Oleh : Cahyadi Takariawan
“Focus like a laser beam on your goals” — Roy T. Bennett
———————–
Agar menjadi penulis produktif, Anda harus fokus dalam menulis. Tentu saja Anda memiliki segudang aktivitas lain dalam kehidupan, menulis hanya salah satunya. Namun, ketika Anda sudah meluangkan waktu untuk menulis —mungkin 10 menit, atau 30 menit, atau satu jam, fokuslah untuk menulis dalam rentang waktu tersebut. Jangan memikirkan atau melakukan hal lain, di saat tiba waktu menulis.
Mari saya ajak Anda untuk fokus menulis, dalam berbagai aspek berikut.
- Fokuslah pada tujuan menulis
“If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or things”, kata Albert Einstein. Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang bahagia, ikatlah dengan tujuan, bukan dengan orang atau barang. Nasehat bijak Einstein ini mengajak kita —dalam konteks menulis, untuk fokus kepada tujuan menulis.
Saya selalu fokus kepada tujuan menulis yang saya tetapkan. Memulai menulis dari tujuan, adalah kekuatan bagi saya, yang membuat saya mudah menulis dimanapun dan kapanpun.
- Fokuslah pada segmen pembaca Anda
“Whenever you want to achieve something, keep your eyes open, concentrate and make sure you know exactly what it is you want. No one can hit their target with their eyes closed,” ungkap Paulo Coelho. Anda harus tahu persis siapa segmen yang Anda harapkan akan membaca tulisan Anda.
Saat menulis, saya membayangkan sedang bertemu dengan para pembaca saya, dan seakan-akan saya sedang mengobrol dengan mereka saat menulis. Dengan demikian, menulis serasa mengobrol langsung.
- Fokus pada hal yang bisa Anda lakukan, bukan pada kekhawatiran
Mungkin Anda khawatir, malu, atau takut bahwa tulisan Anda tidak bagus dan ditertawakan orang. Semua orang punya kekhawatiran, namun tidak semua orang mampu mengalihkan fokus darinya. Solusinya, jangan fokus kepada kekhawatiran Anda. “Focus on your goals, not your fear. Focus like a laser beam on your goals,” ungkap Roy T. Bennett.
Saya juga memiliki rasa khawatir akan komentar negatif dan kekecewaan dari pembaca tulisan saya. Itu manusiawi. Namun saya selalu memfokuskan pikiran kepada apa yang bisa saya lakukan. Maka saya bersihkan niat, dan saya luruskan tujuan menulis. Jangan fokus kepada kekhawatiran atas apa yang belum terjadi, lebih baik fokus kepada hal yang bisa kita lakukan. “Instead of worrying about what you cannot control, shift your energy to what you can create”, ujar Roy T. Bennet.
- Fokuslah pada aktivitas menulis, bukan mengedit
Yang membuat sulit dan bahkan berhenti menulis adalah, Anda mencampur aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Nah, mengedit itulah yang terasa sulit bagi Anda. Maka, matikan sensor editor Anda saat menulis, dan fokuslah hanya untuk menulis. “You need to learn to switch off your internal censor or editor. Decide to write a terrible first draft consciously and just write”, demikian tips dari NowNovel.
Saya tidak peduli dengan typo, salah ejaan, salah ketik, salah tanda baca, dan lain sebagainya —saat menulis. Saya hanya menulis, tak masalah hasil tulisan saya salah. Dengan demikian saya cepat menyelesaikan naskah. Setelah selesai menulis, barulah saya melakukan editing, dan memeriksa dengan teliti agar tak ada yang salah lagi.
- Fokuslah menyelesaikan hambatan menulis Anda
Apa yang menghambat Anda untuk menulis, bisa jadi adalah hal sama yang menghambat Anda untuk melakukan aktivitas yang lain. Kenali, dan selesaikan hambatan Anda, agar tidak muncul setiap hari tanpa Anda selesaikan. “When you really look at the things that are holding you back from writing a book, or an article, or maybe submitting a completed piece, you’ll find the same thing standing in your way every time”, ujar Victoria Lynn Schmidt.
