.
Oleh : Ida Tahmidah (Alumni Kelas Emak Punya Karya Batch 4)
“Tetaplah belajar, banyak berlatih, mencoba hal yang baru untuk meningkatkan kualitas tulisan, meskipun sudah memiliki banyak karya dan penghargaan” —Ida Tahmidah.
.
Berada dalam sebuah grup yang digawangi seorang penulis sekelas Pak Cahyadi Takariawan memang banyak mendapat inspirasi. Sebagai penulis yang sangat produktif Pak Cah -biasa beliau dipanggil- selalu menyebarkan energi kebaikan dan semangat kepada para anggota grupnya.
Hampir tiap hari Pak Cah memberi motivasi untuk menjadikan menulis sebagai sebuah kebiasaan atau habit. Tidak hanya berteori, beliau mencontohkan dengan disiplin tiap hari menyebarkan tulisan kepada anggota grupnya. Penulis produktif yang sudah menulis lebih dari 55 buku ini memang patut menjadi tauladan di dalam upaya Agar Menulis Menjadi Sebuah Kebiasaan kita.
Beberapa judul tulisan pemberi semangatnya antara lain adalah Membuat Menulis Menjadi Aktivitas yang Mengasyikan, Meraih Kepuasan dalam Menulis, Lima Manfaat Menulis Rutin Setiap Hari, 4 Cara Membangun Kebiasaan Menulis, Unstoppable Writing Habit, Mencetak Habit Tanpa Sulit, Mengapa Banyak Orang Berhenti Menulis? dan masih banyak lagi tulisan penyemangat lainnya.
Pak Cah dan istrinya Ida Nurlaela memang sosok yang selalu menyebarkan kebaikan. Saya suka berada dalam lingkaran pertemanannya. Sebenarnya jauh sebelum ini, beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2017 saya sempat bertandang langsung ke rumahnya yang membuat saya menulis tulisan yang berjudul Aha Moments Skyscanner Indonesia: Di Yogyakarta, Aku Bertemu “Malaikat”
Sebuah tulisan yang menggambarkan kebaikan pasangan Pak Cah dan Bunda Ida yang saya dengar dari orang-orang terdekatnya. Tak lupa juga pengalaman beberapa malam menjadi tamu di rumah beliau yang luas dan selalu ramai dengan tamu. Sebuah tulisan yang akhirnya membawa saya menjadi finalis lomba menulis dan pemenang katagori vote.

Agar Menulis Menjadi Sebuah Kebiasaan
“Saya belajar untuk menetapkan waktu yang tepat untuk menulis, karena tiap orang akan berbeda-beda” –Ida Tahmidah.
Kembali kepada motivasi menulis dari Pak Cah ini, begitu banyak tulisan yang beliau bagikan, apakah berdampak pada semangat menulisku? Hehe… sebetulnya pada keinginan ada pastinya, tapi di tataran praktek saya memang belum memulainya.
Paling tidak kehadiran tulisan Agar Menulis Menjadi Sebuah Kebiasaan ini mudah-mudahan merupakan sebuah langkah awal agar menulis menjadi sebuah kebiasaan. Jelas tulisan ini merupakan dampak dari tiap hari dikirim penyemangat terus. Tinggal mungkin bagaimana kemudian saya menjadikan penyemangat ini menjadi sebuah tekad untuk bisa saya praktekan dalam kehidupan saya sehari-hari.
Di dalam tulisannya yang berjudul 4 Cara Membangun Kebiasaan Menulis Pak Cah mengambil referensi dari tulisan Hazel Clementine yang berjudul “4 Ways to Build an Unstoppable Daily Writing Habit”.
Di dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa 4 langkah untuk membangun kebiasaan menulis itu adalah:
- Memilih waktu yang tepat
- Tetapkan target menulis harian
- Tingkatkan proses menulis
- Kembangkan rutinitas sebelum menulis
Jadi dari tulisan itu saya belajar untuk menetapkan waktu yang tepat untuk menulis, karena tiap orang akan berbeda-beda. Kita bisa menentukan waktu yang paling nyaman membuat kita menulis. Setelah itu tetapkan target menulis harian, misalnya kalau Pak Cah menetapkan target memposting satu tulisan di blognya tiap hari.
Setelah terbiasa menulis kita juga harus meningkatkan proses menulis itu misalnya dari 500 kata per jam, karena sudah terbiasa menjadi hal yang mudah maka kembangkanlah menjadi lebih dari itu. Menurut beliau berhenti berproses merasa sudah hebat akan membuat kita tidak berkembang. Tetaplah belajar, banyak berlatih, mencoba hal yang baru untuk meningkatkan tulisan meskipun misalnya kita sudah memiliki banyak karya dan penghargaan.
Langkah keempat adalah kembangkan rutinitas sebelum menulis ini maksudnya adalah melakukan hal yang sama setiap hari sebelum menulis. Rutinitas dan keteraturan seperti ini akan membuat kita memiliki pola pikir yang tetap untuk duduk dan menulis seperti rutinitas waktu tidur kita.
Empat langkah luar biasa ini akan menjadi sebuah langkah awal untuk kita bisa rajin terus menulis. Semoga saja saya bisa menerapkan ini dalam kehidupan saya, juga mungkin untuk teman-teman semua.
Sangat Banyak Manfaat dari Menulis Rutin
“Bukan tanpa alasan seorang Darius Foroux merekomendasikan kepada kita untuk rutin menulis setiap hari; karena dengan rutin menulis ia mendapat banyak manfaat” –Ida Tahmidah.
Di tulisan yang lain yaitu Lima Manfaat Menulis Rutin Setiap hari, Pak Cah mengambil referensi dari bukunya Darius Foroux yaitu “Why A Daily Writing Habit Improves Your Life?”
Darius adalah seorang blogger yang mengungkapkan bahwa “One of the most important habits that I’ve formed in my life is daily writing” yang artinya kurang lebih adalah salah satu hal yang paling penting yang saya bentuk dalam hidup adalah menulis setiap hari.
Bukan tanpa alasan seorang Darius Foroux merekomendasikan kepada kita untuk rutin menulis setiap hari; karena dengan rutin menulis ia mendapat banyak manfaat. Manfaat yang dirasakan Foroux dengan rutin menulis itu antara lain adalah:
- Menulis Meningkatkan Disiplin Diri
- Menulis Meningkatkan Keterampilan Persuasif
- Menulis Mampu Menumbuhkan Kesadaran Diri
- Menulis Membantu Pengambilan Pengambilan Keputusan Lebih Baik
- Menulis Memperlihatkan Kekuatan Gabungan
Penjelasan dari lima manfaat yang dirasakan oleh Darius Foroux ini bisa teman-teman baca langsung di salah satu blognya Pak Cahyadi Takariawan saja ya. Beliau memiliki banyak blog dan ada blog khusus tentang motivasi menulis yaitu di https://menulis.nurdin.id.
Nah teman-teman semoga dengan menuliskan ini semua bisa jadi motivasi bagi saya untuk memiliki kebiasaan menulis setiap hari. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya.
.
Ida Tahmidah adalah bloger, penulis buku, alumni Kelas Emak Punya Karya Batch 4.
*) Naskah ini telah posting di blog Ida Tahmidah www.idatahmidah.com pada 30 Mei 2021.
