.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“The hardest part of writing is showing up” –Grant Snider, 2020
.
Hal apakah yang paling sulit dalam menulis? Jawaban setiap orang bisa berbeda-beda atas pertanyaan ini. Saya telah mengajak Anda bertanya kepada beberapa orang penulis, dalam postingan-postingan sebelumnya. Anda bisa mencermati, jawaban mereka memang berbeda-beda.
Grant Snider (2020), seorang kartunis dan penulis dan ilustrator, menjawab pertanyaan tersebut dengan cara yang unik. Ia mengungkapkan pertanyaan “Hal apakah yang paling sulit dalam menulis?” Jawaban atas pertanyaan tersebut dimuat harian New York Times (10 Juli 2020) dalam bentuk karikatur.
“The hardest part of writing is showing up” – Grant Snider, 2020.
Perhatikan beberapa potong karikatur Snider yang mencoba menggambarkan hal tersulit dari menulis. Semula hanya tampak meja dan peralatan. Ternyata sang penulis bersembunyi di balik meja kerja. Pelan-pelan ia muncul. Akhirnya ia duduk di kursi kerja, untuk mulai menulis.



Munculkan Spirit Menulis
Maka Snider menyatakan, “bagian tersulit dari menulis adalah… muncul”. Artinya, setelah penulis muncul, maka semua menjadi lebih mudah.
Saya mencoba menggambarkan apa makna ‘showing up’ yang ada dalam karikatur Snider. Hal paling mendasar yang menentukan sulit atau mudahnya menulis –ada dalam diri penulis sendiri. Maka begitu sudah mulai muncul, berbagai kesulitan akan bisa diatasi.
- Muncul Tekadnya
Pertama kali harus memunculkan niat dan tekad menulis. Jika tidak punya tekad, seseorang tidak akan menulis meskipun memiliki banyak waktu dan kesempatan. Seperti seorang guru atau tenaga kesehatan yang bertugas di tempat terpencil. Mereka harus berbekal tekad yang kuat. Tanpa tekad, mereka tak akan berangkat.
- Muncul Keberaniannya
Berani berpendapat, berani mengeluarkan ide, berani mengemukakan gagasan, menjadi salah satu ciri penulis. Sebab, menulis adalah mengungkap ide, pemikiran, gagasan, pengalaman, perasaan ke dalam kata-kata. Ini memerlukan keberanian. Tanpa keberanian, seseorang memilih diam dan memendam perasaan.
- Muncul Tindakannya
Tindakan menulis adalah menulis. Ya benar. Disebut penulis adalah karena Anda menulis. Maka harus muncul tindakan nyata berupa menulis. Jangan hanya berwacana, jangan hanya bercita-cita, jangan hanya sibuk mengikuti kelas-kelas menulis. Tapi lakukan tindakan nyata, yaitu menulis.
- Muncul Percaya Dirinya
Penulis harus memunculkan rasa percaya diri untuk memosting tulisannya melalui media, baik media cetak, elektronik maupun online. Termasuk media sosial. Percaya diri bahwa tulisannya layak untuk dipublikasikan dan dibaca banyak orang. Percaya diri bahwa tulisannya bisa memberikan kemanfaatan.
- Muncul Semangatnya
Penulis harus memiliki semangat untuk berkarya. Semangat untuk memperpanjang usia kemanfaatannya. Semangat untuk sharing, berbagi dan berkontribusi. Semangat untuk melakukan perbaikan. Semangat untuk mengambil peran dalam menciptakan perubahan. Semangat untuk melahirkan tradisi literasi yang positif dan konstruktif.
Muncul, dan Mulailah Menulis
Karikatur Snider, juga memberikan pesan kuat, mulailah menulis sekarang juga. Jika Anda masih bersembunyi, Anda masih menutup diri, maka kesulitan Anda tidak akan mendapatkan pemecahan. Maka muncullah, dan menulislah.
- Muncul di Meja Kerja
Anda punya tempat khusus untuk menulis di rumah Anda? Muncullah di meja kerja yang telah Anda siapkan untuk menulis. Duduk, dan menulislah.
- Muncul di Laptop / Smartphone
Dengan sarana apa biasanya Anda menulis? Smartphone, laptop, komputer? Atau bahkan menulis di buku tulis? Tidak masalah dengan sarana apa Anda menulis, namun menulislah.
- Muncul di Media
Melalui media apa biasanya Anda memublikasikan tulisan? Blog, web, facebook, instagram, koran, majalah, jurnal? Tidak masalah media apapun yang biasa Anda gunakan, namun muncullah memosting tulisan Anda setiap hari. Bukan setahun sekali.
Selamat menulis, dan memosting tulisan Anda setiap hari. Muncullah, maka Anda akan produktif menulis.
Bahan Bacaan
Grant Snider, What Is the Hardest Part of Writing? 10 Juli 2020, https://www.nytimes.com/
.
Ilustrasi : https://www.nytimes.com/

Niat dan tekad, berani memunculkan tulisan, semangat menulis untuk menebar kemanfaatan dan produktif apapun blognya memosting saja. Syukran ustz. Cahyadi Takariawan. Terima kasih atas ilmu kepenulisan paginya.