20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you don’t know what your ailments are, how will you cure your disease?” –Blake Powell, 2017

.

Di dunia medis, dikenal prinsip tegakkan diagnosa untuk menentukan tindakan atau pengobatan. Bagaimana mungkin seorang dokter memberi resep obat, atau melakukan tindakan medis tertentu, tanpa mengetahui dengan pasti penyakit pasien?

Setiap pasien datang, langsung disuntik atau diberi obat, tanpa ditanya dan didiagnosa jenis penyakitnya. Ini jelas bukan tindakan yang bisa dibenarkan. Dukun dan paranormal yang konon saktipun, tetap masih bertanya kepada para klien yang datang.

Demikian pula dalam dunia tulis menulis. Anda tidak bisa menemukan solusi yang tepat apabila tidak mengerti kesulitan yang Anda hadapi. Cermati, amati, perhatikan, apa yang menjadi kesulitan menulis Anda?

Membuang-buang Waktu

Ketika Anda tidak bisa mendefinisikan kesulitan menulis, yang akan terjadi adalah tindakan membuang-buang waktu, tanpa hasil. Pada titik tertentu dari kebuntuan menulis, Anda mencoba menemukan solusi dengan berselancar di dunia maya. Mencari-cari informasi, bagaimana menulis dengan mudah.

“We all have our temptations. But while you’re trying to sort out yours, it helps to ask yourself specific questions so you can help dissect what’s tripping you up” –Blake Powell, 2017

Bukan solusi yang Anda dapat. Justru banyak tawaran yang menggoda hati Anda. Akhirnya waktu menulis habis untuk berkelana di dunia maya. Situasi seperti ini bisa terjadi lagi dan lagi, apabila Anda tidak segera menemukan definisi dari kesulitan yang Anda hadapi.

Blake Powell (2017) memberikan contoh kesia-siaan yang mungkin terjadi, pada mereka yang kebingungan menulis. Bingung, namun tidak bisa mendefinsikan kesulitan yang dihadapi.

“Anda akan tergoda menonton YouTube selama satu jam sehingga semakin kehilangan fokus menulis. Mungkin Anda akan menonton acara Netflix untuk menghindari menulis. Mungkin Anda asyik mengirim pesan chat kepada teman. Atau Anda akan beralih ke warung kopi agar mendapatkan energi serta inspirasi untuk menulis”, ujar Powell.

Itu semacam kebingungan yang tidak berujung. Anda mudah tergoda kepada sesi-sesi lainnya, ketimbang fokus menulis. “Masing-masing kita memiliki godaan tersendiri”, ujar Powell.

Untuk itu, Powell menyarankan agar Anda mengajukan pertanyaan spesifik kepada diri sendiri untuk membedah kesulitan yang membuat Anda terhambat. Cermati diri sendiri, ajukan pertanyaan untuk dijawab oleh diri sendiri.

  • Mengapa dan Untuk Apa Aku Menulis?

Di antara pertanyaan filosofis adalah, mengapa aku menulis? Untuk apa aku menulis? Apa yang mendorong Anda untuk menulis? Apa yang melatarbelakangi Anda untuk membuat tulisan? Temukan motif yang mendasar.

“Why am I doing this writing thing? What’s my why?” –Blake Powell, 2017

Apakah rasa kesedihan, keprihatinan, dan kedukaan yang membuat Anda menulis? Apakah ingin berbagi, ingin sharing pengalaman, ingin melakukan edukasi yang membuat Anda menulis? Apakah ingin memberi masukan dan saran kepada pihak tertentu, sehingga Anda menulis?

  • Untuk Siapa Aku Menulis?

Pertanyaan berikutnya adalah untuk siapa aku menulis? Anda harus clear sejak awal, ingin menulis untuk siapa? Apakah untuk diri sendiri, atau untuk orang lain?

Pada dasarnya, Anda boleh menulis untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Ini yang telah saya kupas dalam seratus tulisan serial “Writing for Wellness” di blog ini. Menulis untuk katarsis, menulis untuk pelepasan ruminasi, menulis untuk terapi. Ini adalah jenis menulis untuk diri sendiri.

“Is this actually my goal, or is it someone else’s?” –Blake Powell, 2017  

Anda boleh menulis untuk anak-anak Anda. Hal apa yang ingin Anda sampaikan atau Anda pesankan kepada anak-anak? Jika pesan-pesan tersebut bersifat umum, maka tulisan Anda bisa diterbitkan menjadi buku agar bisa memberi manfaat makin banyak kepada anak-anak orang lain.

Anda boleh menulis untuk memberikan pendapat, masukan, saran, rekomendasi, atau analisa kepada para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan. Atau menulis untuk publik, masyarakat luas. Semua perlu Anda definisikan dari awal.

  • Apa yang Aku Harap dari Tulisanku?

Apa yang Anda harapkan dari tulisan Anda? Anda berharap pujian, uang dan popularitas? Anda berharap royalti dan komisi penjualan buku? Anda berharap pahala tak terputus? Anda berharap bisa menciptakan perubahan? Anda ingin melahirkan perlawanan? Apa yang Anda harapkan?

“What is the end-goal I want to meet?” Are you writing to release pain, to gain pleasure, or to get money, fame, or for something else? If you know your end destination as a writer, it’ll be easier for your writing to take you there –Blake Powell, 2017

Bisa jadi, Anda ingin merasakan lega dengan menulis semua duka. Anda ingin bahagia dengan melepas semua derita. Itu adalah harapan yang perlu Anda tetapkan sejak awal menulis.

  • Apa yang Membuat Aku Berhenti Menulis?

Sekarang definisikan, mengapa Anda berhenti menulis? Apakah karena kekurangan ide, atau kekurangan bahan? Apakah karena kendala teknis, atau kebahasaan, atau kesulitan referensi?

Blake mengajak Anda menemukan jawaban, “Apa yang membuat aku terhambat sebelum menulis? Hal apa yang menghentikanku untuk mengetikkan kata-kata ke layar laptop?”

“What trips me up before writing? What is the one thing that stops me from consistently putting words onto the page?” –Blake Powell, 2017

Teruslah Berproses

Powell menyarankan agar Anda terus menerus menempuh prosesnya. Jangan membiarkan keraguan dan kebingungan menyergap Anda tanpa kejelasan. Terus belajar, terus bertiumbuh. Semua penulis besar memerlukan proses. Tidak ada yang instan.

“Jangan kehilangan rasa ingin tahu. Jangan takut untuk bertumbuh. Terkadang kesulitan yang kita hadapi justru membuka alasan yang lebih mendasar, lebih besar, dan lebih nyata untuk maju dan menggapai impian”, ujar Powell.

“Never lose your curiosity. And don’t be afraid to grow, because sometimes the more challenging adversities we face open us up to larger, bigger, and more impactful reasons to keep going and pursue our writing dreams no matter what” –Blake Powell, 2017

Selamat berkarya. Selamat mengubah dunia dengan tulisan Anda.

Bahan Bacaan

Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017,  https://writingcooperative.com/

1 thought on “Definisikan Kesulitan Anda dalam Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *