19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The hardest part will be taking the first step and committing to the journey” –Brian Tracy

.

Apakah bagian yang tersulit dari menulis? Saya kira sangat banyak jawaban atas pertanyaan ini. Masing-masing kita memiliki tingkat kesulitan subjektif dalam menulis. Kali ini, saya mengajak Anda menyimak jawaban Brian Tracy, apakah bagian yang tersulit dari menulis?

Menurut Brian Tracy, bagian tersulit adalah mengambil langkah pertama dan berkomitmen untuk menyelesaikan perjalanan menulis. Benarkah demikian? Mari kita cermati dalam realitas.

“The hardest part will be taking the first step and committing to the journey” –Brian Tracy

Mengambil Langkah Pertama

Apakah langkah pertama dari menulis? Saya menyebutnya sebagai niat, tekad atau motivasi. Jika Anda muslim, ada ajaran dalam agama Islam bahwa segala sesuatu dimulai dari niat. Untuk melakukan shalat, puasa, zakat, infak, kurban, haji, umrah dan lain sebagainya –harus dimulai dengan niat.

Apakah Anda punya niat, tekad atau motivasi untuk menulis? Niat itu letaknya di dalam hati, bukan di dalam ucapan. Orang yang mengatakan “aku akan menulis” sehari seratus kali, namun tidak ada kehendak di dalam hatinya, maka ia hanyalah seorang yang berkata-kata.

“If you are wondering if you should write a book, then stop dreaming about it and start doing it. You can write and publish a bestseller” –Brian Tracy

Seorang cowok yang mengatakan kepada cewek, “Aku akan menikahimu”, namun tidak ada niat dalam hatinya untuk menikahi cewek itu, ia hanyalah seorang PHP. Ya, ia pemberi harapan palsu. Hanya berkata-kata, tidak ada niat dalam hatinya untuk menikahi cewek itu. Ia hanya terus menerus mengucapkan kata-kata itu, namun tidak pernah melakukan tindakan nyata untuk  menuju pernikahan.

Demikian pula dalam konteks menulis. Jika Anda tidak punya niat sama sekali untuk menulis, sebanyak apapun Anda mengikuti kelas menulis, Anda tidak akan menulis apapun.

Sudah membeli laptop baru, sudah menyiapkan ruang khusus untuk  menulis, sudah menyiapkan perlengkapan untuk menjadi penulis –sayang, jika lupa menyiapkan niat, maka tak ada satupun kalimat berhasil dibuat. Ternyata langkah pertama bukan membeli gadget atau laptop. Bukan menyetting ruang untuk menulis. Bukan membeli asesoris dan perlengkapan tulis menulis.

Langkah pertama adalah menetapkan niat. Seperti apa niat itu? Perhatikan, ada kehendak seperti ini yang muncul di dalam hati:

“Aku akan menulis setiap hari”.

“Aku harus menghasilkan karya tulis setiap hari”.

“Aku akan menginspirasi setiap hari”.

“Aku harus memiliki buku sendiri suatu ketika nanti”.

Jika ada kehendak dalam hati, ada niat kuat dalam hati, maka tergeraklah pikiran dan tangan untuk menuangkan ide ke dalam tulisan. Tanpa kehendak yang kuat dalam diri, dipaksa seperti apapun, tidak akan menghasilkan tulisan.

Niat itu bercorak intrinsik. Dari dalam diri. Dari dalam hati. Sedangkan kelas menulis, komunitas menulis, mentor menulis, deadline menulis, semua itu adalah faktor ekstrinsik. Faktor luar yang mendukung faktor dalam. Semua faktor luar ini baru bisa memberi kemanfaatan optimal, apabila ada faktor intrinsik yang kondusif.

“But you should know: your message will be appreciated, your credibility will be boosted, you’ll contribute to the world” –Brian Tracy

Jadi, langkah pertama dalam menulis adalah –Anda berniat menulis. Bismillah, aku berniat menulis untuk menebar kebaikan. Aku berniat menulis untuk menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Aku berniat menulis untuk menciptakan perubahan.

Ini memang bagian tersulit. Namun –Anda harus tahu, kata Tracy, jika Anda memiliki karya tulis, maka pesan Anda akan dihargai, kredibilitas Anda akan meningkat tinggi, dan Anda akan menebar berkontribusi.

Stop asking yourself, “Should I write a book?” and start asking, “How can I start taking action on my dream to write and publish a bestseller, right now?” –Brian Tracy

Maka berhentilah bertanya pada diri sendiri, “Haruskah aku menulis buku?” Mulailah dengan bertanya, “Bagaimana aku bisa mulai mewujudkan impian untuk menulis dan menerbitkan buku terlaris, sekarang juga?” Demikian saran Tracy.

Sebab, ujar Tracy, “Kebahagiaan dan kepuasan sejati hadir ketika Anda memberikan kontribusi yang berharga bagi dunia”.

“True happiness and fulfillment come when you feel that you are making a valuable contribution to your world” –Brian Tracy

Setelah menetapkan niat untuk menulis, bagian sulit berikutnya adalah menjaga komitmen untuk menyelesaikan tulisan. Ini urusan kedua. Yang paling awal adalah, kuatkan niat dan tekad untuk menulis.

Bahan Bacaan

Brian Tracy, Should I Write A Book? https://www.briantracy.com, diakses 5 Juni 2021

.

Ilustrasi : https://id.pinterest.com/pin/745064332098356148/

1 thought on “Bagian Tersulit dari Menulis – 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *