.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter” –Dan Poynter.
.
Tahun 2022 sudah bergerak beberapa hari. Apakah di tahun 2022 ini masih tetap menunggu ide atau inspirasi untuk menulis? Apakah di tahun 2022 ini Anda masih tetap menunggu mood untuk menulis?
Padahal Anda sudah tahu rumusnya, jika Anda menunggu inspirasi untuk menulis, Anda bukanlah writer. Anda adalah waiter. Kali ini saya ajak Anda belajar kepada Harper Lee, bagaimana bisa menulis tanpa harus menunggu inspirasi.
Harper Lee (1926–2016) menyelesaikan naskah buku To Kill a Mockingbird, pada tahun 1959. Buku ini yang membuat dirinya terkenal dan sekaligus berhasil memenangkan Penghargaan Pulitzer.
Segera setelah itu, ia membantu Truman Capote menulis artikel untuk The New Yorker yang kemudian berkembang menjadi karya nonfiksi, In Cold Blood. Pada tahun 2015, Lee menerbitkan novel keduanya, Go Set a Watchman.
Penulis itu Harus “Tebal Muka”
“I would advise anyone who aspires to a writing career that before developing his talent he would be wise to develop a thick hide” –Harper Lee.
Harper Lee memiliki nasihat yang sangat bagus untuk Anda yang tengah belajar menulis atau berproses menjadi penulis. Menurut Lee, sebelum mengembangkan kemampuan menulis, yang harus Anda kembangkan adalah “tebal muka”.
Mengapa demikian? Sebab jika Anda “tipis muka”, membuat Anda selalu tidak percaya diri untuk menulis dan memublikasikan tulisan. Banyak penulis pemula yang merasa malu dan tidak yakin terhadap hasil tulisannya. Dampaknya ia selalu maju mundur dalam proses menulis.
Seperti yang pernah saya sampaikan dalam serial Menjadi Penulis Anti Baper, banyak penulis yang mudah terpengaruh oleh fenomena medsos. Berharap mendapat banyak likers, berharap tulisannya memiliki efek viral, berharap tulisannya dishare banyak orang. Keinginan seperti ini –berimpitan dengan ketakutan mendapat komentar negatif, dan khawatir tidak ada yang like tulisannya.
Anda akan menjadi penulis produktif, jika bisa bersikap ‘thick hide’ atau masa bodo terhadap komentar pembaca. Jika Anda masih ketakutan untuk mendapat kritik serta komentar negatif, maka Anda akan sulit produktif menulis.
Jangan bersemangat menulis karena pujian, dan jangan berhenti menulis karena kritikan. Menulislah karena Anda punya tujuan.
Penulis Harus Disiplin
“Writing is a process of self-discipline you must learn before you can call yourself a writer. There are people who write, but I think they’re quite different from people who must write” –Harper Lee.
Disiplin adalah kunci sukses dalam semua bidang kehidupan. Anda akan sukses menjadi penulis apabila memiliki disiplin menulis. Anda memiliki mentalitas sebagai penulis, yang bekerja setiap hari pada waktu yang sudah Anda siapkan.
Bukan soal berapa banyak waktu yang dialokasikan untuk menulis, namun seberapa disiplin menggunakan waktu tersebut. Walau hanya 10 menit atau 15 menit, jika disiplin setiap hari menulis, Anda akan menjadi penulis produktif.
Dalam sebuah wawancara tahun 1964 Lee berkata, “Menulis adalah proses disiplin diri yang harus Anda pelajari sebelum menyebut diri sebagai seorang penulis. Ada orang yang menulis, tapi menurut saya mereka sangat berbeda dengan orang yang seharusnya menulis.”
Tanpa disiplin, semua rencana dan target Anda untuk tahun 2022 hanyalah mimpi belaka. Anda akan bisa menggapai semua target Anda, dengan sikap disiplin.
Menulis Adalah Hadiah
“Hope for the best and expect nothing. Then you won’t be disappointed” –Harper Lee.
Bolehkah menulis untuk mendapatkan kekayaan dan popularitas? Tentu saja boleh. Namun Harper Lee mengingatkan, agar berharap yang terbaik dan tidak mengharapkan (imbalan) apa pun. Dengan cara seperti itu, Anda tidak akan kecewa.
Popularitas dan kekayaan itu tampak seperti matahari bagi orang yang belum mencapainya. Terang, cerah, menyilaukan. Namun tak sedikit orang yang terbakar dan hangus saat sudah mencapainya.
Saat belum populer dan belum kaya, membayangkan betapa bahagianya orang yang memiliki popularitas mendunia, dan memiliki kekayaan tak terkira. Maka mereka berjuang dan bekerja keras mendapatkannya melalui berbagai macam cara. Namun, jika sudah berhasil mencapai, apakah itu benar-benar akan membahagiakan?
Menurut Lee, penulis sejati tidak menulis untuk popularitas atau uang. Penulis sejati tahu bahwa menulis itu sendiri adalah hadiah. Bisa menulis, bisa rutin menulis, bisa menghasilkan kartya tulis –itu adalah hadiah indah.
Bagaimana dengan Anda? Apa langkah Anda untuk menjadi penulis produktif?
Bahan Bacaan
Brian Rowe, 5 Quotes by Harper Lee to Make You a Better Writer, https://writingcooperative.com, 5 Maret 2021
Loretta Ellsworth, What Harper Lee Taught Me About Writing and the Writing Life, https://www.writermag.com

Bismilah. Iya, saya ingin menjadi penulis yang produktif, bisa menulis adalah suatu hadiah, kenyamanan tersendiri, namun saya belum disiplin, semoga tahun 2022 ini bisa disiplin walau hanya 10/15 menit. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.