Mungkin Anda terhambat menulis karena asyik memeriksa pesan masuk di grup chatting, maka jauhkan gadget saat Anda sedang menulis. Ketika saya merasa terhambat dalam menulis, segera saya kenali jenis hambatannya, dan segera saya lakukan perbaikan. Dengan demikian, akan segera terselesaikan dan tidak menjadi hambatan yang permanen dalam aktivitas menulis yang saya lakukan.
- Fokuslah memperbaiki respon Anda, bukan mengubah komentar orang
Anda tidak bisa mengotrol komentar, sikap dan perilaku orang lain atas aktivitas menulis dan hasil karya tulis Anda. Maka jangan fokus memikirkan komentar atau sikap orang lain terhadap Anda. Fokuslah untuk memperbaiki respon atas komentar, sikap dan perilaku orang lain kepada Anda. “You cannot control the behavior of others, but you can always choose how you respond to it”, ungkap Roy T. Bennett.
Anda berhak memilih tidak membaca dan tidak membalas komentar negatif yang ditulis oleh pembaca, jika komentar negatif itu mematikan hasrat menulis Anda. Perbaiki respon Anda, karena itu yang bisa Anda lakukan. Tidak mungkin Anda mengontrol perilaku, sikap dan komentar dari para pembaca tulisan Anda.
- Fokuslah pada beberapa pilihan, bukan semua pilihan
Ada sangat banyak hal yang Anda inginkan dalam kehidupan. Berjuta keinginan Anda, sangat banyak hal ingin Anda wujudkan. Namun ingat, Anda tidak mungkin melakukan itu semuanya. Ya, Anda harus memilih, benar-benar memilih hal esensial dalam hidup Anda. “You can’t do everything. Are you going to write or not? Are you going to finish that novel? Be selective. Figure out what you can live without, and schedule writing time in its place”, ungkap Leah McClellan.
Jika Anda telah memilih menulis, maka fokuslah menulis pada waktu dan tempat yang telah Anda tetapkan. Dalam pilihan menulis, mungkin Anda ingin menulis sangat banyak hal. Namun ingat, Anda tidak mungkin menuliskan itu semuanya. Anda harus memilih, dan fokus dengan pilihan Anda. Setelah saya tua, saya menjadi semakin mengerti bahwa ada sangat banyak hal dalam hidup saya yang tidak mungkin saya wujudkan. Maka saya harus memilih, dan fokus pada pilihan saya itu, dan menikmati hidup dengannya.
Siap untuk fokus? Mari fokus menulis.
Bahan Bacaan
Leah McClellan, How to Focus on Writing: 5 Tips That Work, www.simplewriting.org, 24 Februari 2014
Roy T. Bennet, The Light in The Heart, www.thelightintheheart.wordpress.com, 9 Mei 2020
Victoria Lynn Schmidt, 4 Tips for Making Time to Write, www.writersdigest.com, 3 April 2008

Maasyaa Alloh, jelas, dan bernas, mulai terkuak dan terurai jerami masalah dalam tulisan ini. Barokalloh Ustadz.
yuuuk selalu semangat menulis mbak…
Baru bergabung banyak ilmu dan inspirasi untuk coba istiqomah menulis. Terimakasih pencerahannya tadz. Embun pagi yang menyegarkan.
ayuk terus menulis mas Aris…
Maasyaa Allah. Terima kasih Pak, embun paginya.
yuuuk selalu semangat menulis Bang…
Terima kasih motivasi, nasehat dan tipsnya. Baarokallooh.
yuuuk selalu semangat menulis mbak…
Fokus…fokus…dan fokus menulis
Terimakasih pak Cah spirit paginya
yuk semangat menulis mbak…