.
Ayuk Menulis Buku Antologi – 6
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Salah satu tugas inisiator adalah menentukan dan mencari kontributor untuk pembuatan buku antologi. Sebagai inisiator, ia berhak menentukan kriteria dan jumlah kontributor. Ia juga berhak melakukan tindakan untuk mencari para kontributor sesuai kriteria.
Ada dua jenis buku antologi, ditinjau dari segi kontributor naskahnya. Yang pertama adalah antologi tertutup. Yang kedua adalah buku antologi terbuka.
Antologi Tertutup
Yang dimaksud dengan buku antologi tertutup, adalah sebuah buku antologi yang dibuat bersama dalam satu komunitas. Disebut tertutup, karena hanya melibatkan anggota sebuah komunitas saja. Maka untuk buku antologi jenis ini, kontributor naskah telah jelas sejak awal. Tidak perlu mencari-cari lagi.
Seperti misalnya, buku antologi yang dibuat untuk mengabadikan kenangan, atau menguatkan persahabatan. Alumni sebuah lembaga pendidikan, misalnya, membuat buku antologi untuk mengabadikan kenangan kebersamaan di antara mereka. Maka kontributornya adalah semua alumni dalam satu angkatan.
Demikian pula ketika buku antologi dibuat oleh sebuah komunitas, maka kontributor naskahnya adalah sebuah anggota komunitas tersebut. Saya memiliki pengalaman membuat buku antologi bersama Komunitas Wedangan Yogyakarta. Semua anggota komunitas yang berada dalam satu grup Whatsapp, berjumlah 16 orang, adalah kontributor naskah untuk antologi tersebut.

Untuk jenis antologi tertutup, yang berhak menjadi kontributor hanyalah anggota komunitas. Tidak menerima kontributor dari luar komunitas. Salah satu contohnya adalah komunitas Angkringan Penulis Indonesia (API), yang membuat beberapa antologi khusus untuk anggotanya.
Demikian pula Komunitas Kalimat, yang rajin membuat buku antologi. Juga komunitas Alineaku yang rutin membuat antologi di kelas pembelajaran online.
Antologi Terbuka
Bagaimana dengan jenis buku antologi yang terbuka? Yang dimaksud dengan antologi terbuka, adalah buku antologi yang dibuat tidak berbasis komunitas, bukan bertujuan untuk mengabadikan kenangan persahabatan, bukan pula untuk ikatan persaudaraan.
Ada buku antologi terbuka yang bercorak ‘serius’, bertujuan untuk menyampaikan pandangan, gagasan, ide, masukan pemikiran baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat luas. Karena sifatnya yang ‘serius’ ini, tentu harus ada kriteria kontributor naskah.
Ada pula buku antologi terbuka yang bercorak ‘hepi-hepi’ saja. Bukan untuk tujuan yang sangat serius seperti memberi masukan kepada Pemerintah. Ini bercorak hiburan ringan, dan menyenangkan dalam proses pembuatannya.
Bagaimana cara mencari kontributor naskah untuk jenis buku antologi terbuka? Ada sangat banyak cara, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Menunjuk langsung penulis yang sesuai kriteria
Jika inisiator telah menetapkan tujuan yang jelas dalam pembuatan buku antologi, juga telah menetapkan tema yang spesifik, maka ia bisa menunjuk langsung penulis yang sesuai kriteria. Tentu saja, sifatnya adalah permintaan atau ajakan kesertaan, kepada penulis yang dimaksud.
Misalnya, inisiatornya adalah seorang pemerhati kesehatan masyarakat. Ia bermaksud membuat buku antologi tentang pencegahan covid-19, ditinjau dari berbagai perspektif. Pihak inisiator bahkan bisa membuat kerangka atau outline buku antologi. Setekah jelas tema dan outline, maka bisa ditentukan kontributor naskah sesuai kepakaran di bidangnya.
Itu contoh antologi yang ‘serius’ tema pembahasannya. Ada pula contoh buku antologi yang tidak serius. Hanya untuk ‘bersenang-senang’ atau ‘hepi-hepi’ saja. Misalnya, seorang penulis mengajak beberapa sahabat sesama penulis, untuk membuat buku antologi puisi.
Pihak inisiator telah memilih beberapa penulis yang sesuai kriteria, untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan buku antologi puisi. Misalnya, ia memilih 10 orang sahabatnya yang dianggap paling pandai membuat puisi, untuk berkontribusi mengirimkan puisi-puisi mereka. Kriteria yang ditetapkan dalam memilih kontributor naskah adalah, pandai membuat puisi.
- Melakukan publikasi terbuka
Cara kedua adalah dengan membuat publikasi terbuka melalui berbagai media. Setelah inisiator menentukan tujuan dan tema antologi, segera disebarluaskan ajakan kepada khalayak. Publikasi yang menarik bisa menjadi kekuatan untuk mendatangkan para kontributor tulisan.
Mereka yang berminat akan mendaftar melalui nomer atau link yang telah ditentukan. Jika pihak inisiator menentukan kriteria yang spesifik, maka semua pendaftar akan dinilai berdasarka kesesuaian dengan kriteria ersebut. Jika memenuhi kriteria, akan diterima, dan jika tidak memenuhi, akan ditolak.
Pihak inisiator, selain menantukan kriteria, juga menetapkan jumlah. Apabila pendaftar yang memenuhikriteria telah tercukupi, maka proses pembuatan buku antologi bisa segera dimulai.
- Menyelenggarakan sayembara atau lomba
Saya bersama tim Wonderful pernah menyelenggarakan sayembara penulisan cerita anak, dalam rangka untuk pembuatan buku antologi. Kami sebagai pihak inisiator, menentukan tema. Publikasi disampaikan secara terbuka dan luas, untuk menjaring peserta lomba.
Dari seluruh naskah yang masuk, dilakukan penilaian secara seksama. Beberapa orang terpilih menjadi juara. Naskah yang memenuhi kriteria dan kualifikasi, diikutkan dalam buku antologi.
Lomba atau sayembara menulis adalah salah satu cara untuk mengundang kesertaan masyarakat dalam pembuatan buku antologi. Dengan model lomba, para peserta lebih serius dalam membuat karya tulis. Hasil buku antologi akan lebih berkualitas.
Selamat berkarya.

Syukran ust. Cahyadi Takariawan, atas ilmu seputar Antologinya. Ternyata jika mendalami, begitu luas definisi,cara, dan tujuan pembuatan buku antologi itu.
Ternyata Buku Antologi sangat menarik. Dapat membaca corak pemikiran dan gaya bahasa dari beberapa orang/berbagai kalangan.
Terima kasih atas suguhan pagi ini Pak.