19 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Eat moderately, avoid sweet foods” –Leo Tolstoy.

.

Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.

Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.

Tolstoy : Perhatikan Makanan

Even without the danger of ice-cream, cakes and sweets accessible on every corner, Tolstoy warned about the danger of too much sugar. The quick sugar rush blurs our mind and causes tiredness, thus stealing the creative energy we need to get our writing done” –Story Artist, 2021.

Sebagai insan beriman, makan dan minum tidak sekedar memenuhi kebutuhan tubuh dan memuaskan kesenangan sesaat. Makan dan minum adalah rangkaian ibadah yang harus dikorelasikan dengan ketaatan kepada aturan agama.

Al-Harali (dalam Mulizar, 2016) berpendapat bahwa jenis makanan dan minuman dapat mempengaruhi jiwa dan sifat-sifat mental pemakannya. Al-Harali menganalisis kata “rijsun” yang disebutkan Al-Quran sebagai alasan untuk mengharamkan makanan tertentu.

Kata rijsun, menurut Al-Harali, mengandung arti “keburukan budi pekerti serta kebobrokan moral”. Apabila Allah menyebut jenis makanan tertentu dan menilainya sebagai rijsun, maka makanan tersebut dapat menimbulkan keburukan budi pekerti serta kebobrokan moral.

Maka mengonsumsi makanan bagi orang beriman, sangat berhati-hati, dengan berusaha memenuhi kaidah halal dan thayib. Halal, berarti hanya mengonsumsi hal-hal yang dibenarkan untuk dikonsumsi. Thayib berarti mengonsumsi hal-hal yang baik bagi kesehatan tubuh manusia.

Tolstoy adalah ‘makhluk spiritualis’ yang unik. Ia sedikit makan, dan bekerja tanpa ngemil. Berbeda dengan beberapa penulis yang membawa banyak camilan dan minuman saat menulis. Bahkan dijumpai beberapa penulis terkenal dunia yang memiliki pola konsumsi kacau dan brutal.

Honore de Balzac –penulis Prancis kelahiran 1799, tidak bisa menulis jika tidak minum kopi. Ia biasa tidur sekitar pukul 18.00, dan terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu mulai menulis. Honore de Balzac terbiasa minum sekitar 50 cangkir kopi setiap hari.

Ketika sudah bangun malam dan minum bercangkir kopi, inspirasi de Balzac mengalir deras. “Kopi meluncur ke dalam perutmu dan dengan cepat terjadi keributan di sana,” ungkap de Balzac. Ia merasa inspirasi keluar dengan sangat deras setelah minum kopi.

Demikian pula Hunter S. Thompson –penulis Amerika yang sangat produktif. Salah satu karya terkenalnya adalah “Fear and Loathing in Las Vegas” (1972). Ia terbiasa memulai aktivitas dari jam 15.00 dengan menenggak Chivas Regal, lanjut cocain, minum Chartreuse, cocain lagi, acid, cocain lagi.

Bagaimana akhir hidupnya? “Hunter S. Thompson, death, at 5:42 p.m. on February 20, 2005, Thompson died from a self-inflicted gunshot wound to the head at Owl Farm, his “fortified compound” in Woody Creek, Colorado”. Horor dan mengerikan.

Hal ini sangat berbeda dengan Leo Tolstoy. Ia hanya sarapan dengan dua butir telor rebus pada pagi hari, dan minum air mineral, untuk menulis hingga pukul lima sore hari.

“Tanpa bahaya es krim, kue, dan permen yang tersedia di setiap sudut, Tolstoy memperingatkan tentang bahaya terlalu banyak gula” (Story Artist, 2021). “Makan secukupnya, hindari makanan manis,” ujar Tolstoy.

Apakah ada pengaruh makanan manis dalam proses menulis? “Aliran gula yang cepat mengaburkan pikiran kita dan menyebabkan kelelahan, sehingga mencuri energi kreatif yang kita butuhkan untuk menyelesaikan tulisan kita” (Story Artist, 2021).

“What I also love is the first part of this advice: Eating moderately means listening to your body. Many have lost the connection to their bodies due to binge eating and endless supplies of cravings” –Story Artist, 2021.

Sebuah studi dari PLoS One menemukan bahwa untuk setiap tambahan 150 kalori dari gula per orang setiap hari, prevalensi diabetes meningkat sebesar 1,1%. Selain itu, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa dibutuhkan hanya 30 menit atau kurang untuk beralih dari “rush-sugar” menjadi gula. Ini berarti membuat kita menjadi lebih lelah dibandingnkan menjadi berenergi, berkat konsumsi gula.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Public Health Journal diikuti hampir 9.000 orang untuk mempelajari hubungan antara depresi dan mengonsumsi makanan manis dan makanan cepat saji. Setelah enam tahun, mereka yang paling banyak makan junk food menghadapi risiko hampir 40% lebih besar terkena depresi, dibandingkan dengan mereka yang paling menghindari junk food.

Tolstoy mengingatkan kita untuk makan secukupnya –ini berarti mendengarkan tubuh kita sendiri. Banyak orang yang kehilangan koneksi ke tubuh mereka karena terlalu banyak makan dan cemilan.

“You don’t need a fancy diet if you take this simple but highly effective advice seriously, and stop eating when your body tells you that it’s full” –Story Artist, 2021.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Elizabeth Blair, Writer Hunter S. Thompson Commits Suicide, https://www.npr.org, 21 Februari 2005

Mulizar, Pengaruh Makanan dalam Kehidupan Manusia, Jurnal At-Tibyan IAIN Zawiyah Langsa, Aceh, Vol. I No.1 Januari–Juni 2016

Nick Greene, Saya Meniru Kebiasaan Penulis Terkenal Supaya Ikutan Sukses, Hasilnya Ambyar, www.vice.com, 22 Januari 2018

Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021

1 thought on “Agar Selalu Produktif Menulis – 97

  1. Hindari mengonsumsi kopi dan gula berlebih. Hindari junk food dan manis-manis. Konsumsi air putih yang cukup, tidur jangan larut malam, menulis setiap hari dengan pola makan dan asupan gizi yang halalan thoyiban. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *