19 September 2026

.

Oleh : Hellen Patraliza (Penulis buku Self Love)

Teruslah menulis, hingga kita menemukan feelnya. Jadikan menulis bagian dari hidup kita” –Hellen Patraliza, 2022.

.

Galau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya kacau tidak karuan (pikiran). Orang yang mengalami kegalauan, jika tidak kuat, maka hati dan pikirannya akan semakin kacau.

Hati yang kosong, akan mudah dimasuki godaan-godaan setan. Begitu juga pikiran yang nelangsa, akan mudah terpengaruh dengan hal yang berpengaruh buruk.

Sebisa mungkin hal tersebut harus kita hindari. Banyak cara agar bisa terhindar dari kegalauan. Salah satunya yaitu dengan menulis. Karena dengan menulis, maka apa yang kita risaukan, akan terjeda.

Mau tak mau, kita harus lebih fokus kepada tulisan kita. Agar yang kita tulis tidak melenceng dari tema yang telah kita tetapkan. Menulis dan fokus, adalah dua hal yang harus ditaati dalam dunia kepenulisan.

Menulis bukanlah hobi ataupun bakat. Menulis adalah suatu pembiasaan. Dengan menciptakan habit menulis dan menjadikannya salah satu kewajiban, maka ada sesuatu yang kurang jika belum dikerjakan.

Menghilangkan Kegalauan

Teruslah berlatih menulis. Karena tidak ada teori menulis terbaik kecuali dengan terus menulis” –Hellen Patraliza, 2022.

Adalah sahabat terdekatku yang sedang mempunyai masalah yang cukup berat dan pelik. Jika tidak karena iman yang kuat, bisa jadi akan bertambah stres dan frutasi.

Tapi tidak untuk sahabatku. Dia religius, dan taat beribadah. Kita semua pasti pernah mengalami sebuah masalah. Terkadang masalah yang kita hadapi begitu rumit dan pelik. Kita tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasinya. Sebagai manusia yang beriman, doa dan ikhtiar adalah yang terbaik dilakukan. Selanjutnya, biar Allah yang memberikan jalan.

Di tengah kegalauan yang sangat rumit dan pelik, sahabatku yang bernama Dani Oktiono mencoba untuk menulis. Tapi bukan menulis tentang kegalauannya.

Dia menulis tentang pengalaman apa saja yang dia alami  saat masih remaja.  Seperti sedang tidak terjadi masalah, Dani terus menulis. Sejenak dia lupakan tentang kegalauan hatinya. Dani berusaha untuk fokus hanya kepada tulisannya saja.

Dengan menulis, segala luapan emosi bisa kita tuangkan. Ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan, bahkan untuk mengatasi kegalauan.

Terus Berlatih

Jika belum bisa menulis yang panjang, tulis apa saja yang bisa ditulis” –Hellen Patraliza, 2022.

Tuhan menciptakan manusia dengan potensi yang sama. Tidak ada perbedaan potensi dalam diri manusia. Mental diciptakan dengan segala potensinya agar manusia mampu mencapai kesuksesannya secara secara optimal.

Kemampuan seseorang dalam menulis merupakan bagian terkecil dari salah satu yang dimiliki manusia. Untuk itulah mengapa kita harus tetap lebih positif terhadap diri sendiri. Karena melalui sikap positif terhadap diri, kemampuan menulis akan semakin terasah dengan baik.

Bagi sebagian orang, menulis merupakan kesulitan besar dalam hidupnya. Karena tidak terbiasa dan kurang percaya diri. Untuk itu perlu adanya menciptakan yang namanya ‘pembiasaan’.

Awalnya tulisan kita jauh dari kata bagus, tapi lama-kelamaan karena terbiasa, maka tulisan kita akan menjadi lebih baik. Kita cukup terus belajar untuk menulis, hingga menjadi prilaku, maka menulis menjadi bagian terpenting dalam hidup.

Menulis menjadi perilaku. Jadikan menulis menjadi bagian dari jiwa yang terukir dari sebuah kebiasaan. Jika belum bisa menulis yang panjang, tulis apa saja yang bisa ditulis. Jangan memedulikan apa yang sudah ditulis.

Teruslah berlatih menulis. Karena tidak ada teori menulis terbaik kecuali dengan terus menulis. Jadikan jari, mata pikiran dan jiwa akan mengenali pola menulis seperti apa yang kita inginkan.

Jika kita sudah terbiasa melihat dan menyusun huruf-huruf, maka tulisan kita, bisa jadi inspirasi bagi tulisan orang lain yang membaca. Perbanyak membaca, agar menambah wawasan bagi tulisan kita. Biasakan menulis, agar kualitas tulisan kita akan semakin baik. Membaca dan menulis bagai dua sisi mata uang, yang tidak terpisahkan.

Tidak ada kata tidak bisa. Dan tidak ada kata tidak mungkin. Yakinkan, bahwa kita bisa, kita mampu. Teruslah menulis, hingga kita menemukan feelnya. Jadikan menulis bagian dari hidup kita.

Hilangkan rasa tidak percaya diri, dan buang rasa galau dengan menulis. Tidak ada yang tidak mungkin. Kecuali jika kita membatasi diri, dan bermental block.

.

Hellen Patraliza, S.Pd, Guru Seni Budaya SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Penulis buku “Self Love, Karena Hidup Itu Sangat Indah”. Berkarya di buku antologi lebih dari 40 buku. Pencipta lagu Mars dan Hymne SMAN 3 Kayuagung.

1 thought on “Menulis Dapat Mengatasi Rasa Galau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *