Oleh : Cahyadi Takariawan
Good writing is like good teaching (Ann Handley, 2014)
Ann Handley, penulis buku Everybody Writes, menyatakan bahwa menulis itu sama dengan mengajar. Oleh karena itu dia mengatakan, tulisan yang bagus sama seperti pengajaran yang bagus. Yang berbeda hanyalah sarananya.
“Good writing strives to explain, to make things a little bit clearer, to make sense of our world, even if it’s just a product description” ujar Ann Handley. Tulisan yang baik itu mampu menjelaskan berbagai hal, membuat pembaca mengerti. Ini sama dengan proses mengajar, yang membuat siswa menjadi mengerti.
Sekarang mari perhatikan, seperti apakah cara guru mengajar di kelas?
- Mempersiapkan Diri Dengan Baik
Sebelum mengajar, guru harus mempersiapkan diri dengan baik, dari berbagai aspeknya. Seperti halnya guru, penulis juga harus mempersiapkan diri dengan baik. Siap secara spiritual, siap mental, siap fisik, juga siap secara intelektual.
Guru yang tidak siap, pasti akan gagap saat mengajar. Penulis yang tidak siap, tulisannya akan gagap. Tampak tidak teratur, dan sulit dimengerti maksudnya. Istilah Jawa, tulisannya “ngalor ngidul”, tidak jelas.
- Menjadikan Murid Sebagai Subyek
Dalam dunia pendidikan, murid dianggap sebagai subyek, bukan obyek. Demikian pula delam menulis, pembaca adalah subyek yang penting. Tanpa pembaca, Anda bukan siapa-siapa. Maka fokuslah kepada pembaca Anda, bukan kepada pengkritik.
Anda boleh mengabaikan haters dan para pengkritik serta pencela, namun tidak boleh mengabaikan pembaca. Saat menulis, bayangkan Anda sedang menghadapi para pembaca setia, bukan dibayang-bayangi oleh para pengkritik dan pencela.
- Mengerti Tujuan, Materi dan Langkah
Guru harus mengerti tujuan pembelajaran, mengerti materi, sampai langkah-langkah pembelajaran. Demikian pula dengan menulis, harus mengerti tujuan : untuk apa menulis. Mengerti materi apa yang akan ditulis, juga mengerti sistematika dalam menulis. Dengan demikian tulisan akan sistematis dan mudah dipahami.
Guru yang tidak mengerti tujuan, akan gagal mengantar siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Penulis yang tidak mengerti tujuan, tidak bisa mengantar pembaca kepada perubahan. Penulis perlu memiliki plot atau outline tulisan, agar lebih lancar dalam menuangkan ide.
- Interaktif
Dalam mengajar, guru harus melibatkan siswa, bercorak interaktif. Bukan proses searah dari guru kepada siswa. Demikian pula dalam menulis, sangat bagus apabila mampu melakukan proses interaktif dengan pembaca. Dengan cara ini, pembaca tidak akan bosan.
Teknik interaktif bisa diciptakan melalui cara pembahasaan yang dekat, menempatkan pembaca seperti teman dekat, seakan sedang mengobrol santai. Bisa juga dengan mengajukan pertanyaan atau memberikan tugas tertentu untuk dilakukan.
- Menciptakan Perubahan
Dalam proses mengajar, diharapkan terwujud perubahan pada siswa. Perubahan bisa bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. Demikian pula dalam menulis. Harapannya, setelah membaca tulisan, pembaca akan mendapatkan perubahan. Mungkin secara pengetahuan, pengalaman, semangat, inspirasi, atau perilaku nyata.
Seperti ungkapan Anne Lamott, yang menyatakan bahwa penulis selalu berusaha menjadi solusi. “A writer always tries, to be part of the solution, to understand a little about life and to pass this on,” tulisnya dalam buku Bird by Bird.
Inilah sebabnya —-para guru dan pendidik, adalah kelompok manusia yang paling mudah menulis. Karena menulis sama dengan mengajar.
Bahan Bacaan
Ann Handley, Everybody Writes: Your Go-To Guide to Creating Ridiculously Good Content, Wiley Publisher, 2014
Anne Lamott, Bird by Bird: Some Instructions on Writing and Life, Anchor Publisher, 1995

Thoyyib…
Jazaakalloh khoir Ustadz
terus berkarya mbak Syifa, moga makin lancar menulis…
Alhamdulillah, untuk pagi yang penuh berkah, Pak Cah.
alhamdulillah… terus berkarya mbak Sri, moga makin lancar menulis…
Terima kasih bimbingannya
terus berkarya mbak Lizda, moga makin lancar menulis…
Alhamdulilah, selalu mendapat kan pencerahan dari Pak Cah, terimakasih Pak
terus berkarya mbak Eli, moga makin lancar menulis…
Trimk. Ustadz Cahy, alhamdulillah ilmu menulis berbekal dr pak Cahy. Selalu kami gelontorkan group pimpinan kami. Mendapat respon positif.
alhamdulillah, moga manfaat…
Makasih pencerahan nya. Pak Cah.
Terimakasih pak cah…
Kok ado sy lagi di tulisan itu
Sbg penulis pemula, tulisan sy memang bnyk kekurangan . Tapi dengan usaha keras dan motivasi dari pak cah, mdh”an tdk akan menghianati hasil.
Pagi ini saya jg sdh posting tulisan d blog. Mhn krisannya pak cah…
semua memerlukan proses mbak… teruslah berkarya
terus berkarya mbak, moga makin lancar menulis…
Terima kasih Abun
Alhamdulillah….
Baru sempat baca
yuk makin produktif berkarya mbak…