.
Oleh: Siti Husnul Khotimah (Alumni KMO Basic Batch 27 / 2019)
“Tidak selamanya paksaan itu buruk, justru paksaan menulis menciptakan kebaikan” –Husnul Khotimah, 2022.
.
Menulis merupakan hal yang gampang tapi sulit. Gampang, jika rutin melakukan latihan. Sulit, jika tidak mau menyempatkan diri.
Memberi kesempatan pada diri sendiri dan menciptakan waktu luang adalah dua hal yang berpotensi untuk menyelesaikan tulisan. Misalnya seseorang mempunyai banyak ide, namun,tidak memberikan kesempatan dan waktu luang pada diri sendiri untuk menuliskannya, maka ide itu akan menguap begitu saja.
Bagaimana cara agar bisa konsisten menulis? Saya memiliki pengalaman kecil berikut ini.
Mengikuti Challenge
“Pengalaman pribadi saya, mengikuti challenge sangat memberikan kontribusi kedisiplinan menulis” –Husnul Khotimah, 2022.
Salah satu cara yang memaksa kita untuk tetap menulis adalah mengikuti challenge atau tantangan. Tentu saja challenge hanyalah motivasi dari luar, kembali lagi pada niat sang calon penulis. Mau atau tidak memberikan dan memanfaatkan peluang yang diciptakan sendiri. Setidaknya dengan mengikuti challenge akan terangsang untuk menyelesaikan sebuah tulisan.
“Challenge sulit sekali ditemukan”, demikian yang kadang menjadi alasan. Enggak, enggak sulit sama sekali. Carilah di grup-grup kepenulisan di dunia maya, baik itu whatsapp, facebook atau mungkin menemukan platform lainnya. Itu banyak sekali.
Pengalaman pribadi saya, mengikuti challenge sangat memberikan kontribusi kedisiplinan menulis. Dengan mengikuti challenge tersebut, merupakan sebuah awalan untuk membiasakan diri menulis. Karena saat mengikuti challenge, mau tidak mau, harus menyelesaikan tantangan.
Challenge biasanya ada tema yang diberikan oleh penyelenggara. Dengan tema yang berbeda-beda setiap harinya menuntut kita untuk berpikir lebih keras mencari ide yang sesuai dengan tema. Untuk lebih mudahnya, angkatlah ide yang berkaitan dengan seputar kita. Baik itu masalah pribadi kita maupun kejadian di sekitar kita yang sesuai dengan tema yang diminta oleh penyelenggara
Challenge atau tantangan untuk menulis, selain kita bisa belajar dari teman-teman satu grup yang sedang mengikuti challenge tersebut, kita juga dapat membaca banyak tulisan gratis di sana. Biasanya para pengikut challenge ini kebanyakan adalah penulis pemula. Jadi kita tidak perlu malu atau takut bahwa tulisan kita tidak bermutu.
Karena sama-sama pemula, anggap saja kualitas tulisannya pun sama dengan kita. Yang terpenting adalah dengan mengikuti challenge, kita berani untuk memublikasikan tulisan kita.
Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Menulis
“Merasa sama-sama pemula akan menghilangkan rasa minder dalam menulis” –Husnul Khotimah, 2022.
Beberapa hal yang menumbuhkan rasa percaya diri mengikuti challenge berdasarkan pengalaman pribadi saya adalah:
- Menulis apa yang kita alami.
Menulis apa yang dialami akan lebih mudah mengalir, karena apa yang kita tuangkan adalah kejadian yang tidak perlu riset secara mendalam. Sebagai pelaku, tentunya kita sudah tahu secara detail H1 5W nya dalam tulisan kita.
- Sering membaca tulisan peserta lain.
Membaca tulisan sesama peserta challenge membuat diri merasa bahwa kita adalah penulis yang sama dengan mereka. PEMULA, ya … merasa sama-sama pemula akan menghilangkan rasa minder dalam menulis.
- Jangan berharap like dan komentar.
Jangan pedulikan like atau komen yang sepi. Tanamkan niat yang kokoh bahwa kita menulis bukan untuk orang lain, tetapi, untuk diri sendiri. Abaikan saja like dan komen yang sepi. Anggap saja kita sedang menulis di buku diary. Syukur-syukur kalau ada yang memberi masukan, harus kita terima.
Paksa Diri Anda
“Challenge yang paling mengasyikkan adalah ketika ditantang menulis tentang kehidupan pribadi” –Husnul Khotimah, 2022.
Saya sering mengikuti challenge. Untuk saya pribadi challenge yang paling mengasyikkan adalah ketika ditantang menulis tentang kehidupan pribadi. Kemudahan yang didapat jika mengulas tentang kehidupan pribadi kita adalah kejadiannya nyata. Hal itu memudahkan untuk menuangkan tulisan.
Jika malu ketahuan bahwa itu kehidupan nyata kita, cerita bisa diolah dengan penyamaran nama, kota serta peristiwa. Cerita bisa dipoles sedemikian rupa agar tidak ketahuan kalau itu adalah kisah kita sendiri. Ini menjadi tulisan berjenis fiksi.
Intinya untuk membiasakan diri menulis adalah dengan MEMAKSA diri sendiri untuk terus menulis. Salah satunya adalah dengan mengikuti challenge. Bagaimana dengan Anda?
Lamandau 14 Februari 2022.

Siti Husnul Khotimah adalah alumni KMO Basic batch 27 / 2019. Tinggal di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Benar sekali. Orang yang sudah mempunyai habit menulis semakin terasah dan terarah pola hidupnya. Bismillaah semoga saya pun bisa mengikuti jejak para Penulis yang istiqomah. Terima kasih kak Siti Huisnul Hotimah (nama yang sangat indah).