19 September 2026

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Keluarga adalah tempat yang dianjurkan untuk tujuan pulang karena keluarga adalah suport system yang lebih baik saat kamu terpuruk. Keluarga seperti apa yang dimaksud? Adalah keluarga yang menentramkan hati. Oleh karena itu, ciptakan suasana surga di rumahmu. Yang di dalamnya selalu dihidupkan dengan ibadah dan tidak pernah sepi dari bacaan Al-Qur’an. Tidak ada caci maki, maksiat, dan segala hal yang diharamkan Allah. 

–Dewi Indrayati

(2)

Jangan pernah bersedih kalau keinginan kita tidak terwujud di dunia. Yakinlah Allah akan menggantinya di akhirat kelak. Bersabarlah. Berhati-hatilah kalau Allah menyegerakan kenikmatan kepada kita karena tidak sedikit kita lupa kepada Allah ketika diberi nikmat oleh Allah. Bersyukurlah

 –Wince Jaminan

(3)

Orang beriman harus berjiwa besar dan selalu optimis dengan pertolongan Allah. Kebesaran jiwa itu harus dibarengi dengan usaha dan doa. Pesimis dan minder adalah pantangan orang beriman. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, “Berniatlah kebaikan karena kamu selalu dalam kebaikan selama berniat kebaikan.” Berkata Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Hati yang jujur dan doa yang baik adalah tentara yang tidak terkalahkan serta pasukan yang tidak terabaikan.” (Majmu’ Fatawa, 28/31)

–Tatiek Rahayu Anwar

(4)

Jadilah seperti lebah! Lebah hanya memilih makanan yang terbaik, sehingga lebah menghasilkan madu yang terbaik. Apa makanan terbaik bagi manusia? Pastinya makanan yang berlabel “halalan thayyibah” yang diperoleh dan diolah dengan cara yang halal dan baik. Firman Allah SWT

 يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا  ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”.(QS: Al-Baqarah 168)

–Ifah Latifah

(5)

Ingin dicintai oleh penduduk langit serta seluruh manusia di muka bumi ini? Maka raihlah cinta Allah Swt. Dari  Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila Allah Ta’ala mencintai seorang hamba, Allah menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia!” Maka Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit, “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia (wahai para malaikat)!” maka penduduk langit mencintainya. Dan Allah menjadikan dia diterima di bumi (dicintai orang-orang saleh di bumi).” (HR Bukhari-Muslim)

–Meivany Azarini

(6)

“Sabar dan syukur bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Kesabaran menuntut rasa syukur. Seseorang tak akan mampu bersabar sebelum bisa bersyukur atas segala nikmat yang telah dinugerahkan Allah Swt kepadanya.”

 –Atifah Saleha

(7)

Amal jariah tidak hanya berlaku untuk kebaikan. Keburukan yang Anda lakukan pun sangat berpotensi terus mengalirkan dosa meskipun Anda sudah meninggal dunia. Jika Anda  melakukan keburukan dan orang lain terinspirasi melakukan keburukan tersebut,  Anda mendapatkan dua dosa. Satu dosa untuk keburukan yang  Anda lakukan dan satu dosa kiriman dari orang yang terinspirasi oleh keburukan Anda. Jika orang lain terus melakukan keburukan tersebut, Anda juga terus mendapatkan dosa meskipun Anda sudah meninggal dunia.

–Eli Halimah

(8)

Ketika hati ditanya, di manakah kebahagiaan itu berada? Maka ia menjawab, aku berada di hati orang-orang yang selalu ridho dengan apapun yang Allah tetapkan. Jika ingin bahagia, coretlah kata bosan dari kamus kehidupan. Jalani dan hayati setiap detiknya, terimalah dengan penuh suka cita apapun itu, karena Tuhanmu adalah Allah Maha Penyayang, yang tak mungkin menimpakan keburukan bagi hambaNya yang beriman.

–Hellen Patraliza

(9

Kaya itu bukan banyaknya harta, tapi ketika merasa cukup dan mampu bersyukur atas pemberian Allah. Pada kondisi itu, kita bahkan lebih kaya dari raja dunia yang selalu merasa kurang atas limpahan harta yang dianugerahkan Allah kepadanya.

–Leni Cahya

(11)

Badan boleh melemah tapi semangat kebaikan tak boleh kalah. Semangat kebaikan terus dijaga hingga badan  berpisah dengan jiwa. Sertakan doa dan usaha sebagai senjata agar semangat kebaikan tetap terjaga.

–Wydiesti.    

(12)                   

Kebaikan apapun yang kita lakukan sesungguhnya akan kembali pada diri kita sendiri, begitupula sebaliknya. Untuk itu, jangan pernah letih dalam berbuat kebaikan, sebagaimana pesan dari Khalifah Umar Bin Khattab r.a., ” Apabila kamu merasa letih berbuat kebaikan, sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang akan terus kekal. Bila kamu bersenang-senang dengan dosa, sungguh kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.

–Ayu Mulyati

(13)

Berhati-hatilah dengan rasa iri. Dia bisa memusnahkan amal yang selam ini dikerjakan. Hati diliputi gelisah, resah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud).

–Syasha Lusiana

(14)

Rasulullah manusia sempurna yang sudah dijamin oleh Allah Swt. beliau beribadah salat malam  hingga kakinya bengkak. Bagaimana dengan kita yang belum ada jaminan ampunan dari Allah, masihkah santai dan bermalas-malasan dan sudah kah kita menjadi hamba yang bersyukur?

–Nur Pujiasih

(15)

Waktu yang Allah berikan kepada setiap insan sama 24 jam. Agar waktumu tidak sia-sia, selalu pastikan bahwa setiap waktu yang terlewat adalah waktu terbaik untuk menambah pahala kebaikan. Kebaikan itu bagai sebuah  lingkaran yang tak berujung. Setiap kebaikan yang dilakukan tak kan pernah  berhenti pada satu titk, tapi dia akan terus berputar mengikuti  waktu yang terus berputar.

–Nunun Nurlaila

(16)

Menjadi diri sendiri, tak melupakan posisi sebagai hamba-Nya dan peran lainnya di antara kawan “kehidupan”. Juga, selalu mengarahkan pikiran kita pada hal positif. Mengunci kelemahan menjadi kekuatan. Diriku adalah apa yang aku pikirkan. Supaya tidak terjerumus dan salah jalan, ingat selalu arah kehidupan. Mengingat Dia dengan petunjuk-Nya, Al-Qur’an. “Sebenarnya pikiran kitalah yang membentuk pribadi kita.  Dan arahan pikiran kita adalah faktor utama yang menentukan perjalanan hidup kita” (Dale Carnegie dalam Perbarui Hidupmu, Al-Ghazali)

–Puspa Mafazan

(17)

Ingatlah perbuatan burukmu daripada perbuatan baik, lalu perbanyaklah beristighfar.

–Yessy Eria

(18)

Salah satu hadiah terindah dari Allah Swt. adalah kita diberikannya teman-teman yang baik, bisa saling mengingatkan di kala salah dan khilaf. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan kemanfaatan.

–Dede Nurjanah

(19)

Jangan lelah berbuat baik karena Allah pun tidak akan pernah lelah bersama kita. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Ankabut : 69)

–Sri Rohmatiah

(20)

Ilmu adalah hadiah untuk insan menjemput hidayah. Jadikan harta sarana meraih ilmu agar semuanya bermakna. “Ilmu lebih baik dari harta, ilmu menjagamu sedangkan harta engkau yang menjaganya, harta berkurang kalau diberikan sementara ilmu akan terus bertambah bila diberikan.” Ali bin Abi Thalib

— Ida Nur Laila

(++)

Masalah tak akan membuat dirimu lemah. Justru kelemahan yang membuat dirimu bermasalah. Maka kuatkan dirimu, jangan lemah. “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman” (QS. Ali Imran : 139).

–Cahyadi Takariawan

(++)

Setiap usaha pasti menuai hasil, sebesar apapun usahamu sebesar itu pula hasil yang engkau dapat, Allah tidak pernah menilai hasil tapi Allah menilai seberapa besar usahamu untuk menggapai tujuan. Usaha yang sungguh-sungguh disertai keyakinan yang kuat Insah Allah hasil kan memuaskan.Yakinkan hatimu, kuatkan jiwamu, pasti hasilnya melampaui batas. Allah Maha Tau, Allah Maha Kuasa, tidak ada yang tidak mungkin Bagi-Nya, maka berprasangka baik lah selalu.

–Warlinah

1 thought on “20 ++ Pesan Kebaikan Hari Keenambelas Ramadan

  1. Maasyaallah tabaarokallah. Semua pesannya menginspirasi dan memotivasi untuk selalu berbuat, kuat, bertambah serta istiqamah dalam di jalan-Nya. Terima kasih makkeposemua, makbunda Ida dan ustadz Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *