Oleh: Sri Rohmatiah (Alumni Kelas Emak Punya Karya)
“Cintailah diri sendiri sebelum mencitai orang lain“
Mencintai diri sendiri bukanlah hal yang baru dibicarakan banyak orang. Kita pun bahkan sering mendengar orang mengatakan kalau kita harus mencintai diri sendiri.
Namun, dalam kondisi tertentu, terkadang kita lupa bagaimana konsep mencitai diri sendiri, sehingga terjebak dalam penyelesaian yang salah. Misalnya masuk dalam lingkungan yang buruk dengan alasan bentuk mencintai diri sendiri.
Self love bukan sekadar tindakan bersenang-senang, bukan hanya berbuat menyenangkan diri sendiri, karena dalam self love ada tujuan perbaikan dan pertumbuhan
Deborah Khoshaba Psy.D, 2012, mengatakan, mencintai diri sendiri yaitu suatu apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Sebagaimana yang saya kutip dari Psychology Today, 2022.
Lalu apa yang harus dilakukan seseorang sebagai bukti mencintai diri sendiri?
Untuk mencintai diri sendiri, ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Contoh mencintai diri sendiri adalah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan, memaafkan diri sendiri, pola hidup sehat dan lain sebagainya.
Contoh lain adalah seperti yang pernah saya lakukan beberapa tahun yang lalu. Saya rutin olahraga sebagai bentuk mencintai diri sendiri agar tubuh sehat, mencegah dari berbagai macam penyakit.
Sekarang olahraga bukan lagi wujud nyata mencintai diri sendiri, tetapi bagian dari kebutuhan harian. Untuk tetap mencintai diri sendiri, saya melakukan aktivitas lain yakni menulis.
Ketika menulis ada kebahagian yang terkadang tidak bisa dipahami sebagian orang, bahkan keluarga sendiri.
“Kamu tidak mendapat apa-apa dari menulis!” Ungkapan ini pernah saya dengar.
Benarkah dari menulis tidak mendapat apa-apa?
Tidak perlu bekerja keras untuk membuktikan apa yang telah didapat dari menulis. Kita hanya perlu menulis, menulis dan terus menulis. Manfaat menulis bagi diri sendiri dan orang lain akan timbul setelah menulis.
Shainna Ali Ph.D., LMHC, NCC, seorang dokter kesehatan mental, 2022 mengatakan jika dari menulis akan dapat banyak manfaat. Manfaat tersebut adalah mengalami peningkatan kepercayaan diri, motivasi, kebahagian, penurunan kecemasan dan depresi.
Jika mengacu pada ungkapan Shainna, menulis bisa membahagiakan. Namun, terkadang kita mengatakan bahwa menulis sangat sulit, sehingga tidak bahagia. Hal ini karena kita tidak jujur dan mempersulit diri sendiri.
Ada beberapa tips agar menulis bisa memengaruhi kedewasaan, kebaikan dan kebahagiaan seperti kata Shainna, di antaranya:
- Kejujuran
Kita menulis, bukan sedang main drama atau film yang ada rekayasa, settingan agar menarik penonton. Menulis untuk mencintai diri sendiri harus ada kejujuran, di mana penulis transparan dengan pembaca. Namun, hal ini berkaitan dengan sesuatu yang sehat, tidak ada unsur kebencian.
Sebagai contoh, saya pernah merasakan hal buruk dari mertua atau bahkan dari orang tua sendiri. Menulislah hal-hal yang kita rasakan dari sisi positif agar menjadi pelajaran bagi calon menantu atau calon mertua.
“Ekspresi yang tidak ditekan adalah langkah penting dalam mencintai diri sendiri, tanpa filter ekspektasi dan penilaian orang ketiga,” ungkap Shainna Ali Ph.D., LMHC, NCC di situs psycholotytoday.
Maka menulislah tanpa tekanan, tetapi fokus pada perbaikan, karena apa yang kita tulis akan memengaruhi banyak orang. Menulis bukan untuk mencari dukungan, tetapi menulis agar menjadi lebih baik.
Jika kita ingin menulis kebenaran apa yang kita alami, tulislah! jangan merasa menulis mengikat ekspresi. Namun, olah menjadi cerita fiksi yang kreatif, memberi banyak hikmah bagi pembaca.
- Jadi diri sendiri
Dalam dunia menulis kita memiliki seseorang yang kita sukai, bisa dari gaya. ide-ide menulisnya, mungkin juga semangatnya. Jangan menciplak gayanya, karena kita akan terbebani. Selalu ada usaha menjadi sama seperti idola, sementara kemampuan menuju ke sana berbeda.
Agar menulis mendatangkan kebahagian, jadilah diri sendiri, jangan takut dengan gaya sendiri, tetapi bukan berarti tidak boleh mencoba hal baru. Sesekali keluar dan jelajahi hal yang berbeda.
- Keragaman dalam menulis
Untuk mencapai kebahagian dalam menulislah, cobalah untuk menulis bebas. Tuliskan apa yang ingin kita tuliskan, karena untuk menulis kita tidak perlu berubah menjadi diri orang lain.
Dengan menulis bebas, akan membantu kita mengembangkan ide dan gagasan. Jangan takut untuk menulis.
Semoga bermanfaat
Biografi penulis

Sering dipanggil Mak Sri atau Teh Sri, penulis telah menghasilkan 2 buku solo dan 10 Antologi. Selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga sebagai jurnalis, penulis produktif di www.kompasiana.com/srirohmatiah. Pun sebagai Presiden Komunitas Emak Produktif

Angan-angan jadi penulis tp tidak memulai menulis hanya tinggal sebagai kenangan angan-angan.
( introspeksi diri)
Udin_Mardin