20 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“This principle of focus has been rediscovered after media distraction took over our daily lives. The smartphone is to blame. But interestingly, Tolstoy stressed it during the 19th century. Daily distractions have prevented writers from getting things done for centuries” –Story Artist, 2021.

.

Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.

Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.

Tolstoy : Fokuslah Pada Satu Aktivitas

“Only do one thing at a time” –Leo Tolstoy.

Apakah yang menyebabkan Anda tidak bisa menyelesaikan tulisan Anda? Salah satu sebabnya adalah –terlalu banyak distraksi yang Anda turuti. Di zaman cyber saat ini, terlalu banyak distraksi yang menyebabkan kita tidak fokus melakukan sesuatu.

Inilah saran Tolstoy, untuk produktivitas menulis. “Hanya lakukan satu aktivitas pada satu waktu,” ujar Tolstoy. Pada saat menulis, fokuslah menulis. Jangan melakukan aktivitas lain sembari menulis –misalnya chatting atau update status fesbu.

Demikian pula, saat Anda olahraga, fokuslah melakukan olehraga, agar mendapatkan olahraga berkualitas. Saat Anda tengah makan malam, nikmati suasana makan malam Anda. Jangan terganggu oleh panggilan telepon dan bisingnya ruang chating. Fokus adalah kunci produktivitas.

Jeff Goins, seorang penulis dan bloger produktif, menyatakan pentingnya fokus dalam menciptakan karya tulis. “Stay focused. Distraction is the enemy of all great art”, ujar Jeff Goins. Distraksi selalu ada dalam hidup sehari-hari. Masalahnya adalah, apakah Anda menuruti distraksi atau Anda menolaknya. Ini adalah pilihan. Semakin Anda menuruti distraksi, semakin Anda tidak mampu fokus melakukan apapun dalam hidup Anda.

Salah satu sebab teidak fokus, menurut Goins, adalah keinginan untuk menjadi penulis hebat. Akhirnya seseorang dilanda kekhawatiran berlebihan –takut dikritik, takut dicela, takut mendapat respon negatif. Kegelisahan seperti ini menyebabkan seseorang tidak fokus menulis. Mereka hanya fokus khawatir, dan tidak akan menghasilkan karya apapun.

Stop worrying about being a good writer. Just write”, ujar Jeff Goins. Maka berhentilah mengkhawatirkan keinginan untuk menjadi penulis yang hebat. Fokuslah hanya menulis, di saat Anda tengah menulis. Abaikan saja hitungan “likes, comments and shrares” yang ada dalam medsos. Jangan membuat Anda khawatir.

Ternyata Leo Tolstoy telah mencontohkan perilaku fokus ini. Ia punya cara ‘ekstrem’ untuk bisa fokus menulis. Tolstoy mengurung diri di dalam kamar dan mengunci semua pintu dan jendela. Ia tidak mengizinkan seorangpun memasuki ruang menulisnya –di saat ia tengah bekerja.

Fokus vs Multitasking

“In our time, it’s harder to focus than ever. In his book “The One Thing” Gary Keller argues that “Multitasking doesn’t save time — it wastes time.” and suggest instead: “You need to be doing fewer things for more effect instead of doing more things with side effects” –Story Artist, 2021.

Di zaman cyber saat ini, lebih sulit untuk fokus daripada era sebelumnya. Dalam bukunya “The One Thing”, Gary Keller berpendapat bahwa “multitasking tidak menghemat waktu —bahkan itu membuang-buang waktu.” Sebagai gantinya, Keller menyarankan, “Anda perlu melakukan lebih sedikit hal untuk efek lebih banyak, daripada melakukan lebih banyak hal dengan efek samping.”

Pikiran Anda dapat dilatih untuk fokus, dan semakin Anda berlatih melakukan satu hal saja, semakin baik yang akan Anda dapatkan. Saat menulis, fokuslah pada aktivitas menulis saja. Matikan koneksi internet dan setiap gangguan yang mungkin terjadi dan nikmati “zona menulis eksklufis” bagi Anda.

Nathan Englander, penulis novel “Dinner At The Center of The Earth”, juga memberikan saran serupa: matikan smartphone Anda. Matikan semua koneksi internet Anda, dan fokuslah menulis. “Jika Anda tengah menulis, Anda harus belajar untuk membebaskan diri. Tidak chatting, tidak membuka email, tidak melihat Facebook, Instagram”, ujar Englander.

Membebaskan diri dari koneksi internet, adalah cara untuk membuat Anda benar-benar menulis. Sepuluh menit menulis, limabelas menit menulis, tigapuluh menit menulis. Bukan chatting. Bukan update status. Bukan selfi.

Jika Anda benar-benar fokus menulis dalam waktu yang sudah Anda tentukan tersebut, maka itu sudah sangat memadai. Yang menjadi masalah adalah, pada waktu yang Anda alokasikan untuk menulis, justru Anda habiskan untuk hal-hal lain.

“Apa pun yang Anda lakukan, harus dihentikan saat menulis”, ujar Englander. Misalnya searching, download, upload, chatting, atau hal-hal lain. Hentikan. Bebaskan diri Anda dari berbagai hal yang menyibukkan dan mengalihkan perhatian Anda dari menulis.

Bahkan Nathan Englander menyampaikan pengalaman unik. “Sering kali –dan ini benar-benar konyol, saya menggunakan penyumbat telinga saat menulis, meskipun suasana di rumah sangat sunyi”. Ini adalah cara pembebasan diri. Agar waktu yang sangat terbatas tersebut benar-benar untuk menulis. Bukan  untuk chatting. Bukan untuk searching. Bukan untuk mancing.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, www.jamesclear.com

Jeff Goins, The Hardest Part of Writing, https://goinswriter.com

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017

Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021

.

Ilustrasi : https://www.fitnest.eu/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *