20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Menulis adalah aktivitas kreatif yang memerlukan ketelitian. Sekedar menulis –terutama untuk belajar, tidak masalah seperti apapun tulisan Anda. Bagi pembelajar, yang paling penting adalah rutin menulis setiap hari. Ini untuk melatih otot-otot kreativitas Anda, sehingga menulis akan menjadi semudah bernapas.

Namun begitu Anda sudah mulai memasuki gelanggang profesional, Anda tidak boleh sekedar menulis. Anda sudah selesai belajar, saatnya Anda berkarya untuk banyak kalangan manusia. Ciptakan perubahan yang Anda citakan, melalui tulisan. Di titik ini, proses kreatif memerlukan ketelitian.

Saat Anda menulis dan memublikasikan, artinya Anda berharap akan ada yang akan membaca. Jika berharap tulisan dibaca orang lain –bukan hanya oleh kita sendiri sebagai penulis, pikirkan beberapa tips yang disampaikan oleh Pia Tepperies (2020) berikut ini.

  • Jangan pernah membuang waktu pembaca Anda

Kita semua menyadari, bahwa manusia zaman cyber saat ini semua merasa sibuk. Mereka merasa tidak memiliki banyak waktu –apalagi untuk melakukan hal-hal yang tidak ada perlunya. Sepuluh menit membaca adalah waktu yang sangat lama, apabila tulisan tersebut tidak memberikan sesuatu yang bermakna.

John Gorman pernah menyatakan sindiran, “No one’s really here for your 18-minute-read called Musings on the Meaning of Life unless you’re”. Sebagian orang menulis dengan judul yang tampak sangat penting, “Renungan tentang Makna Kehidupan”. Pembaca merasa tertarik, dan menyempatkan waktu 18 menit membaca.

Ternyata mereka tidak mendapat renungan, dan tidak mendapatkan makna kehidupan. Pembaca akan merasa sangat kecewa karena telah membuang waktu yang sangat berharga selama 18 menit, untuk sesuatu yang ternyata tidak bermakna bagi mereka.

Tentu saja John Gorman bercanda. Sebab saya sangat yakin bahwa ada banyak orang yang memang benar-benar ingin mendapatkan motivasi dan inspirasi kebaikan setiap hari. Banyak orang ingin mendapatkan suntikan semangat untuk menjalani kehidupan secara lebih baik.

Namun ungkapan John Gorman tersebut mengandung sindiran tajam bagi para penulis, agar benar-benar berusaha memberikan sajian yang bermakna bagi pembaca. Bukan sekedar menyusun kata-kata, namun menuangkan makna. Jangan membuang-buang waktu pembaca Anda dengan percuma.

Ini sebabnya, saya selalu menyarankan agar kita menulis dimulai dari kejelasan tujuan. Menulis bukan dengan menunggu mood atau menunggu ide. Namun menulis dengan menetapkan tujuan yang jelas. Pertanyaan penting setiap kali akan menulis adalah, untuk apa tulisan ini aku hadirkan? Untuk siapa tulisan ini aku ciptakan?

Kejelasan tujuan akan membentuk kejelasan arah tulisan. Satu naskah tidak sekedar berisi susunan kata-kata, kalimat dan paragraf, namun terdiri atas susunan makna. Pembaca mendapatkan sesuatu yang berguna dalam kehidupan mereka, setelah membaca tulisan kita.

“Make them think. Make them reflect, make them question things. Let your readers walk away from your article with some sense of encouragement, or deeper insight, or simply more educated about a certain topic” (Pia Tepperies, 2020).

  • Hilangkan kata-kata yang tidak perlu

Biasakan menggunakan kata dan kalimat efektif. Buang kata-kata yang tidak perlu, karena hal itu akan menyita semakin banyak waktu pembaca. Kadang ingin mengejar target jumlah kata atau jumlah karakter dalam satu tulisan, namun dengan menggunakan kata-kata dan menyusun kalimat yang tidak efektif.

Ketika Anda sudah mengetahui inti pesan yang hendak Anda tuliskan, lebih mudah bagi Anda untuk menyusun kalimat efektif. Tentu saja tulisan perlu “hiasan”, seperti gaya showing, metafora, dan lain sebagainya. Namun gunakan sesuai keperluan, jangan memubazirkan kata dan kalimat.

Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah kata tersebut perlu atau tidak, adalah dengan jalan membuangnya. Jika tanpa kata tersebut kalimat tetap bermakna, berarti kata tersebut tidak berguna.

“Vigorous writing is concise. A sentence should contain no unnecessary words, a paragraph no unnecessary sentences, for the same reason that a drawing should have no unnecessary lines and a machine no unnecessary parts. This requires not that the writer make all his sentences short, or that he avoid all detail and treat his subjects only in outline, but that every word tell” (William Strunk Jr., dalam Pia Tepperies, 2020).

William Strunk Jr. menyatakan, “Tulisan yang kuat itu ringkas. Sebuah kalimat tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak perlu, sebuah paragraf tidak boleh mengandung kalimat yang tidak perlu”.

“Untuk alasan yang sama”, ujar Strunk, “gambar tidak boleh mengandung garis yang tidak perlu dan mesin tidak boleh memiliki bagian yang tidak perlu. Ini tidak mengharuskan penulis membuat semua kalimatnya menjadi pendek, atau bahwa dia harus menghindari semua detail dan memperlakukan subjeknya hanya secara garis besar. Tetapi setiap kata harus bermakna atau berguna”.

“Make your writing sharp and compelling. Not only to enhance the quality of your piece but to keep your readers engaged and entertained. No matter how much of a word wizard you think you are — people’s attention spans are shorter than you think” (Pia Tepperies, 2020).

Tips lainnya dari Pia Tepperies akan saya sampaikan dalam postingan berikutnya, insyaallah. Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Pia Tepperies, 5 Simple Tips to Make Your Writing 10x More Interesting, 29 Januari 2020, https://medium.com/

1 thought on “Agar Tulisan Anda Makin Memesona

  1. Setiap kata dan kalimt harus bermakna, agar tidak pemubajiran cerita. Syukran ustaz Cahyadi Takariawan atas nutrisi semangat paginya. Sehat dan berkah selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *