20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“When you sit down comfortably on the chair, with a cup of coffee in your hands, it isn’t easy not to get distracted, but when you are standing and dancing while working, every minute will be reminding you of the great task ahead of you” –Bamidele, 2021.

.

Semua orang memiliki waktu yang sama dalam sehari semalam. Namun produktivitas yang dihasilkan sangat berbeda. Ada tipe manusia yang sangat produktif dalam kehidupannya, dan ada tipe manusia yang banyak memubazirkan waktunya.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger meyakini, sebenarnya tubuh kita mampu melakukan lebih dari yang sudah biasa dilakukannya. Namun, kita harus belajar melakukan pekerjaan secara efektif dalam situasi yang tepat. Bagimana cara agar produtivitas menulis kita meningkat?

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tips #2 – Gunakan Meja Berdiri untuk Menulis

“When you sit down comfortably on the chair, with a cup of coffee in your hands, it isn’t easy not to get distracted, but when you are standing and dancing while working, every minute will be reminding you of the great task ahead of you” –Bamidele, 2021.

Saya yakin sebagian besar Anda –termasuk saya, menulis sambil duduk di kursi. Bamidele menyatakan bahwa duduk di kursi adalah simbol kenyamanan. Produktivitas, baginya, harus dijauhkan dari kenyamanan.

Bamidele menyatakan, “Ketika Anda duduk dengan nyaman di kursi, dengan secangkir kopi di tangan Anda, sulit untuk tidak terganggu. Namun ketika Anda berdiri sambil bekerja, setiap menit akan mengingatkan akan tugas besar yang harus Anda selesaikan”.

Penelitian telah menunjukkan bahwa duduk sepanjang hari bisa berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu, cobalah menulis dengan menggunakan meja berdiri, tanpa kursi. Bagi Bamidele, menggunakan meja berdiri lebih bisa memastikan Anda tetap fokus menulis.

Tentu saja menulis sambil berdiri itu tidak nyaman. Justru kondisi inilah yang ingin diciptakan oleh Bamidele dengan pilihan meja berdiri. Semakin merasa nyaman, kita akan semakin mudah terganggu. Maka, keluarlah ndari zona nyaman dan menulislah dengan produktif.

Menggunakan meja berdiri juga bisa berfungsi sebagai bentuk olahraga. Saat tubuh kita tegak berdiri, sambil jari jemari bergerak di atas keyboard laptop atau komputer, pada dasarnya adalah gerakan olahraga. Dengan olahraga tubuh dan jiwa kita semakin sehat dan lebih produktif.

Bekerja dengan meja berdiri memastikan Anda lebih produktif bukan hanya karena Anda akan lebih sehat, tetapi juga karena Anda lebih mudah mengatasi gangguan. Terjauhkan dari zona nyaman yang sering melalaikan.

Pengalaman Leigh Fisher  

“There’s been some debate on the health benefits of a standing desk. There are research studies out there making scary claims that sitting is the new smoking and that sitting is killing you  slowly. That sure makes you feel warm and fuzzy inside” –Leigh Fisher, 2019.

Leigh Fisher (2019), seorang bloger produktif, menceritakan pengalaman pribadinya menulis dengan menggunakan meja berdiri. Ia mendapatkan meja berdiri yang bisa diatur ketinggiannya, secara gratis, pemberian dari seorang teman. Ia merasa sangat beruntung mendapatkan meja kerja berdiri tersebut.

Fisher menyatakan, memang ditemukan perdebatan di kalangan para ahli tentang manfaat kesehatan dari meja duduk atau berdiri. Beberapa studi menyatakan bahwa duduk adalah seperti kebiasaan merokok yang akan membunuh Anda secara perlahan. Tentu saja klaim ini sangat mengerikan.

Namun penelitian lain, seperti studi Bodies at Work yang dirilis Johns Hopkins Medicine, menyatakan bahwa meja berdiri tidak lebih baik dibanding duduk. Jadi, bagaimana menyikapi atau memadukan pendapat yang bertentangan ini?

Sebagian besar peneliti setuju bahwa bergerak dinamis akan meningkatkan kesehatan kita dan merupakan solusi terbaik. Secara teknis, ini tetap bisa dilakukan ketika Anda bekerja di meja duduk. Caranya, Anda harus sering berdiri, tidak monoton duduk terus menerus.

“Think about when you write. You get all comfortable at your writing desk, even if it’s just actually your living room coffee table. How often do you start writing and keep sitting there, unbudgingly, for two, three hours, or more?” –Leigh Fisher, 2019.

Coba sekarang cermati aktivitas menulis yang biasa Anda lakukan. Saat Anda merasa nyaman di duduk di kursi menghadap meja kerja, meskipun itu sebenarnya hanya meja kopi ruang tamu Anda. Seberapa sering Anda menulis dan terus duduk tanpa pergerakan yang berarti? Mungkin selama satu jam, dua jam, tiga jam, atau bahkan lebih?

Leigh Fisher (2019) merekomendasikan agar Anda memperbaiki kebiasaan selama ini. Meja berdiri membuat Anda lebih mudah untuk melakukan pergerakan saat bekerja, seperti gerak maju atau mundur beberapa langkah. Anda dapat menggerakkan kaki Anda sambil tetap mengetik, Anda dapat meregangkan hampir semua otot, dan Anda bahkan dapat berjalan di tempat jika Anda mau.

Dengan meja berdiri, Anda juga lebih mudah untuk bergerak sejenak, misalnya mengisi ulang botol air Anda atau minum kopi lagi. Tentu saja Anda tidak ingin terganggu, tetapi bergerak seperti ini sangat bagus untuk tulang belakang Anda. Terus menerus duduk dalam waktu lama, tidak bagus untuk kesehatan fisik.

“It’s easier to think “I’ll just finish this paragraph” or “I need to get to the bottom of this page first” when you’re sitting and just stay sitting. When you’re standing to write, it’s just a little bit easier to remind yourself to move more, to bend your knees, to maybe march in place a little bit so your legs don’t get too stiff” –Leigh Fisher, 2019.

Ketika Anda menulis dengan posisi duduk, zona nyaman membuat Anda tidak bergerak-gerak. Lebih mudah bagi Anda untuk berpikir “Saya akan menyelesaikan paragraf ini” atau “Saya harus sampai ke bagian bawah halaman ini terlebih dahulu” sambil tetap duduk.

Ketika Anda menulis dalam posisi berdiri, akan lebih mudah untuk mengingatkan diri sendiri agar lebih banyak bergerak, menekuk lutut, atau berjalan di tempat secara pelan, agar kaki Anda tidak terlalu kaku.

Posisi berdiri memberi Anda ruang untuk menekuk lutut dan sedikit meregangkan kaki, dibandingkan posisin duduk. Anda bisa menghindari camilan dan lebih fokus menulis saat berdiri.

“You still need to work on your habits, but a standing desk makes it easier to stretch or take a few steps back and forth. You can move your feet around while still typing, you can stretch just about any muscle, and you can even walk or march in a place a little if you’re very determined” –Leigh Fisher, 2019.

Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Leigh Fisher, Who Likes a Standing Desk When Writing? 20 Januari 2019, https://medium.com

.

Ilustrasi : https://nymag.com/

2 thoughts on “Agar Selalu Produktif Menulis – 2

  1. Menulis dengan meja berdiri melatih kita agar aktif bergerak sehingga terhindar dari mudah mengantuk. Insyaallah akan saya coba. Keluar dari zona nyaman. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *