19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Tidak ada cara yang lebih efektif untuk menghasilkan karya yang memesona, kecuali dengan terus belajar, berlatih dan memperbaiki diri. Pada postingan sebelumnya telah saya sampaikan dua tips dari Pia Tepperies (2020) untuk menghasilkan tulisan yang memesona.

Pada kesempatan kali ini saya ajak Anda meneruskan tiga tips berikutnya dari Pia Tepperies. Kita tidak boleh malu untuk terus belajar dari penulis lain, agar kualitas tulisan kita makin memesona.

3. Gunakan aneka cara dan gaya

Monoton adalah gaya yang membosankan pembaca. Tidak ada variasi, tidak ada kreasi, sekedar menyusun kata-kata, membuat tulisan kekurangan tenaga.

Agar tulisan Anda memesona, tak ada salahnya Anda melakukan banyak eksperimen. Gunakan aneka gaya dan cara, termasuk mencoba hal-hal baru yang belum pernah Anda lakukan selama ini.

Mencoba menggunkan kosa kata baru, mencoba menggunakan cara mengungkapkan secara tidak biasa, akan bisa memberikan efek kejutan bagi pembaca Anda. Bahasa formal secara terus menerus, membuat pembaca cepat lelah. Ada baiknya Anda selipkan gaya bahasa yang tidak formal, sesuai dengan segmen pembaca yang Anda sapa.

Mengajukan pertanyaan, merupakan salah satu gaya yang menarik. Tidak semua hal harus berupa pernyataan, namun pada beberapa bagian Anda bisa memasukkan unsur pertanyaan. Hal ini akan melibatkan emosi pembaca, merasa diajak berbicara secara langsung.

“Feel free to throw in some casual slang words or colloquialisms to make the reader relate to your point. A little sass here and there will make them grin. Be authentic, and you’ll go straight to their hearts” (Pia Tepperies, 2020).

Memasukkan cerita-cerita yang relevan dengan isi tulisan, juga merupakan gaya yang menarik bagi pembaca. Pada dasarnya, semua orang senang dengan cerita. Maka hadirnya cerita menjadi daya tarik tersendiri yang menyegarkan pembaca. Suasana tulisan menjadi berkesan, dan tidak monoton.

Penggabungan gaya showing dan telling, juga menjadi hal menarik untuk Anda coba lakukan. Keduanya bukan untuk dipilih salah satu, tetapi untuk digunakan sesuai keperluan. Demikian pula dengan pemanfaatan majas metafora, bisa menjadi daya tarik jika dilakukan secara tepat.

Pada intinya, gunakan berbagai gaya dan cara yang memungkinkan untuk menjadikan tulisan lebih berwarna. Tentu tetap harus mengingat kaidah pertama dan kedua, yaitu jangan menyita waktu pembaca, serta hindari kata-kata tidak perlu.

“To make your writing more interesting, experiment with style. Don’t be afraid to play around with different tones, language, and diction. Mix things up” (Pia Tepperies, 2020).

4. Kuasai perangkat Anda

Anda menulis menggunakan perangkat apa? Anda akan memosting tulisan di media apa? Kuasai sebaik-baiknya perangkat yang biasa Anda gunakan, untuk membantu Anda menghadirkan tulisan penuh gaya.

Bagaimana cara membuat tulisan miring (italic), huruf tebal (bold), paragraf, jarak antar paragraf, dan hal-hal teknis lainnya? Bagaimana cara membuat tampilan kutipan langsung, model quotes? Bagaimana memasukkan link ke dalam badan tulisan (hyperlink)?  

Jangan sampai tampilan tulisan Anda menjadi kacau dan berantakan, saat Anda posting melalui blog atau website. Ketika tengah menulis di perangkat, semua tampak baik-baik saja, giliran diposting menjadi berantakan. Tentu ini akan sangat mengecewakan.

“You don’t have to keep it simple –you can still write complex and insightful pieces without boring your readers to death. However, the knowledge you impart should be applicable, since most people look for bite-sized pieces of advice and information they can actually use” (Pia Tepperies, 2020).

Sebagai contoh, saat Anda menulis puisi, sering kali tidak hanya terkait dengan pilihan diksi. Terkadang puisi dihadirkan dengan permainan dan keindahan tampilan, seperti rata kanan, rata kiri, rata tengah, atau justru dengan membuatnya tidak beraturan.

Anda sering menemukan penyair –seperti Sutardji Calzoum Bachri, yang membuat puisi dengan susunan unik. Silakan simak contoh puisi berjudul Mantera (1995), Kucing (1995), Tapi (1995), dan Tragedi Winka dan Sihka (1995). Mungkin contoh atraksi susunan puisi yang paling unik ada pada  Tragedi Winka dan Sihka (1995).

Pada contoh puisi Tragedi Winka dan Sihka, memerlukan keterampilan tersendiri dalam teknis penulisan di perangkat Anda. Lebih rumit lagi adalah ketika harus menampilkan dengan tetap mempertahankan keunikan susunan tersebut, melalui blog atau website. Jika Anda tidak menguasai perangkat, semua susunan menjadi default.

Keindahan puisi Tragedi Winka dan Sihka menjadi hilang atau minimal berkurang, saat ditampilkan tidak seperti susunan yang dibuat Sutardji. Demikian pula pada puisi Tapi, keindahannya bisa hilang atau berkurang, jika tampilan di blog atau web kembali default, menjadi bentuk standar.

“Get to know your readers. It’s about what they want, so find out what works and what doesn’t. Get familiar with the platform you’re working with. Use the tools available to you, and don’t be afraid to iterate and adapt if something’s not working” (Pia Tepperies, 2020).

5. Belajar dari penulis lain, tapi jangan pernah plagiat

Sebagai pembelajar, jangan menutup diri untuk belajar kepada siapapun. Tidak hanya belajar kepada penulis super hebat dan super keren, namun kita bisa belajar dari para penulis pada umumnya. Dalam dunia tulis menulis, pada dasarnya kita saling belajar.

Kita bisa mendapatkan inspirasi dari penulis favorit, namun jangan pernah menjiplak. Kita bisa belajar dari mereka tentang pilihan kata, format tulisan, gaya bahasa, cara bercerita, dan lain sebagainya. Kita bisa belajar tentang sudut pandang, cara mengolah dialog, cara mengemas pesan, dan lain sebagainya.

“There’s no reason to be jealous or intimidated by their level of mastery. They’ve just been doing this for a lot longer than you. Why would you compare yourself to someone who has started five to ten years before you?” (Pia Tepperies, 2020).

Miliki mental pembelajar, namun jangan membandingkan kualitas. “Tidak ada alasan bagi Anda untuk cemburu atau merasa terintimidasi oleh kehebatan mereka. Ingat, mereka melakukan hal ini lebih lama dari Anda. Mengapa Anda membandingkan diri dengan seseorang yang telah memulai lima sampai sepuluh tahun sebelum Anda?” ujar Pia Tepperies.

“Develop your own strong voice through the influence of other writers. Most of them share how they got to their level, so take their advice –it’s free” (Pia Tepperies, 2020).

Selamat belajar, selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Pia Tepperies, 5 Simple Tips to Make Your Writing 10x More Interesting, 29 Januari 2020, https://medium.com/

1 thought on “Agar Tulisan Anda Makin Memesona – 2

  1. Membuat tulisan bertenaga, penuh variasi dan kreasi agar tidak monoton di baca juga hindari plagiat. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *