga, untuk membuat tulisan tentang upaya menguatkan ketahanan keluarga. Mereka yang tertarik, kami minta untuk mendaftar. Agar terjadi kesamaan persepsi dalam penulisan buku, para kontributor yang telah mendaftar dikumpulkan untuk berdiskusi.

Pengalaman kedua, pernah menjadi inisiator pembuatan buku antologi puisi, bersama komunitas Balai Budaya Gambiran (BBG). Kami mengundang partisipasi publik melalui bentuk lomba pembuatan puisi. Dari hasil lomba ini, terkumpul ratusan puisi yang masuk kualifikasi untuk dibukukan menjadi antologi.

Pengalaman ketiga, menjadi inisiator pembuatan buku antologi dengan tema kopi, sebagai kontribusi untuk Warung Kopi Menoreh Pak Rohmat, di Menoreh, Yogyakarta. Buku antologi ini diinisiasi bersama Komunitas Wedangan Yogyakarta.

Para anggota komunitas Wedangan diminta ikut serta menulis pengalaman atau perenungan tentang kopi. Hasilnya, sebuah buku antologi “Ngopi di Bukit Menoreh”. Buku itu dijual untuk membantu pengembangan Warung Kopi Menoreh pak Rohmat.

Menyepakati Rumpun Tulisan dan Tema Bersama Kontributor

Rumpun tulisan dan tema buku antologi bisa ditentukan langsung oleh pihak inisiator, sebagaimana telah kita bahas di atas. Akan tetapi bisa pula rumpun dan tema buku disepakati bersama dengan para penulis yang akan menjadi kontributor naskah.

Para kontributor diajak berdiskusi bersama, untuk menentukan berbagai hal teknis. Misalnya memilih rumpun tulisan fiksi atau nonfiksi, menentukan tema tertentu atau tema bebas, sehingga buku antologi lebih jelas sasaran dan tujuannya sejak awal.

Bisa saja para kontributor bersepakat untuk menulis rumpun fiksi semua, atau nonfiksi semua, atau dibagi dua klaster. Sebagian menulis fiksi, sebagian lain menulis nonfiksi. Semua tergantung kesepakatan pihak inisiator dengan para kontributor.

Demikian pula dalam tema, apakah perlu disepakati satu tema tertentu, atau dibuat pilihan beberapa tema, atau bahkan tidak ditentukan temanya. Jika tema tidak ditentukan, artinya penulis bebas berekspresi menulis sesuai minat masing-masing. Semua dikembalikan kepada hasil pembahasan dari pihak inisiator dengan para kontributor.

Jika mengumpulkan para kontributor untuk menyepakati rumpun dan tema, sangat wajar jika terjadi perbedaan yang sangat tajam. Semua kontributor punya ide, punya keinginan, punya argumen. Namun dengan itikad baik, semua perbedaan bisa mengerucut menjadi kesepakatan. Tanpa kesepakatan, buku antologi tidak mungkin terealisasi.

1 thought on “Proses Penentuan Rumpun dan Tema Buku Antologi

  1. Inisiator,Rumpun tulisan dan kontributor sangat membantu dalam pembuatan buku antologi terlebih kesepakatan dalam mewujudkan tema bersama. Syukran ust.Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *