20 September 2026

.

Writing for Wellness – 13

Oleh : Cahyadi Takariawan

“People with written goals are 50% more likely to achieve” (Gail Matthews).

.

Sungguh berbahagia menjadi penulis. Ada sangat banyak manfaat positif bagi kebaikan kehidupan. Salah satu hal yang bisa kita dapatkan dari menulis adalah meningkatkan produktivitas.

Shelly Madden (2021) menyatakan, menulis bisa meningkatkan produktivitas dalam kehidupan manusia. Menurutnya, aktivitas menulis membuat Anda mempertimbangkan dengan seksama tujuan yang ingin Anda capai. Menuliskan tujuan menjadi cara bagi Anda untuk membuat perjanjian dengan diri sendiri. Setelah tujuan berada dalam bentuk tulisan, Anda harus menemukan cara untuk mencapainya.

Menuliskan tujuan dapat berdampak luar biasa pada kemampuan Anda untuk mencapainya. Sebuah studi di Universitas Dominika mengungkapkan bahwa mahasiswa yang menuliskan tujuan mereka memiliki tingkat pencapaian yang jauh lebih tinggi daripada siswa yang tidak menuliskan tujuan mereka.

Studi yang dipimpin Dr. Gail Matthews tersebut awalnya melibatkan 267 partisipan. Namun, hanya 149 partisipan yang menyelesaikan studi tersebut. Mereka berusia antara 23 sampai 72 tahun, terdiri dari 37 laki-laki dan 112 perempuan. Hasilnya, mereka yang menuliskan tujuan, mencapai lebih banyak daripada yang tidak menuliskannya.

“My study provides empirical evidence for the effectiveness of three coaching tools: accountability, commitment, and writing down one’s goals,” ungkap Dr. Gail Matthews. “People with written goals are 50% more likely to achieve”, lanjutnya.

Ini menjadi landasan teoritik, bahwa aktivitas menulis memberikan manfaat positif bagi produktivitas dalam kehidupan keseharian. Dengan menuliskan tujuan, membuat kita lebih mungkin untuk mencapainya.

Bagaimana Menulis Bisa Meningkatkan Produktivitas?

Sudah banyak studi menyatakan bahwa menulis bisa meningkatkan produktivitas manusia. Tanya Dalton, seorang pakar produktivitas, penulis The Joy of Missing Out (2019), menjelaskan bagaimana menulis bisa meningkatkan produktivitas.

1. Memperjelas Prioritas

Write down every single idea you have, no matter how big or small” (Richard Branson).

Kita semua disibukkan oleh berbagai macam rutinitas hidup sehari-hari. Setiap hari, sudah ada sejumlah kegiatan rutin harus kita lakukan, yang sangat menyibukkan. Berseliweran berbagai informasi baru, hadir sekian banyak tantangan dan peluang, ini semua memenuhi ruang otak kita, padahal jumlah waktu yang kita miliki setiap hari tetap sama. Tidak bertambah.

Tanya Dalton menyatakan, solusinya adalah, tuliskan prioritas Anda dan simpan sebagai file yang mudah ditemukan.

“By writing things down, you are able to maintain an open record of what you did, what you thought of, and how you behaved. Which is huge when it comes time to reflect on what worked well for you in the past and what did not” – Tanya Dalton

Menuliskan prioritas dalam kehidupan, adalah cara sederhana namun ampuh untuk membuat Anda lebih produktif. Anda mengerti hal apa yang harus Anda dahulukan dibanding lainnya. Menurut Dalton, menulis prioritas adalah praktik yang membantu Anda mengisi ruang otak dengan hal-hal yang utama untuk Anda lakukan.

2. Memperjelas Alur Pemikiran

“Setting goals is the first step from the invisible to the visible” (Anthony Robbins).

Menurut Dalton, mengingat semua hal dalam ruang kepala, membuatnya merasa sangat lelah. Seolah-olah terus-menerus membawa beban berat beratus kilogram di pundak. Benar-benar lelah.

Menulis daftar tugas dan prioritas dengan detail dan jelas, menjadi cara yang efektif untuk melepas beban-beban itu dari pundak Anda. Setelah menulis, memberi Anda kesempatan untuk lega. Beban itu telah Anda lepaskan melalui tulisan.

“Writing your tasks and all of your priorities down on paper is a great way to lift that weight off of your shoulders. It allows you the chance to give yourself a little bit of relief” – Tanya Dalton

Menulis sekaligus membantu menenangkan pikiran dan membuat Anda bisa leboh fokus kepada aspek-aspek penting yang telah tertulis. Ini yang akan meningkatkan produktivitas kehidupan Anda meningkat.

3. Memperjelas Tujuan

“Why you should be writing down your goals” (Ashley Feinstein).

Menurut Dalton, memiliki tujuan itu penting untuk kesuksesan manusia, namun ada hal yang lebih penting dari itu. Yaitu memiliki tujuan yang tertulis dengan jelas.

“Having goals is important when it comes to our success. But do you know what’s even more important than that? Having clear goals written down” – Tanya Dalton.

Dengan menulis tujuan, prioritas, dan target Anda secara tertulis sejak sebelum melakukan aktivitas, membuat semuanya tersimpan secara segar. Tulisan telah mengirimkan pesan ke otak Anda dan memudahkan Anda untuk memantau perkembangannya secara kontinyu. Dalton menyarankan agar Anda menulis tujuan, prioritas dan target, serta rutin mengevalusinya.

Menulis juga membantu Anda untuk lebih memahami detail tujuan, prioritas, serta target yang benar-benar Anda ingin dapatkan. Tulisan sekaligus bisa menjadi kontrol, jika ada bagian dari tujuan, prioritas atau target yang perlu penyesuaian dalam perjalanannya.

4. Meningkatkan Motivasi

“It’s about training your brain to focus on where it is you want to go, what you want to achieve” (Lord Alan Sugar).

Terlepas dari apa yang ingin Anda dapatkan, motivasi adalah hal yang sangat penting. Kondisinya seringkali fluktuatif, mengalami pasang surut. Dalton menyarankan, untuk menjaga mempertahankan motivasi, Anda perlu menuliskannya.

“In order to cultivate motivation and to maintain it over time, you need to write things down!” – Tanya Dalton

Menuliskan tujuan membantu Anda mempertahankan semangat untuk terus bergerak mencapai tujuan. Anda harus selalu berusaha menjaga semangat di sepanjang kehidupan, Terlebih ketika telah tiba waktu untuk mengeksekusi aktivitas yang menjadi prioritas Anda, motivasi itu harus menyala.

5. Lebih Mudah Mengelola Emosi

“People who have more emotional intelligence are also better writers. Most of them ace the five components of emotional intelligence as identified by Daniel Goleman” (Daphne Gray-Grant)

Dalton menyatakan, salah satu penyebab stres dalam kehiduan manusia adalah rasa kewalahan atau ketidakmampuan. Menurut American Medical Association (AMA), stres adalah penyebab utama lebih dari 60% penyakit manusia. Di antara cara untuk melawan stres itu adalah dengan menuliskan semuanya.

“Stress is the basic cause of more than 60% of all human illness and disease. One way to combat that stress? You guessed it: Write things down” – Tanya Dalton

Menulis laporan kondisi diri (journaling) terbukti bisa membantu Anda untuk mengungkapkan emosi dengan baik. Dalton menyatakan, Anda dapat mengelola pikiran dan perasaan dengan merenungkan dan menuliskannya. Menulis merupakan bentuk pelepasan dan bisa menjadi sarana yang tepat setiap kali Anda merasa marah, tertekan, atau merasa kewalahan.

6. Memantau Kemajuan

“However, when you write them down, you will not only save them from being forgotten, but it will be easier for you to develop them and connect them with one another. You can even come up with new ones through brainstorming” (Rhubarb)

Dengan rutin menulis tentang kegiatan dan kondisi diri, Anda telah memiliki catatan yang bisa digunakan sebagai bahan pijakan saat melakukan evaluasi. Suatu ketika, Anda bisa membaca kembali semua tujuan yang telah Anda tulis, perkembangan dan pencapaian yang Anda laporkan secara rutin.

“Writing things down helps us to get a handle on our strengths and our weaknesses, and it can even help us to identify how we are spending our time so that we can make a conscious effort to improve in the future” – Tanya Dalton

Menuliskan perkembangan bisa membantu Anda untuk memahami berbagai sisi kekuatan dan kelemahan. Menulis juga dapat membantu Anda untuk mengevaluasi bagaimana Anda tekah menghabiskan waktu, tenaga dan sumber daya. Ini menjadi bahan untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.

Selamat menulis, selamat menikmati produktivitas dalam kehidupan.

Bahan Bacaan

Daphne Gray-Grant, Why the Best Writers Have the Most Emotional Intelligence, 19 Juli 2017, https://www.visualthesaurus.com

Gail Matthews, Study Backs Up Strategies for Achieving Goals, diakses 12 Januari 2021

Gail Matthews, Goals Research Summary, diakses 12 Januari 2021

Rhubarb, The Benefits of Writing in Daily Life, https://www.skillsyouneed.com, diakses 12 Januari 2021

Shelly Madden, How To Make the Most of a Productivity Journal, 4 Januari 2021, https://www.wrike.com

Tanya Dalton, Does Writing Things Down Really Boost Productivity? https://tanyadalton.com

2 thoughts on “Menulis Meningkatkan Produktivitas

  1. Alhamdulillah .., dengan menuliskan semua perkembangan dan tujuan kegiatan atau aktivitas dapat membantu dan menghasilkan sumber daya yang lebih baik lagi di masa datang . Sehingga lebih produktifitas lagi dalam kwhidupannya. Syukron katsiir ustaz Cahyadi Takariawan. Semoga sehat dan berkah selalu.

    1. Menulis bisa.menjadi salah satu alternatif.unrukbangun.gwnerasi yang kuat.leawat tulisan mereka.bisa tau teng semua perkembangan sains.dannteknologi
      Kemampuanenuli sesorang di pengaruhi seberapa lama mereka di pengaruhi oleh hal halmpositif.Halitu memungkinkan seseorang.mencapai tingkat pemikiran yang matang.Darimpwnjelasan di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *