.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you want to be a writer, you have to force the writing time in” –Tiana Warner.
.
Kesibukan adalah alasan sekaligus kambing hitam untuk disalahkan ketika seseorang tidak bisa menulis. “Saya sangat sibuk”, adalah ucapan semua orang. “Saya tidak punya waktu”, juga menjadi ucapan semua orang.
Hidup di zaman cyber, di era revolusi industri 4.0, membuat semua orang merasa sibuk. Segala sesuatu, bisamenjadi sumber kesibukan baru. Sibuk nonton youtube, sibuk bikin video untuk tiktok, sibuk bikin konten untuk instagram, sibuk berbalas chatting di grup whatsapp, dan ribuan kesibukan lainnya. “Demi masa, sesungguhnya semua manusia berada dalam kesibukan”,kira-kira demikian ungkapan untuk menggambarkan keadaan manusia pada era Society 5.0 saat ini.
Maka benarlah, bahwa hidup itu pilihan. Anda memilih apa dalam menjalani hidup ini? Apa pilihan Anda untuk memenuhi hari-hari? Jika Anda harus memilih 10 aktivitas rutin untuk anda kerjakan dalam kehidupan keseharian, coba lihat, apa saja daftarnya? Apakah menulis masuk 10 besar daftar kegiatan harian Anda? Jika tidak masuk, jangan mengeluh jika Anda tidak pernah menulis dan tak punya karya tulis di sepanjang hidup Anda.
Tak berlebihan jika Tiana Warner –penulis novel Ice Kingdom, menyatakan, “Jika Anda ingin menjadi penulis, Anda harus memaksakan waktu untuk menulis.” Tanpa punya kekuatan paksa, Anda hanyalah seorang pemimpi yang berada dalam dunia literasi. Bermimpi menjadi penulis, bermimpi memiliki puluhan novel dan puluhan buku esai, namun tak pernah memaksa diri untuk memberikan waktu untuk menulis.
Pilih yang Paling Sesuai untuk Anda
“Choosing projects that suit you is a great way to avoid getting off track”—Lawson Reinsch.
Ada sangat banyak pilihan dan ragam tulisan. Anda boleh memilih. Caranya, pilih yang paling sesuai dengan jiwa Anda, dengan karakter Anda, dengan passion Anda, dengan kesukaan Anda, dengan selera Anda. Tidak perlu memaksakan diri dalam hal pilihanjenis tulisan –Anda memiliki kebebasan memilih. Yang perlu Anda paksakan hanyalah kemauan menulis dengan menyediakan waktu untuk menulis.
Jika Anda suka fiksi, maka geluti dunia fiksi, dan menulis rutin pada jalur fiksi. Demikian pula jika Anda suka nonfiksi, maka geluti dunia nonfiksi, dan menulis rutin pada jalur nonfiksi. Tidak ada yang lebih unggul atau lebih hebat dari kedua jenis rumpun tulisan tersebut; apakah fiksi atau nonfiksi. Keduanya adalah pilihan bebas sesuai kecenderungan masing-masing.
Demikian pula dalam pilihan yang lebih spesifik. Ketika Anda suka fiksi, Anda boleh memilih untuk menekuni tulisan novel, cerpen, cerbung, puisi atau yang lainnya. Tak ada yang lebih hebat di antara semua jenis tersebut. Semua pilihan bisa mengantarkan Anda menuju posisi hebat. Anda lihat, ada penulis yang terkenal sebagai novelis, ada yang terkenal sebagai cerpenis, ada pula yang terkenal sebagai penyair dengan konsentrasi menciptakan puisi.
Lawson Reinsch, penulis buku PowerHouse menyatakan, ”Memilih projek yang sesuai dengan Anda adalah cara yang bagus untuk menghindari keluar jalur.” Jika Anda telah memilih projek penulisan yang sesuai dengan minat dan kecenderungan Anda, akan membuat Anda bisa konsisten serta mudah menuangkan ide ke dalam tulisan. Anda tidak akan terlempar dari jalur kepenulisan.
Anda tidak perlu bingung saat menyaksikan banyak orang menulis novel, sedangkan Anda menulis cerpen. Anda tidak perlu iri, saat banyak orang menulis esai, sedangkan Anda menulis puisi. Apapun yang menjadi kecenderungan dan passion Anda, bisa Anda geluti dan tekuni hingga mencapai derajat ahli.
Memiliki Komunitas Menulis
“Surround yourself with people who support your dreams; they’ll be important on those days you want to run and hide, of which there will be plenty” –Katie Harrison.
Salah satu daya dukung untuk membuat Anda bisa rutin menulis setiap hari adalah teman dan komunitas menulis. Jika memiliki banyak teman penulis, terlebih bergabung dalam suatu komunitas menulis, Anda akan termotivasi. Setiap hari Anda akan tertantang untuk rutin melahirkan karya tulis.
Suatu ketika Anda merasakan kejenuhan, kelelahan, dan kebingungan dalam proses menulis; komunitas akan memberikan motivasi dan jawaban. Mereka bisa menjaditeman diskusi yang baik –bukan saja dalam dunia literasi. Lebih dari itu bisa terbangun persaudaraan dan persahabatan yang kuat, yang disebabkan oleh kesamaan aktivitas, yaitu menulis.
“Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung impian Anda; mereka akan berperan penting pada hari-hari di mana Anda ingin lari dan bersembunyi, yang mungkin saja sering,” ujar Katie Harrison. Inilah salah satu alasan pentingnya kita bergabung dalam komunitas menulis.
Tantangan dalam komunitas akan sangat memotivasi. Seperti tantangan menulis selama bulan Ramadan, 30 hari menulis, dan tantangan serupa dengan itu, akan memberikan energi dan motivasi rutin menulis setiap hari. Semangat yang kendur, motivasi yang lemah, bisa dikuatkan dan disiram kembali bersama komunitas.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah memaksa diri untuk menyediakan waktu menulis setiap hari? Sudahkah memilih jenis dan rumpun tulisan yang paling sesuai? Sudahkah memiliki teman-teman dan komunitas yang saling menyemangati dalam literasi?
Bahan Bacaan
Colleen M. Story, 30 Quotes to Boost a Writer’s Spirit, https://writingandwellness.com, 26 Desember 2016
