.
Oleh : Asep Maulana (alumni KMO Basic Batch 50)
“Menulis sejatinya adalah ungkapan jiwa, ide maupun pikiran Anda, yang tidak terkungkung oleh aturan orang lain, golongan bahkan negara sekalipun” –Asep Maulana, 2022.
.
Merdeka artinya Anda bebas menulis, menuliskan tentang apa saja. Karena menulis sejatinya adalah ungkapan jiwa, ide maupun pikiran Anda, yang tidak terkungkung oleh aturan orang lain, golongan bahkan negara sekalipun.
Di saat sedih dan bahagia Anda bisa menulis. Seseorang yang tidak bisa menulis karena buta huruf pun bisa mengekspresikannya berupa coretan atau gambar. Karena coretan maupun gambar itu hakikatnya simbol ungkapan juga sebagaimana huruf-huruf yang terangkai menjadi kata dan kalimat.
Protes Anda bisa diungkapkan dengan tulisan. Keyakinan anda bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. Kebebasan menulis tidak terhalangi oleh keadaan tempat, fasilitas dan kekurangan fisik.
Menembus Batas
“Tembok dan jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap menulis. Alih-alih menjadi penghalang, malah menjadi taman yang mengasyikkan bagi mereka untuk menulis” –Asep Maulana, 2022.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ( 661 H – 728 H) seorang ulama mujtahid bermadzhab Hambali, tercatat 12 kali dipenjara karena mempertahankan kayakinannya dan karena hasad para pendengkinya. Banyak karyanya yang terlahir saat di balik jeruji besi seperti kitab ‘Majmu’ Fatawa’ yang tebalnya berjilid-jilid dan yang terkenal sebelum beliau rahimahullah wafat adalah kitab ‘Ar Raddu ‘ala al Ikhna’.
Imam Abu Bakar As Sarakhsi (wafat tahun 483 H/1090 M) seorang ulama bermadzhab Hanafi dengan karya monumentalnya ketika di penjara adalah kitab ‘Al Mabsuth’ yang berjumlah 30 jilid itu berhasil didiktekkan kepada murid-muridnya selama kurang lebih 10 tahun dalam penjara.
Tokoh ulama nasional dan sekaligus seorang sastrawan, Prof Dr H. Abdul Malik Karim Amrullah lebih dikenal dengan HAMKA, tercatat dalam sejarah sebagai ketua MUI pertama. ia berkarir sebagai jurnalis, penulis dan pengajar. Dari balik jeruji besi lahirlah ‘Tafsir Al Azhar’ yang berjumlah 9 jilid itu.
Itulah sebagian kecil dari deretan figur, tokoh dunia maupun nasional yang melahirkan karya-karya tulisnya saat di penjara, yang menjadi masterpiece pada masanya. Bahkan di antara tulisan-tulisan itu hingga kini masih terus dipelajari dan diteliti serta dijadikan rujukan dalam menulis atau pun kajian-kajian.
Tembok dan jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap menulis. Alih-alih menjadi penghalang, malah menjadi taman yang mengasyikkan bagi mereka untuk menulis. Kekurangan fisik pun bukan menjadi penghambat untuk berkarya dalam tulisan.
Di saat tidak bisa menulis secara langsung karena suatu sebab. Karena sedang sakit, tidak memiliki tangan atau karena sebab lainnya, anda tetap bisa melakukannya, dengan cara mendiktekan kepada orang lain yang kemudian menuliskannya untuk anda.
Teruslah menulis! Selama anda memiliki tujuan yang jelas, baik ideologis, ekonomi, pragmatis atau lainnya. Selama hal itu tidak dilarang, bisa bermanfaat untuk anda atau orang lain, membahagiakan diri anda atau orang lain, atau memberikan nilai bagi siapa saja yang membacanya, dengan tetap memperhatikan etika, aturan dan kelayakannya.
Antara Angan-angan dan Tindakan Menulis
“Ketika Anda mulai melakukan tindakan menulis, maka sesungguhnya sedang membangun jati diri sebagai penulis” –Asep Maulana, 2022.
Ingin menjadi penulis tapi tidak menulis? Inilah angan-angan. Hanya berupa keinginan, khayalan, dan impian semata.
Ketika Anda mulai melakukan tindakan menulis, maka sesungguhnya sedang membangun jati diri sebagai penulis. Niat dan tekad yang kuat untuk membangun diri, bisa diwujudkan dengan menggerakkan hati, pikiran dan jari jemari untuk menulis.
Ketahui faktor yang menjadi penghalangnya. Penghalang yang paling besar adalah malas. Inilah penyakit berbahaya yang harus dibuang jauh.
Tidak ada kesuksesan bagi orang yang dikuasi oleh kemalasan. Karena itu artinya tidak produktif. Padahal Anda bisa melahirkan rangkaian kata, kalimat dan paragraf dalam sebuah tulisan.
Buang kemalasanmu. Segera tulis sesuatu. Realisasikan angan-angan dan keinginanmu.
Sumber :
~ Dasar-dasar Menulis, Cahyadi Takariawan
~ Hidayatullah.com
~ Wikipedia
~ Islami.co
~ dll
.

Asep Maulana AMd, seorang pembelajar dan guru mengaji di Masjid. Alumni KMO Basic Alineaku Batch 50 / 2022.
