.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Before I started writing books, I never considered myself to be a writer. I didn’t graduate high school and I failed high school English. So if I can do it, you can too” –Brian Tracy
.
Masih dari forum Syawalan Sahabat Menulis Alineaku (SMA) yang digelar pada hari Sabtu 5 Juni 2021 melalui forum Zoom. Syawalan kali ini mengangkat tema “Menulis itu Berperan, Bukan Baperan”. Lebih dari 100 member SMA bergabung meramaikan acara Syawalan tersebut.
Banyak tema perbincangan dalam forum tersebut. Saya mengangkat isu tentang semua orang bisa menulis. Saya ceritakan seorang emak yang membuat buku solo, dengan jalan bertutur. Ia berbicara, bercerita, direkam menggunakan aplikasi speech note di android. Lalu semua rekaman suara, akan terkonversi menjadi tulisan. Tingga merapikan dan menambah titik koma serta tanda baca.
Bahkan para penulis dunia. Banyak di antara mereka yang benar-benar memulai dari nol. Bukan berbekal bakat melimpah. Namun berbekal kerasnya latihan dan perjuangan. Saya contohkan tentang Brian Tracy, penulis buku best seller “Maximum Achievement”. Tahukah Anda, bahwa Brian Tracy tidak lulus sekolah menengah, dan tidak lulus ujian bahasa?
Brian Tracy telah menulis lebih dari 70 buku yang diterbitkan dalam 42 bahasa. Hingga hari ini buku-buku Tracy telah terjual lebih dari 10 juta eksemplar. Perhatikan penuturannya. “Saya benar-benar memulai dari nol. Awalnya saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Ternyata saya bisa menulis buku– dan saya yakin Anda juga bisa!”
“Before I started writing books, I never considered myself to be a writer. I didn’t graduate high school and I failed high school English. So if I can do it, you can too” –Brian Tracy
Semua penulis hebat, selalu ada prosesnya. Dulu, mereka bukan siapa-siapa. Tak ada yang mengenalnya. Tracy tidak pernah berpikir dirinya akan menjadi penulis buku. “Sebelum saya mulai menulis buku, saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai seorang penulis”, ujar Tracy.
Bukan hanya tidak bercita-cita menjadi penulis, namun Tracy juga tidak lulus sekolah menengah. Ia gagal dalam ujian bahasa Inggris di sekolah menengah. “Saya tidak lulus sekolah menengah dan saya gagal ujian bahasa Inggris di sekolah menengah. Jadi jika saya bisa melakukannya, Anda juga bisa”, ujar Tracy.
Kesaksian serupa dinyatakan oleh Walter Mosley. Ia sangat yakin bahwa semua orang bisa menulis buku. “Saya pikir semua orang bisa menulis buku. Hampir semua orang bisa, dan saya pikir jika mereka menulis buku, itu akan mengubah hidup mereka”, ujar Mosley.
“I think that everyone can write a book. I think almost everyone can, and I think that if they do, the writing of that book will change their lives” –Walter Mosley, 2020
Mosley merasakan hal yang luar biasa setelah menulis buku. “Ini benar-benar luar biasa dan sangat menarik. Jika Anda belajar untuk memiliki disiplin mental dan emosi, Anda menjadi orang yang lebih berjiwa. Terlebih jika Anda berkonsentrasi dan coba tulis cerita itu dari awal sampai akhir”.
“This is really wonderful and really exciting because if you learn to have a certain kind of mental and emotional discipline—and I think that the mind and the emotions together is the definition of the soul—you become a more soulful person, if you concentrate and try to write that story from the beginning to the end” –Walter Mosley, 2020
Menulis Mulai Saat Ini, Bukan Nanti
Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis, mulailah menulis saat ini, sekarang ini. Bukan nanti, bukan besok. Akan akan menjadi penulis, jika Anda menulis. Seperti pesan Tracy, berhentilah bertanya apakah aku harus menulis? Mulai saja menulis, dan Anda akan menemukan jawabannya.
Stop asking yourself, “Should I write a book?” and start asking, “How can I start taking action on my dream to write and publish a bestseller, right now?” –Brian Tracy
Menulis sebagai proses, artinya bukan sekali menulis langsung mahir. Namun, menulis adalah ketrampilan yang bisa Anda kuasai dari hari ke hari. Dengan rutin menulis, ketrampilan Anda meningkat. Jika tidak pernah menulis, Anda tidak akan pernah mahir. Sama seperti mengendarai sepeda, motor atau mobil.
“Just like riding a bicycle, writing a book is a skill that you can master with focused practice and repetition” –Brian Tracy
Ketika mengendarai sepeda, motor atau mobil, Anda bisa mahir dan terampil dengan jalan rajin berlatih dan berlatih terus menerus. Anda melakukan pengulangan yang terfokus. Tanpa Anda sadari, suatu ketika Anda telah mampu berkendara di jalan raya dengan penuh percaya diri. Tanpa rasa khawatir dan takut lagi.
Mengikuti kelas menulis, membaca buku tentang teknik menulis, hanyalah sarana pembelajaran. Namun jika Anda pernah berlatih menulis, maka Anda tidak akan pernah menjadi penulis.
“Without the practice, you’ll only be reading how to become a better writer — you’ll only be wishing you could write like the greats, rather than actually putting in the practice to master your craft and become great yourself” –Blake Powell, 2017.
Maka menulislah. Jika tulisan Anda jelek, bisa diperbaiki. Jika tulisan Anda salah, bisa dibenarkan. Jika tulisan Anda tidak sesuai kaidah, bisa disesuaikan. Namun jika Anda tidak pernah menulis, tak ada yang bisa diperbaiki. Tak ada yang bisa dibenarkan. Tak ada yang bisa disesuaikan (Cahyadi Takariawan, 2021).
Bahan Bacaan
Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017, https://writingcooperative.com/
Brian Tracy, Should I Write A Book? https://www.briantracy.com, diakses 5 Juni 2021
Walter Mosley, Everyone Can Write a Book, https://lithub.com, 13 Januari 2020

Sungguh menginspirasi dan memotivasi perjuangan dan perjalanan sukses Brian Tracy. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.