.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“The easiest way to create a new habit is to make it one of the first things you do each day. As each new day progresses, you can be pulled in a number of different directions” –Victoria Lynn-Schmidt, Ph.D.
.
Pada dasarnya Anda akan menjadi penulis, dan tetap menjadi penulis, selama Anda rutin menulis setiap hari. Bukan soal jumlah kata atau karakter yang bisa Anda hasilkan setiap hari. Bukan soal jumlah menit atau jam yang bisa Anda alokasikan untuk menulis setiap hari. Namun soalnya adalah, berapa nilai menulis dalam kehidupan Anda?
Victoria Lynn-Schmidt menyatakan, “Cara termudah untuk menciptakan kebiasaan baru adalah menjadikan hal itu sebagai hal pertama yang Anda lakukan setiap hari. Setiap hari baru datang, Anda dapat ditarik ke sejumlah arah yang berbeda”. Jadi, babnya adalah “manajemen kepentingan” dalam diri kita masing-masing.
Menemukan Seni Mengelola Kegiatan Harian
“Nora Roberts had a lot on her plate when she started writing—and still does—and yet she’s found the time to pen over a hundred and fifty novels. How does she, or how does any author, take on the daily duties of life and of writing at the same time?” –Victoria Lynn Schmidt, Ph.D.
Waktu kita, sehari semalam adalah 24 jam. Ini berlaku sama untuk semua orang tanpa kecuali. Sebagian dari kita mampu menciptakan banyak keajaiban dan produktivitas, dan sebagian lainnya larut dalam kesibukan yang tak membuatnya mampu menciptakan keajaiban dan produktivitas. Sama-sama sibuk, namun hasilnya berbeda.
Lynn-Schmidt menceritakan tentang Nora Roberts, novelis yang sangat produktiif. Nora Roberts memiliki banyak kesibukan ketika dia mulai menulis. Kesibukan itupun masih ada hingga ia menjadi penulis produktif. Namun ia mampu mengelola waktu sedemikian rupa, sehingga berhasil menulis lebih dari seratus lima puluh novel.
“Bagaimana dia, atau bagaimana penulis mana pun, melakukan tugas sehari-hari dalam hidup dan menulis pada saat yang bersamaan?” ujar Lynn-Schmidt. Bukankah Nora Roberts bukan pengangguran yang tak punya kesibukan? Bukankah ia sama dengan ibu-ibu lainnya, yang harus melakukan sangat banyak urusan dalam kehidupan sehari-hari?
“I work on my story when I wake up. No, I don’t lie there and daydream about it. I have my computer open and I’m writing new words or revising old ones. When I do this, 100% of the time I go back to writing/revising later in the day and hit my goals” –Sydney Strand.
Sydney Strand, penulis buku His Favorite Distraction dan puluhan lainnya, menceritakan kebiasaan menulis harian. “Saya menulis novel ketika saya bangun tidur”, ujarnya. “Komputer saya terbuka dan saya menulis kata-kata baru atau merevisi kata-kata lama. Ketika saya melakukan ini, 100% waktu saya kembali menulis atau merevisi di kemudian hari dan berhasil mencapai target saya”, lanjutnya.
Orang-orang seperti Nora Roberts, Sydney Strand, dan sangat banyak penulis produktif lainnya, adalah mereka yang telah mampu menemukan seni mengelola kegiatan keseharian. Mereka mampu menikmati berbagai kesibukan dalam ritme yang teratur, di mana menulis adalah salah satu yang menjadi ritme harian.
Jangan Salahkan Diri Anda untuk Tidak Menulis
“When you say you don’t have the time, what you are really saying is: Something else is more important right now than writing” –Victoria Lynn Schmidt, Ph.D.
Jika menulis itu tidak penting bagi Anda, meskipun Anda punya banyak waktu, pasti tak akan menulis sesuatu. Inilah yang sesungguhnya terjadi. Sebagaimana diungkapkan Victoria Lynn-Schmidt, “Jika Anda mengatakan bahwa Anda tidak punya waktu, sesungguhnya Anda sedang mengatakan ‘ada banyak hal lain yang jauh lebih penting daripada menulis’”.
Jika memang menulis tidak penting, jika memang menulis tak ada maknanya bagi Anda, maka berhentilah menyalahkan diri sendiri bahwa Anda tidak pernah menulis. Jangan salahkan diri Anda untuk tidak mengikuti komunitas penulis, jika menulis itu tidak penting bagi kamu. Jangan salahkan diri Anda untuk tidak pernah memiliki karya tulis, jika buku itu tidak penting bagi kamu.
“Are all these other tasks you’re completing, all of them, more important to you than writing? If so, then stop beating yourself up about not writing and put this book down” –Victoria Lynn-Schmidt.
“Jika semua aktivitas lain yang kamu lakukan menurut kamu lebih penting daripada menulis, maka berhentilah menyalahkan diri sendiri tentang tidak menulis, dan berhentilah menyalahkan diri sendiri bahwa kamu tidak pernah membuat buku seumur hidupmu”, ujar Lynn-Schmidt.
Maka menjadi sangat penting untuk selalu bertanya, seberapa penting menulis bagi Anda? Seberapa besar makna menulis dalam kehidupan Anda? Apa alasan paling mendasar menulis untuk mengisi hari-hari Anda?
Saat Anda menetapkan bahwa menulis itu tidak penting, maka berhentilah berobsesi menjadi penulis. Lakukan hal-hal lain, dan fokuslah pada hal-hal yang menurut Anda lebih penting. Di titik itu Anda akan produktif.
Bagaimana dengan Anda? Sepenting apa menulis bagi Anda? Selamat menghasilkan karya.
Bahan Bacaan
Sydney Strand, Being a Productive Mom Writer, https://thinkingthroughourfingers.com, 21 Juni 2016
Victoria Lynn Schmidt, 4 Tips for Making Time to Write, https://www.writersdigest.com, 3 April 2008
