Oleh : Sri Wahyuni
Kubuka kembali memori saat aku berjumpa dengan kelas menulis ini. Beberapa bulan lalu, tanpa sengaja mataku bertemu dengan sebuah ajakan untuk bergabung dengan kelas. Ada sebuah keinginan kuat untuk ikut bergabung dengan kelas tersebut.
Latar belakangku sebagai guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Bandar Lampung, menjadi salah satu motivasi terkuatku. Hampir setiap hari aku bergelut dengan tulisan. Setiap Kompetensi Dasar selalu diakhiri dengan sebuah karya, berupa tulisan. Laporan hasil observasi, eksposisi, narasi, cerpen, puisi, biografi, negosiasi, debat, prosedur, dan masih banyak lagi jenis tulisan yang aku ajarkan kepada anak didikku.
Aku merasa kemampuanku dalam tulis-menulis masih membutuhkan pengembangan. Aku harus banyak belajar dari sumber mana pun. Terlebih aku mengajari mereka menulis, tapi aku sendiri tak punya karya yang bisa kubanggakan. Aku hanya menulis artikel dan dimuat disebuah buletine sekolah yang kami miliki. Aku sebagai koordinator ekstrakulrikuler Bef@maus. Buletin yang merangkum semua kegiatan dan agenda yang ada di sekolah kami. Tempat dimana anak-anak yang mempunyai hobi menulis berkumpul.
Sebagai seorang pembimbing ekstrakurikuler buletine tentu aku harus memiliki keterampilan tulis- menulis. Kemampuan menulis dan kemampuan mengedit sangat dibutuhkan karena pada akhirnya tulisan anak-anak, akulah yang menentukan layak atau tidak untuk dimuat di buletine Bef@mous. Akan tetapi kembali lagi di awal, kemampuanku dalam menulis masih butuh pengembangan. Akhirnya, aku memberanikan diri mengikuti kelas ini.
Bagaimana awalnya? Kurangkai kembali jejak kepenulisanku di KMO ini, sebagai bahan pengingat supaya perjuangan untuk menjadi penulis bisa abadi. Seperti kata Pak Cah, Menulis untuk keabadian dalam acara penutupan KMO.
3 Februari 2020
[Assalamualaikum saya ingin belajar menulis buku mohon dibantu]
[Wa’alailumsalam.Mohon maaf baru bisa balas pesan kakak. Perkenalkan saya Cahya salah satu admin kelas menulis Alineaku. Sebelumnya kalau boleh tau ini dengan kak siapa di mana?]
[Saya Yuni Mbak. Dr SMA Fransiskus Bandar Lampung]
[Salam kenal ya kak yuni]
[Sebelumnya kalau boleh tau Suka dunia menulis sejak kapan kak?Kakak tertarik mengikuti program belajar menulis ini karena ingin menyalurkan hobi atau ingin membuat karya tulis tertentu kak?]
[Salam kenal … Ini mbak atau mas ya … Saya suka baca sejak kecil… Tapi belum pernah menulis buku. Saya menulis hanya artikel aja yang diterbitkan oleh Buletine sekolah.Saya pengen coba belajar menulis buku.Ga cuma bisa baca buku aja.Tapi bisa menulis buku.Hanya menyalurkan hobi aja mbak. Bukan untuk membuat karya tulis.]
[Baik kak, jadi di kelas menulis ini kakak akan belajar dibimbing oleh Pak Cahyadi Takariawan ya. Sebelumnya apakah sudah pernah mengenal beliau kak? ]
[Belum.Siapakah beliau?Apakah ini Pak Cahya?
[Baik kak saya jelaskan sedikit mengenai profil beliau ya]
MENGENAL LEBIH DEKAT CAHYADI TAKARIAWAN
Cahyadi Takariawan. Teman-teman memanggilnya Pak Cah, bahkan ada yang memanggil Ustadz Cah. Beliau lahir hari Sabtu Pahing 11 Desember 1965, di desa Salam, kecamatan Karangpandan, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Beliau menyelesaikan kuliah di Fakultas Farmasi UGM, kemudian meneruskan Pendidikan Profesi Apoteker di UGM dan bergelar S.Si., Apt.
aktivitas beliau saat ini, antara lain Trainer dan Konsultan di Jogja Family Center (JFC), Ketua Dewan Pembina YP2SU, Staf Ahli Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa, Penulis, dan Senior Editor PT Era Adicitra Intermedia. Juga menjadi anggota IKAL XLV (Ikatan Alumni Lemhannas RI angkatan 45).
Buku yang sudah beliau tulis, dan sudah terbit, sekitar empat puluh judul, di antaranya : Yang Tegar di Jalan Dakwah, Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, Fikih Politik Perempuan, Di Jalan Dakwah Aku Menikah, Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah, Izinkan Aku Meminangmu, Agar Cinta Menghiasi Rumah Tangga Kita, Rekayasa Masa Depan Dakwah, Dialog Peradaban: Islam Menggugat Materialisme, Kitab Tazkiyah, Media Massa Virus Peradaban, Menjadi Pasangan Paling Berbahagia, Panduan Ibadah Ramadhan, Wonderful Series dan lain-lain. Beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai Kompasianer Favorit (tahun 2014)
Bagi beliau menulis semudah bernapas, dan menulis membahagiakan, Mari belajar bersama Pak Cah dan mulai MENULIS SEMUDAH BERNAFAS
SISTEM PEMBELAJARAN ALINEAKU
Jadi setelah kakak terdaftar sebagai anggota kelas menulis, kakak bisa akses materi dari web kami, materi berbentuk video & e-book eksklusif dari masing2 Narasumber
Setelah itu, 2 minggu kemudian Pak Cah akan masuk ke Grup yg telah di buat admin. Dalam sesi ini peserta mengajukan beberapa pertanyaan dan akan dijawab oleh pak cah
Selain itu beliau akan memberikan tugas pertama dan di kirim via email. Tugas diberikan untuk mengetahui seberapa paham peserta dalam mempelajari materi dari beliau.
Kelas ini akan berlangsung selama 3 bulan. Kelas berisi 30% Teori dan 70% praktek.
Akan ada 3 kali penugasan yang bertujuan mengasah kemampuan menulis peserta kak. setelah itu, kakak juga akan memperoleh koreksi yg dikirim via email
Selain penugasan, ada juga Challenge harian, sharing sesama peserta digrup wa, dan diakhir kelas peserta akan memperoleh e-sertifikat.
Untuk hasil akhir penugasan berbentuk naskah. Bagi naskah-naskah terbaik akan kami upload di Official Website kami
Apabila ingin dijadikan sebagai buku kakak juga bisa ikut kelas lanjutan bersama Pak Cah untuk dibimbing menjadi buku.
********
Itulah awal aku mengikuti kelas ini.
Berjumpa dengan teman-teman dari seluruh penjuru tanah air menjadi satu kebahagiaanku. Saling sapa dan terus berlanjut sampai lima bulan lebih saling memotivasi. Senang bisa berkenalan dengan Pak Cah, Bu Ida, Bu Rofi, Bu Lazpiani, Bu Ina, Bu Yenita, Bu Rini, Bu Siti, Bu Sri Khayati, Bu Erni, Bu Leginik, Bu Umzhatul, Umi Fathir, Bu Yeni,Mbak Desi, Bu Ratna, Bu Muslimah, Pak Mus, Pak Mufti, Pak La Oding, Pak Subhan, dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini.
Terima kasih kepada Pak Cah dan Bu Ida yang telah membimbing kami selama lima bulan lebih sehingga kami bisa memahami tentang kepenulisan. Meski saya pribadi masih harus banyak belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Terima kasih atas motivasi yang diberikan setiap pagi. Pencerahan pagi yang selalu luar biasa. Terima kasih Pak Cah berkenan membaca tulisan saya dan memberi masukan yang sangat berati bagi saya.
Terima kasih kepada Bu Ida yang berkenan mengajari saya banyak hal.
Akhirnya, Minggu 5 Juli 2020, KMO sampai di ujung sesi. Penutupan dilakukan dengan zoomeeting bersama Pak Cah dan para peserta KMOBatch29 dan Positif Writiting Class.
Menulis untuk Keabadian adalah tema pertemuan akhir kelas KMO. Menulis adalah kebaikan yang abadi. Tulisan adalah ibadah. Tulisan adalah sumber perubahan. Tulisan adalah identitas. Tulisan menciptakan persahabatan dan persaudaraan. Tulisan mengajak Anda keliling dunia. Tulisan melahirkan energi. Tulisan memberikan pemasukan ekonomi. Itulah materi yang Pak Cah sampaikan di akhir kelas ini.
Pada akhir acara Pak Cah menyampaikan terima kasih kepada para peserta kelas KMO dan permohonan maaf jika banyak hal yang tidak diinginkan. Pak Cah masih memberi kesempatan kepada peserta kelas KMO yang masih tergabung dalam grup untuk mengajukan pertanyaan berkaitan dengan tulisan. Bagi peserta yang dalam proses menulis buku boleh meminta masukan kepada beliau.
Terima kasih kepada Pak Cah atas kesempatan yang diberikan kepada peserta kelas KMO. Meskipun kelas Basic telah berakhir, akan tetapi Pak Cah masih bersedia mendampingi.Saya secara pribadi juga mohon maaf jika selama belajar menulis bayak hal yang kurang berkenan.
Semoga Pak Cah dan keluarga selalu sehat dan terus menginspirasi. Semoga semua sahabat KMO selalu sehat. Terus berkarya dan terus mengembangkan diri.
Salam hangat dari saya, Sri Wahyuni dari Bandar Lampung.
Bandar Lampung, Senin, 6 Juli 2020
Keterangan
*) Sri Wahyuni adalah alumni Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku Batch 29 / 2020
*) Judul asli : Jejak Kepenulisan di KMO

Keren Bu Yuni….
Seneng deh bacanya….jejak Aleniaku
KMOBATCH29, terekam jelas
bahagia ikutan kelas ini…..ada banyak teman hebat yang saling menyemangati…terimakasih gurunda pak Cah
Wah, berarti sebentar lagi kami dari KMO NonFiksi Batch30 akan berpisah juga dengan Pak Cah ya. Waduhhh…. Belum siap. Saya pikir kami masih lama bergabung dengan Pak Cah di Batch 30. Bagaimana ini…. (Wajah memelas).