20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Menulis itu merekam pengalaman, pengetahuan, perasaan, hikmah ke dalam bentuk tulisan. Maka sumber ide atau sumber inspirasi menulis, bisa hadir dari kehidupan sehari-hari. Bahkan dari diri kita, keluarga, masyarakat, aktivitas, hobi dan pekerjaan rutin yang kita geluti.

Berikut delapan hal yang ada di sekitar kita, yang bisa dijadikan sebagai ide untuk menulis buku.

  • Merekam Kegiatan Harian

Tak perlu bingung mencari ide untuk menulis buku. Anda bisa merekam kegiatan harian, untuk dijadikan kenangan. Di tahun 2000 saya pernah menulis buku Memoar Cinta, yang merekam kegiatan harian saya dalam suatu rangkaian perjalanan.

Ida Kusdiati memilih tema kehidupan keseharian untuk ditulis menjadi buku “Khatulistiwa Cinta”, di Kelas Emak Punya Karya. Semua kisah saat membersamai suami, anak-anak, dan orangtua. Juga kisah keseharian bersama sahabat, rekan kerja dan organisasi.

Ia memilih ide penulisan dari kehidupan sehari-hari. Ia yakin bahwa segala sesuatu yang dilakukan dan rutin dijalani akan lebih mudah dituliskan. Setelah menetapkan tema, ia mulai mengumpulkan berbagai tulisan yang pernah ditulis sebelumnya.

Di buku itu, ia menuliskan berbagai kejadian keseharian dengan suami, anak-anak, orangtua, teman kerja, petani, tetangga dan organisasi. Semua ditulis dengan renyah, mengalir lincah tanpa beban.

  • Perjuangan Mendidik Anak

Tidak perlu jauh-jauh mencari ide membuat buku. Semua anak Anda adalah ide yang tak ada habisnya untuk ditulis. Saya pernah menulis beberapa artikel di Kompasiana tentang dialog saya dengan anak-anak.

Endang SP Usman membuat buku “Azzam Penggenggam Quran” di Kelas Emak Punya Karya. Inspirasi dari kisah keseharian bersama Azzam, anak pertamanya. Kisah yang sangat mengharukan dalam mengantar anak menjadi hafizh Quran.

Awalnya Endang mengikuti kelas menulis “Jejak Cinta Ananda” (JCA) asuhan bu Ida Nurlaila. Dari situ ia ingin menuang cinta dalam karya, bukan hanya dalam foto dan caption saja. Ia ingin mengenang, membangun, merajut, merawat dan mengabadikan cinta dalam sebuah karya berbentuk buku.

Ia menuliskan cinta, pengorbanan, cita dan asa. Semua diaduk sepenuh rasa. Kisah cinta untuk anak pertama yang diabadikan dalam bentuk buku. Benar-benar ide berasal dari rumahnya sendiri, berbagai dinamika yang dijalani sepenuh cinta.

  • Mengambil Pelajaran

Anda semua pasti memiliki pengalaman, atau mendengar pengalaman orang lain. Ketika Anda berinteraksi dengan banyak orang, berbicara dengan mereka, Anda akan mendapat banyak pelajaran yang bisa dituliskan. Buku Wonderful Family, bermula dari pelajaran yang saya dapatkan di ruang konseling.

Yulia K. Rohima menulis buku “Catatan Pejuang Sakinah” di Kelas Emak Punya Karya. Inspirasi menulis untuk mengabadikan perjalanan aktivitas sehari-hari sebagai konselor keluarga. Didorong oleh keinginan untuk berkontribusi membantu keluarga-keluarga Indonesia menjadi kokoh di tengah berbagai ujian kekinian.

Pengalaman di ruang konseling menghadapi kondisi keluarga sakinah dan keluarga kurang sakinah menjadi ide penulisan buku tersebut. Ia ingin mengajak semua keluarga merawat cinta dan kasih sayang dalam bingkai ridhaNya. Bermula dari masalah orang lain, bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas, jika dituliskan.

  • Berangkat dari Keprihatinan

Ketika Anda mengamati lingkungan sekitar, pasti Anda akan pernah bertemu kejadian atau fenomena yang membuat hati bergetar. Mungkin karena kesedihan, keprihatinan, kegembiraan ataupun harapan. Saya menulis Wonderful Parent, berangkat dari keprihatinan atas realitas pengasuhan yang tak dijalankan.

Herlin Variani menulis buku “Parents Smart” di Kelas Emak Punya Karya. Berangkat dari keprihatinan terhadap lingkungan sekitar dan kondisi masyarakat saat ini. Ada sangat bahaya yang bisa mengancam anak-anak kita. Bahkan bahaya yang datang dari rumah sendiri, dari sikap dan perbuatan orangtua terhadap anak.

Jiwa pendidik membuat Herlin sangat ingin melindungi anak-anak dari ancaman bahaya. Ia mengajak para orangtua dan guru mengoptimalkan potensi anak-anak, dan menjadikan mereka bintang gemintang di masa depan.

  • Harapan Membangun Kebaikan

Anda pasti memiliki harapan dalam kehidupan, baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Berbagai harapan yang Anda miliki, bisa Anda tuangkan dalam bentuk tulisan. Buku saya Butterfly Effect, adalah luapan harapan saya untuk mengajak semua orang membangun kebaikan.

