19 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The repetition itself becomes the important thing” –Haruki Murakami

.

Sebagaimana telah saya sampaikan pada beberapa postingan terdahulu, pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya. Ini seperti yang diungkap oleh Mark D. White, Ph.D.

Namun Bamidele juga mengingatkan, bahwa tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.

Tips berikutnya untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.

Seri # 5 – Belajar Produktif dari Haruki Murakami

“The world seems dull, but in fact it’s filled with magical and mysterious rough gemstones. The novelist is equipped with the eyes to discover them” – Haruki Murakami

Kali ini kita akan belajar dari Haruki Murakami, seorang novelis yang sangat produktif dari negeri Jepang. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.

Haruki Murakami adalah seorang novelis dan sastrawan ternama di Jepang. Ia lahir di Kyoto, Jepang pada 12 Januari 1949. Murakami belajar drama di Universitas Waseda di Tokyo, di mana ia bertemu dengan istrinya, Yoko.

Tulisan-tulisannya berpengaruh luas di negeri sakura tersebut. Sebagian pengamat mengatakan bahwa Jepang telah memasuki generasi baru (shin-Jinrui) dengan karya-karya Murakami.

Ciri khas dari tulisan Murakami adalah fiksinya yang menyimpang dari arus utama Jun-bungaku (sastra serius, konvensional). Murakami menulis dengan gaya baru prosa Jepang yang menggabungkan diksi khas Amerika dan tema tradisional jun-bungaku seperti cinta, kematian, dan diri sendiri.

Murakami dipengaruhi oleh budaya Barat, khususnya musik Barat dan sastra. Ia gemar membaca berbagai karya penulis Amerika, seperti Kurt Vonnegut dan Richard Brautigan. Karya Murakami dianggap sebagai pertemuan antara tradisi sastra Timur dan Barat.

“You don’t have to go to the Faculty of Literature at University to become a novelist. Because specialized knowledge to write a novel is virtually non-existent” – Haruki Murakami

Murakami mulai menulis fiksi ketika ia masih 29. Ia terinspirasi untuk menulis novel pertamanya, “Hear the Wind Sing” (1979), saat menonton pertandingan bisbol. Pada tahun 1978, Murakami berada di Jingu Stadion menonton pertandingan antara Yakult Swallows  dan the Hiroshima Carp. Konon, pada saat Hilton, seorang pemain Amerika berhasil memukul double, Murakami tiba-tiba menyadari bahwa ia bisa menulis novel.

Dia pulang dan mulai menulis malam itu. Murakami mengerjakan “Hear the Wind Sing” selama beberapa bulan. Dia kemudian mengirimkan novel tersebut ke sebuah kontes sastra dan ia memenangkan hadiah pertama.

Mengikuti keberhasilan novel pertamanya, Murakami mulai terus menulis. Karya-karyanya yang menyusul kemudian adalah Pinball (1973), A Sheep Chase Liar (1982), Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (1985). Murakami mulai mendapat pengakuan internasional ketika dia meluncurkan Norwegian Wood, sebuah cerita nostalgia tentang kehilangan. Buku tersebut meledak, terjual jutaan copy.

Bagaimana Haruki Murakami Menjadi Novelis?

“[Writing] apparently filled a void I was feeling in my heart, just before I turned thirty” – Haruki Murakami

Murakami tidak pernah secara khusus belajar menulis, namun semua terjadi begitu saja. Ia mulai menulis, apa yang ia rasakan. Sejak usia yang sangat muda, pikiran Murakami selalu memgembara, terbenam dalam dunia fiksi. Ia menganggap membaca sebagai prasyarat terpenting jika ingin menjadi penulis.

Murakami berpendapat bahwa untuk menjadi penulis, tidak perlu belajar ke universitas. Menurutnya, seorang penulis harus melakukan berbagai kebiasaan berikut jika ingin sukses.

  • Penulis harus banyak berlatih agar memiliki banyak pengalaman
  • Harus memiliki kebiasaan observasi yang detail
  • Gunakan buku catatan untuk menuliskan ide dan pengamatan Anda. Murakami berprinsip, “Dengan cara ini, apa yang harus lenyap akan lenyap dan apa yang harus tetap akan tetap ada”. Ini adalah seleksi alam.
  • Kumpulkan dan simpan bahan yang Anda perlukan untuk menyusun cerita Anda

“You must use the language you’re most capable in to your advantage, make it into a weapon and describe the things which appear to you most clearly, using the words that suit you best” – Haruki Murakami

Ketika Murakami mulai menulis novel, ia menggunakan kata-kata sederhana untuk mengungkapkan kisahnya. Beginilah Murakami menemukan gaya dan ritmen menulis. Ia meyakini tidak perlu menggunakan kata-kata atau gaya yang sulit untuk mengungkapkan ceritanya.

Ini sebuah tips yang bermanfaat. “Gunakan kata-kata yang Anda ketahui dan ceritakan seperti yang Anda ceritakan pada diri sendiri atau teman. Jangan stres tentang kosa kata atau tata bahasa. Anda bisa memolesnya nanti”, ujar N.A. Turner (2019).

Haruki Murakami adalah tipe penulis yang menulis untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. “Anda tidak bisa menyenangkan semua orang”, jadi ia menulis untuk diri sendiri. Setelah menuliskan draf awal, ia mulai melakukan penyuntingan.

Tentang gaya penulisan, Murakami menyarankan hal-hal berikut:

  • Miliki gaya tulisan unik / khas yang membedakan dari penulis lain.
  • Mampu mengembangkan gaya itu dan memolesnya secara konsisten.
  • Gaya tersebut akan menjadi standar seiring berjalannya waktu.

Murakami menganggap hal terpenting dalam menciptakan karya adalah Anda merasa senang melakukannya. “Saya tidak pernah mengalami menulis menjadi beban. Untungnya, saya tidak pernah mengalami siksaan karena tidak bisa menuliskan apa pun di atas kertas”, ujar Haruki Murakami.

Disiplin Ketat

Murakami adalah pribadi yang sangat disiplin. Setiap hari, dia berangkat tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Pagi-pagi sekali dia membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri kemudian mulai menulis. Setelah itu, ia keluar untuk olah raga. Ia suka berlari.

Ia menulis 10 halaman setiap hari dalam huruf Jepang. Sekitar 2,5 halaman di Word, atau 1.200 kata. “Menetapkan dan mencapai tujuan kata harian ini akan membuat Anda sangat produktif. Dengan cara ini, Anda dapat menyelesaikan draf pertama novel dalam waktu sekitar enam bulan. Stephen King juga melakukannya!”, ujar N.A. Turner.

Latihan fisik sangat penting untuk Murakami. Saat menulis, ia menguras pikiran dalam waktu yang lama. Otaknya menjadi terlalu ‘panas’, maka olahraga membantu meredakannya dan mempersiapkan tenaga untuk hari berikutnya. Ternyata, kekuatan fisik memberikan kekuatan mental baginya.

“Before a man becomes an artist, the novelist must become a free man. To do what you want, when and how you want it, to me is the definition of a free man” – Haruki Murakami

Dalam sebuah wawancara tahun 2004 dengan John Wray, Murakami mengungkapkan rutinitas harian dan kebiasaannya untuk sukses. “Ketika saya sedang dalam mode menulis untuk sebuah novel, saya bangun jam empat pagi dan bekerja selama lima hingga enam jam”, ujar Murakami.

“Sore hari, saya berlari sejauh sepuluh kilometer atau berenang sejauh seribu lima ratus meter (atau melakukan keduanya), lalu saya membaca sedikit dan mendengarkan musik. Saya pergi tidur jam sembilan malam”, lanjutnya.

“Saya menjaga rutinitas ini setiap hari tanpa variasi. Pengulangan itu sendiri menjadi hal yang penting. Saya memikat diri saya untuk mencapai keadaan pikiran yang lebih dalam”, ujar Murakami.

“Tetapi untuk menahan pengulangan seperti itu begitu lama — enam bulan hingga satu tahun — membutuhkan kekuatan mental dan fisik yang baik. Dalam hal ini, menulis novel panjang seperti pelatihan bertahan hidup. Kekuatan fisik sama pentingnya dengan kepekaan artistik”, sambung Murakami.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah disiplin menulis setiap hari?

Bahan Bacaan

Alya Naura, Haruki Murakami, https://www.merdeka.com, diakses 11 September 2021

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

N.A. Turner, Haruki Murakami’s Lessons on Writing and Leading a Writer’s Life, https://www.turnerstories.com, 29 Januari, 2019

2 thoughts on “Agar Selalu Produktif Menulis – 15

  1. Bismillah semoga bisa disiplin walau tidak seketat Murakami.
    Perjuangan yang membawa dampak yang meluas. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *