20 September 2026

.

Writing for Wellness – 11

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Writing about traumatic, stressful or emotional events has been found to result in improvements in both physical and psychological health” –Karen A. Baikie & Kay Wilhelm, 2018

.

Dalam kehidupan sehari-hari, siapa yang suka curhat? Biasanya perempuan. Kaum laki-laki, dalam konstruksi sosial, tidak ‘dibolehkan’ bersikap cengeng sejak kecil. Ketika anak lelaki menangis, akan diingatkan orangtuanya, “Kamu lelaki, jangan cengeng”. Seakan lelaki tak boleh menangis. Seakan lelaki tak boleh lemah.

Dampaknya, ketika menginjak remaja hingga dewasa, mereka malu jika tampak lemah. Seakan-akan kelelakiannya hilang, jika menampakkan kelemahan. Mereka tidak suka curhat atas masalah yang dihadapi, dan berusaha menyelesaikan sendiri, karena khawatir dianggap lemah atau tidak mampu.

Menulis dan Penyaluran Perasaan Bagi Laki-laki

Banyak lelaki kesulitan mengekspresikan perasaannya, karena pembiasaan sejak kecil. Padahal, menyembunyikan ketidaknyamanan dalam waktu lama, hanya akan melahirkan tekanan. Pada titik tertentu, tekanan ini justru menyebabkan seseorang mengalami depresi. Dari yang paling ringan, hingga yang paling berat.

Beruntung, ada sarana mudah untuk menyalurkan tekanan tersebut secara positif dan konstruktif. Studi yang dilakukan Wong & Rochlen menemukan fakta bahwa dengan menulis topik-topik emosional, dapat membantu remaja laki-laki yang kesulitan mengekspresikan emosi mereka. Dengan cara ini, dirinya tumbuh dengan kecerdasan emosional yang baik sebagai lelaki dewasa.

Studi Wong & Rochlen ini meneliti manfaat psikososial dari menulis. Sejumlah 158 siswa laki-laki secara acak ditugaskan melakukan penulisan eksperimen. Partisipan menulis selama 20 menit setiap hari, dalam kurun waktu 3 hari. Empat minggu setelah intervensi menulis, partisipan melaporkan penurunan tekanan psikologis yang secara signifikan.

Remaja laki-laki merasakan perasaan nyaman setelah menulis. Hal ini bisa menjadi sarana mengekspresikan emosi yang terpendam, yang sering kali sulit dilakukan dengan ucapan lisan. Dengan menulis, bisa memperluas jangkauan perasaan –yang tak bisa dijangkau dengan ucapan lisan.

Menulis dan Penyaluran Perasaan Bagi Perempuan

Jika studi Wong & Rochlen menyatakan manfaat menulis ekspresif baik bagi laki-laki, studi berikut ini memberikan hasil yang menyeimbangkan. Grace Ann Wilbanks (2018) dari University of Mississippi melakukan studi yang menyelidiki manfaat ekspresif menulis pada mahasiswa. Sebanyak 255 mahasiswa Universitas Mississippi menjawab pertanyaan untuk menilai kesedihan atau depresi mereka, kebahagiaan, dan penyesuaian kegiatan di kampus.

Mahasiswa yang melakukan menulis ekspresif menunjukkan tingkat kesedihan atau depresi yang lebih rendah. Studi juga memberikan petunjuk, bahwa proses menulis ekspresif pada perempuan memberikan dampak lebih nyata daripada laki-laki. Dengan demikian –menggabungkan dua studi ini, pada dasarnya menulis ekspresif memberikan dampak positif baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Menulis tentang peristiwa traumatis, stres atau emosional terbukti menghasilkan peningkatan kesehatan fisik dan psikologis. Peserta diminta untuk menulis selama 15 – 20 menit sebanyak 3 – 5 kali. Mereka yang melakukannya umumnya memiliki hasil fisik dan psikologis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menulis tentang topik netral (Karen A. Baikie & Kay Wilhelm, 2018).

Menulis Meningkatkan Regulasi Emosi

Dennis Relojo-Howell (2016) merincikan sangat banyak kemanfaatan menulis ekspresif bagi kesehatan manusia. Dalam suatu survei, partisipan diminta menulis ekspresif selama 15 menit setiap hari, selama empat hari berturut-turut.

Menulis ekspresif terbukti mampu meningkatkan kebugaran, meningkatkan konsep diri remaja, membantu orang dengan cedera traumatis serta meningkatkan kemampuan pengaturan emosi, respon fisiologis dan juga perilaku.

Ternyata dengan menulis ekspresif, kemampuan regulasi emosi atau pengaturan emosi menjadi lebih baik. Hal ini karena menulis –berbeda dengan sekedar bicara—memerlukan pemikiran yang lebih mendalam. Saat kita berbicara tentang perasaan, mungkin saja kita tidak perlu berpikir tentang sistematika. Namun menuliskan perasan, membuat kita melakukannya secara lebih sistematis.

Qian Lu & Annete L. Stanton (2009) melakukan studi menulis ekspresif dikaitkan dengan konteks etnik. Pengungkapan emosional secara tertulis dilaporkan memberikan berbagai manfaat pada kesejahteraan fisik dan psikologis. Penelitian ini –meski dikaitkan dengan sisi etnik, namun tetap memberikan hasil yang konsisten.

Bahwa menulis ekspresif memberikan manfaat dalam perbaikan perasaan dan kondisi psikologis seseorang. Bahwa menulis ekspresif bisa meluaskan jangkauan perasaan manusia. Perasaan yang tidak bisa dinyatakan dengan lisan, bisa tercurah lewat tulisan.

Selamat menulis, selamat menikmati kenyamanan perasaan.

Bahan Bacaan

Dennis Relojo-Howell, What Are the Benefits of Expressive Writing? 16 November 2016, https://www.psychreg.org

Grace Ann Wilbanks, Analyzing the Use of Expressive Writing Among College Students, University of Mississippi, 2018, https://egrove.olemiss.edu

Karen A. Baikie & Kay Wilhelm, Emotional and Physical Health Benefits of Expressive Writing, 2 Januari 2018, Cambridge University Press, https://www.cambridge.org, DOI: https://doi.org/10.1192/apt.11.5.338

Qian Lu & Annete L. Stanton, How Benefits of Expressive Writing Vary as a Function of Writing Instructions, Ethnicity and Ambivalence Over Emotional Expression, 7 Maret 2009, https://doi.org/10.1080/08870440902883196

Y. Joel Wong & Aaron B. Rochlen, Potential Benefits of Expressive Writing for Male College Students with Varying Degrees of Restrictive Emotionality, Psychology of Men & Masculinity, April 2009, https://doi.org/10.1037/a0015041

2 thoughts on “Menulis Memperluas Jangkauan Perasaan

  1. Alhamdulillah…dengan membaca postingan tulisan tulisan gurunda semangat menulis selalu ada menggebu tanpa malu. Semoga bisa istiqomah.terima kasih ustadz Cahyadi Takariawan

  2. Alhamdulilla perasaan ini inginnya nulis terus ….he …walau masih banyak kekurangan….trmksh banyak Pak Cah motivasinya di pagi ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *