.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Di antara kendala yang dihadapi saat menulis adalah mengantuk. Dengan alasan perlu istirahat, maka laptop ditutup, dan tidur. Ternyata kondisi ini berulang-ulang. Mengantuk lagi dan lagi. Tidak menulis lagi dan lagi.
Pertanyaannya, mengapa mengantuk saat menulis? Tentu jawaban setiap orang berbeda-beda. Tergantung situasi dan kondisi. Berikut beberapa alasan mengapa mengantuk saat menulis?
- Tidak mengetahui tujuan menulis
Ketika tidak mengetahui untuk tujuan apa Anda menulis, akan memudahkan Anda lemah semangat. Anda bingung saat menulis. Memilih kata-kata, menyusun kalimat, namun tidak pernah berhasil. Karena memang tidak tahu apa yang akan dituliskan. Tidak tahu untuk apa Anda menulis.
“You need to know why you write” –Ruthanne Reid
Anda harus mengetahui, untuk tujuan apa Anda menulis? Apakah menulis untuk katarsis? Menulis untuk melepas beban perasaan yang menekan? Menulis untuk menyampaikan ide dan pendapat. Menulis untuk mengedukasi masyarakat, atau tujuan apapun yang spesifik.
“On those days, when your writing seems like something no one would ever want to read, it is essential to have an answer to the question of why you write” –Ruthanne Reid
- Merasa frustrasi karena mengalami kesulitan menulis
Beberapa orang, setelah mengalami kesulitan yang tidak bisa dipecahkan, memudahkan dirinya untuk megantuk. Ia merasa frustrasi setelah kesulitannya tidak bisa diselesaikan. Kerumitan menulis yang dialaminya, membuat ia memilih menutup laptop dan tidur.
“As writers, it’s easy to feel frustrated after our focus becomes hijacked by distractions” –Blake Powell, 2017
Maka selalu usahakan mencari solusi atas setiap kesulitan menulis. Anda bisa bertanya kepada mentor menulis. Anda bisa mengikuti kelas menulis. Anda bisa mengikuti komunitas menulis. Agar bisa mendapatkan solusi atas setiap kesulitan menulis.
- Merasa tidak nyaman karena mendapat banyak kritikan
Kadang sebuah tulisan yang diposting melalui media sosial, menuai banyak kritik dan komentar negatif. Untuk orang-orang yang tidak siap mendengar kritik dan komentar negatif, mereka akan merasakan tekanan ketidaknyamanan. Suasana tertekan ini menyebabkan dirinya lemah semangat. Maka menjadi mudah mengantuk.
“Share your stuff with a few encouraging friends. If you’re crippled by the fear of being criticized or even ignored for your writing work, consider sharing it with a few friends before releasing it to the public world” –Blake Powell, 2017
Jika merasakan ketidaknyamanan seperti ini, Anda bisa sharing kepada teman-teman sesama penulis untuk mendapatkan pengalaman mereka. Jangan biarkan Anda ditekan ketidaknyamanan yang membuat Anda lemah semangat. Kelemahan semangat inilah yang memudahkan mengantuk.
- Karena kurang istirahat
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang terlalu lelah. Beberapa hari kurang istirahat, sangat sedikit waktu untuk tidur. Jika seperti ini kondisinya, maka wajar jika mengalami mengantuk. Bukan hanya dalam menulis, namun juga mengantuk dalam kegiatan lainnya.
“Optimize your sleeping conditions. Invest in a better pillow. Get the maximum amount of sleep you need to become effective but not drowsy” –Blake Powell, 2017
Maka istirahatlah dengan cukup. Tidur antara 6 hingga 8 jam adalah cukup bagi orang dewasa. Maka upayakan selalu mencukupkan istirahat. Jika perlu, siapkan tempat tidur yang membuat Anda bisa tidur nyenyak serta berkualitas.
- Bingung Memulai Menulis
Saat mengalami kebingungan dalam memulai menulis, seseorang akan menghabiskan waktu di depan laptop, hingga merasa lelah. Sudah beberapa menit berlalu, duduk menghadap layar laptop, belum ada kalimat yang berhasil ditulis. Jenuh karena tidak segera bisa menulis, maka akhirnya mengantuk.
“If you’re having trouble getting started, set a timer for fifteen minutes and just write. Clean off your desk and open up a blank word document on your computer or a loose leaf sheet of paper and allow your thoughts to scramble and spill out onto the paper in front of you” –Blake Powell, 2017
Jika Anda mengalami kebingungan, mulai saja memulai dengan tema yang lain. Jangan biarkan Anda berlama-lama berada dalam kebingungan memulai menulis, yang membuat Anda mengantuk. Segera pindah tema lain, dan menulis yang mudah untuk Anda tulis.
Tetaplah Menulis
Ketika merasa mengantuk, tentu saja Anda berhak untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran Anda. Akan tetapi, Anda harus mengetahui jenis mengantuk mana yang sedang Anda hadapi?
Tidak setiap mengantuk harus Anda turuti dengan tidur atau istirahat. Bisa jadi, Anda hanya memerlukan sedikit refreshing dengan melihat pohon-pohon hijau dan bunga-bunga, dengan udara yang semilir di luar ruang. Bisa jadi Anda hanya memerlukan sedikit jawaban atas kesulitan yang tengah Anda hadapi.
Maka tetaplah menulis. Jangan memudahkan diri untuk istirahat saat merasa ngantuk. Bisa jadi Anda hanya memerlukan orange juice segar untuk kembali membuka pikiran Anda.
“The thing you must realize is that doing something to push your writing forward into the world is always better than doing nothing at all” –Blake Powell, 2017
Selamat menulis, selamat mengubah dunia melalui kata-kata.
Bahan Bacaan
Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017, https://writingcooperative.com
Ruthanne Reid, Why Do You Write? https://thewritepractice.com

Saya sering mengantuk ketika menulis jika sudah larut malam. Namun akhir-akhir ini mudah sekali terlelap akibat kurang enak badan. Dengan mendengarkan murotal atau lagu kesukaan bisa mengatasi mengantuk di saat menulis. Syukran ustdz. Cahyadi Takariawan.