Bagian Pertama
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I used to wonder how Pixar came out with such great movies, year after year. Then, I found out a normal Pixar film takes six years to develop, and most of that time is spent on the story” – Joe Bunting, 2021.
.
Menulis itu mudah, namun menulis cerita yang bagus tidaklah mudah. Perusahaan besar seperti Pixar, rela menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk bisa menghasilkan cerita-cerita yang hebat untuk film mereka. Normalnya pembuatan cerita untuk film Pixar memerlukan waktu sampai enam tahun (Joe Bunting, 2021).
Bagaimanakah langkah membuat cerita yang bagus? Berikut saya nukilkan pengalaman Joe Bunting, bagaimana ia menghasilkan cerita-cerita yang berkualitas. Joe Bunting (2021) berbagi sepuluh rahasia agar cerita yang Anda tulis bisa lebih bagus.
- Tulis Draf Awal dalam Sekali Duduk
Pertama kali, tulislah draf cerita Anda dalam waktu sesingkat mungkin. Ini bukan menyelesaikan semua rangkaian cerita, namun menuliskan draf awal yang akan Anda kembangkan kemudian.
Joe Bunting menyarankan, jika Anda menulis cerita pendek, cobalah untuk menulis draf awal dalam sekali duduk. Jika Anda menulis novel, usahakan untuk menulis draf dalam satu musim, yaitu tiga bulan.
Jangan khawatir tentang pengembangan cerita Anda. Pengembangan dan detail-detail cerita bisa Anda lakukan setelah Anda yakin bahwa Anda telah memiliki draf cerita yang menarik.
Menurut Bunting, draf pertama Anda adalah proses penemuan. Seperti seorang arkeolog yang tengah menggali kota kuno di dalam tanah. Anda mungkin memiliki petunjuk tentang di mana kota itu dikubur, tetapi Anda tidak akan tahu seperti apa kota itu sampai ia benar-benar digali.
Jadi, draf awal ini adalah tentang penggalian ide cerita. Setelah Anda menemukan rangkaian cerita menarik, berarti siap untuk dikembangkan.
“Your first draft is a discovery process. You are like an archeologist digging an ancient city out of the clay. You might have a few clues about where your city is buried beforehand, but you don’t know what it will look like until it’s unearthed” –Joe Bunting, 2021.
- Kembangkan Tokoh Protagonis Anda
Cerita yang menarik adalah tentang protagonis. Jika Anda tidak memiliki tokoh protagonis yang baik, Anda tidak akan bisa memiliki cerita yang baik (Bunting, 2021). Semua pembaca suka dengan tokoh protagonis.
Unsur penting untuk setiap protagonis adalah mereka harus membuat keputusan. Victor Frankl menyatakan, “Manusia adalah makhluk yang mengambil keputusan.” Maka tokoh protagonis yang Anda ciptakan, harus membuat keputusan penting.
Ia perlu memasukkan diri ke dalam konflik yang seru, hingga sampai pada titik krisis, dan mampu memutuskan untuk keluar dari kekacauan konflik itu. Ingat, Anda tidak boleh menciptakan sosok yang sempurna, karena itu tidak sesuai dengan realitas kehidupan manusia. Ciptakan protagonis yang kuat, namun tetap memiliki sisi yang bisa diserang.
Untuk mengembangkan tokoh protagonis, Anda perlu menggunakan karakter lain seperti penjahat, tokoh antagonis, atau tokoh yang menjadi lawan protagonis. Jika Anda hadirkan tokoh yang kasar dan beringas, maka akan lebih mampu mengungkapkan sisi kelembutan sang protagonis.
“Stories are about protagonists, and if you don’t have a good protagonists, you won’t have a good story. The essential ingredient for every protagonist is that they must make decisions” –Joe Bunting, 2021.
- Ciptakan Ketegangan dan Drama
Cerita Anda akan datar-datar saja dan membosankan, apabila tidak ada unsur ketegangan dan drama. Jika Anda menonton film dua jam dan tidak menjumpai ketegangan, mungkin Anda sudah tertidur di gedung bioskop.
Untuk menciptakan ketegangan, buatlah pertanyaan dramatis, seperti, “Apakah dia akan berhasil?” atau, “Apakah dia akan mendapatkan cowok impiannya?” Dengan meragukan nasib protagonis, Anda membuat pembaca bertanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?”
Pembaca semakin penasaran, memiliki rasa khawatir “jangan-jangan sang protagonis gagal meraih keinginannya”. Rasa penasaran ini yang membuat pembaca akan mengikuti cerita sampai selesai.
Namun harus diingat, untuk menciptakan ketegangan, Anda perlu membatasi aliran informasi dengan hati-hati. Jangan menggelontorkan terlalu banyak informasi sehingga akhir cerita mudah ditebak.
“To create suspense, set up a dramatic question. A dramatic question is something like, “Is he going to make it?” or, “Is she going to get the man of her dreams?” By putting your protagonist’s fate in doubt, you make the reader ask, what happens next?” –Joe Bunting, 2021.
Selamat menyusun cerita, selamat mengubah dunia.
Bersambung.
Bahan Bacaan
Joe Bunting, Ten Secrets To Write Better Stories, https://thewritepractice.com, diakses 24 Agustus 2021

Ditunggu sambungannya. Jazakumullahu khairan katsiira
Terima kasih Pak Cah. Jadi pengen nulis novel, hehehe.
Menyusun cerita yang menarik ternyata ada tips dan triknya. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan atas ilmu nutrisi kepenulisannya.
Tips untuk menulis fiksi sdh tersingkap. Terima kasih Pak Cah pencerahannya