Rifuwanti menulis buku “Great Mother” di Kelas Emak Punya Karya. Inspirasi dari kondisi kehidupan para ibu yang dia amati dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aktivitas keseharian Rifuwanti adalah mengisi Majelis Taklim ibu-ibu, serta mengisi kelas parenting di sekolah-sekolah yang pesertanya mayoritas ibu–ibu.

Banyak diantara ibu-ibu tersebut merasa minder ketika bertemu dengan wanita karir. Mereka merasa “hanya” ibu rumah tangga biasa yang lebih banyak berkutat mengurusi rumah dan antar jemput anak ke sekolah.

Rifuwanti mengharapkan ibu-ibu mampu membangun kebaikan yang luas. Ketika para ibu mampu menggunakan potensi yang dimiliki, akan bisa memberikan kemanfaatan dan kebaikan yang lebih luas kepada masyarakat.

  • Bermula dari Curhat

Jika Anda sering mendapat curhat dari teman, sesungguhnya itu semua adalah bahan yang bisa diolah menjadi tulisan. Semakin banyak yang curhat, semakin banyak bahan diberikan kepada Anda. Buku Wonderful Couple, lahir dari curhat pasangan suami istri tentang kehidupan keluarga mereka.

Di Kelas Emak Punya Karya, Ummu Rochimah menulis buku dengan tema keluarga khususnya tentang harmonisasi suami istri dengan judul “Chemistry Jiwa”. Tema ini didapatkan dari pengalaman menangani kasus-kasus rumah tangga, terutama konflik antara suami istri.

Sebagai aktivis Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Ummu Rochimah banyak mendapat curhat tentang kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Banyak konflik terjadi antara suami dan istri, yang bermula dari hal-hal sederhana dan remeh. Ini terjadi karena kurang ilmu, pengetahuan serta wawasan.

  • Membuat Hadiah Terindah

Sangat banyak bentuk hadiah yang bisa Anda berikan kepada orang-orang tercinta. Salah satu bentuk hadiah itu adalah buku tentang dirinya. Saya pernah menulis buku Kado Pernikahan, untuk hadiah bagi sepasang pengantin yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri.

Leni Cahya Pertiwi memilih menulis tentang ibu kandungnya sendiri di Kelas Emak Punya Karya. Ada kisah yang sangat panjang dari sang ibunda tercinta. Ia sangat kagum dengan sosok ibunda, perempuan sederhana, bersahaja namun sangat luar biasa.

Leni ingin memberikan kado terindah untuk ibunda tercinta. Ia berpikir, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Tidak ada jaminan ibunda masih bersama dirinya di dunia ini tahun depan, demikian juga tidak ada jaminan bahwa dirinya masih ada bersama beliau untuk menuliskan kisahnya tahun depan.

Maka ia bulatkan tekad, membuat kado terindah untuk ibunda dalam bentuk buku tentangnya. Buku harus sudah terbit sebelum tahun 2021. Alhamdulillah, akhirnya ia berhasil mewujudkan mimpi, memberikan kado terindah untuk ibunda. Judulnya, “Happy Mama”.

  • Pengalaman Berkesan

Semua manusia pasti memiliki pengalaman berkesan dalam kehidupan. Sayang jika pengalaman berkesan ini tidak diabadikan dalam bentuk tulisan. Buku Pernik-Pernik Rumah Tangga saya tulis dari pengalaman berkesan sebagai kontraktor —alias pengontrak rumah, yang menjumpai aneka jenis rumah.

Syasha Lusiana menulis buku “Cahaya Dunia” di Kelas Emak Punya Karya. Inspirasi dari perjalanan kegiatan sejak masih muda belia. Ide menulis buku didapatkan dari pengalaman berkesan yang sudah digeluti sejak 35 tahun lalu.

Dimulai berkegiatan sebagai relawan pendongeng anak tunanetra, guru taman kanak-kanak, mengelola sekolah kanak-kanak dan sekarang menjadi rujukan konsultasi pendidikan dan sekolah Anak.  Bermula dari praktisi anak, berkembang menjadi praktisi keluarga dan akhirnya berkembang menjadi konsultan keluarga serta konsultan pendidikan.

Ditambah dengan pengalaman berkesan mengurus anak lahir prematur yang minim bimbingan serta minim ilmu. Tidak ada orangtua atau saudara yang bisa menjadi rujukan dalam mengurus anak prematur.

Saat itu belum ada internet, tenaga medis juga tidak memberikan arahan yang memadai. Akhirnya, anak prematur dengan kondisi jaundice (bilirubin tinggi) harus diincubator 50 hari lamanya.  Dari pengalaman inilah terpikir ide bahwa untuk menikah bukan saja harus mengerti tentang kehidupan pasutri tapi juga mengerti tentang seluk beluk mengurus anak.

Demikianlah delapan ide yang bisa diangkat menjadi buku. Pada dasarnya, semua hal bisa menjadi ide untuk dituliskan. Apa ide Anda? Mana buku Anda?

3 thoughts on “Delapan Sumber Inspirasi Menulis

  1. Assalamualaikum pak Cah

    Terima kasih pak Cah, saya juga ingin bisa menjadikan tulisan saya jadi buku yang bermanfaat bagi sesama.

    Jazakallahu khair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *