19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Jika kita perhatikan, sangat banyak status di facebook yang hanya berupa gerutuan atau ocehan, tanpa ada makna. Saya ambil contoh postingan, dari beberapa akun Facebook secara acak. Perhatikan postingan berikut ini.

“Hujan teruuuuuuuussssssss………”

“Lg maleeeeeeessss bngt.”

“Dingiiiiinnnn…”

“Gw laper berat nih”

“Lagi bete”.

Masih banyak comtoh update status yang tidak bermakna seperti ini. Sebagian yang lain menulis curhat atau curcol. Sebagian yang lain bahkan menulis hal-hal yang tidak etis atau tidak patut.

Gunakan Semua Media untuk Menebar Kebaikan

Hendaknya kita selalu memilih untuk menjadi ‘positif’, memiliki kehidupan yang meaningful life. Hidup yang bermakna, hidup yang memberikan kebermanfaatan bagi orang lain.

Kita boleh saja mengakses serta menggunakan berbagai macam media sosial, namun hendaknya menggunakan hanya untuk kebaikan. Jangan sekedar untuk narsis, untuk ‘nggaya’, atau untuk hal-hal yang tidak ada kemanfaatannya.

Bagi Anda yang beragama Islam, pasti sangat memperhatikan sabda Nabi Saw berikut:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976).

Kata-kata “ma la ya’nih” – hal yang tak ada artinya, sama dengan keisengan atau kesia-siaan. Maka hendaknya kita menghindari update status dengan konten yang tidak memberi manfaat kebaikan.

Jika menulis sesuatu yang tak bermanfaat saja harus dihindari, apalagi jika menulis sesuatu yang bisa melukai atau menyakiti orang lain. Tentu harus lebih dihindari lagi. Bagi Anda yang bergama Islam, tentu harus mengamalkan petunjuk Nabi Saw berikut.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).

Jangan sampai membuat status atau postingan yang –dengan sengaja—menyakiti orang lain. Apalagi menebar hoax dan perpecahan atau permusuhan.

Facebook untuk Posting Tulisan

Anda tidak harus memiliki blog atau web sendiri untuk posting tulisan. Anda juga tidak harus menumpang platform terbuka seperti Kompasiana atau Gurusiana.

Dengan sangat mudah, Anda bisa menjadikan facebook sebagai saran untuk publikasi tulisan. Ini adalah salah satu sarana belajar menulis, juga sarana menebar kebaikan secara luas melalui tulisan.

Terlebih pada Anda yang sudah akrab dengan facebook, hendaknya bisa Anda optimalkan sebagai sarana menebar kebaikan. Jangan hanya menjadikan facebook sebagai sarana narsis dan sosialita semata. Jadikan sebagai sarana posting tulisan yang bermanfaat.

Saat ini, facebook menyediakan ruang yang mampu memuat 63.206 karakter dalam sekali postingan. Ini sungguh sangat luas. Seandainya dimanfaatkan semuanya, sudah menjadi sarana publikasi tulisan yang amat banyak. Bandingkan saja dengan Instagram yang hanya 2.200 karakter, bahkan twitter hanya 240 karakter sekali twit.

Yang dimaksud dengan karakter (character) adalah setiap huruf, tanda baca, seperti titiik, koma, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip dan spasi (spaces). Masing-masing dihitung sebagai satu karakter. Tentu saja karakter berbeda dengan kata (words). Dalam satu kata, terdiri dari beberapa karakter, sesuai dengan jumlah huruf yang terdapat pada kata tersebut.

Dengan jumlah karakter yang sangat banyak, Anda bisa posting cerita pendek melalui facebook. Anda bisa membuat artikel, opini, esai, puisi, kisah berhikmah dan tulisan apapun untuk facebook. Jika Anda menulis novel, Anda bisa memuatnya secara bersambung melalui facebook.

Jika artikel Anda panjang, lebih dari 23.000 karakter –misalnya untuk bahan buku, maka bisa Anda jadikan berseri. Rata-rata buku yang tebalnya sekitar 200 halaman ukuran A5, terdiri dari 200ribu karakter.

Jika Anda menulis sehari 2.000 karakter saja, maka dalam waktu 100 hari, Anda sudah memiliki tulisan sebanyak 200ribu karakter. Anda bisa menjadikannya sebagai buku. Ini yang saya sebut sebagai program Seratus Hari Satu Buku (SHSB). Beberapa orang sudah sukses melakukan cara ini untuk membuat buku.

Tulis 1.000 karakter saat pagi, dan posting di facebook. Tulis 1.000 karakter saat malam, dan posting di facebook. Maka sehari Anda sudah memposting 2.000 karakter. Rutinkan, disiplinkan, dan hitung hingga 100 hari. Jadi deh buku Anda.

Selamat menulis, selamat mempublikasikan tulisan melalui facebook.

Bahan Bacaan

Andrew Kunesh, The Ultimate Guide To Social Media Post Lengths In 2020, https://fanbooster.com, 5 Februari 2020

7 thoughts on “Facebook Sebagai Sarana Menulis – 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *