20 September 2026

https://copyblogger.com/schwartz-copywriting-system/

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I would take a sip of coffee and cream and I would look around the room” –Eugene Schwartz.

.

Menciptakan habit menulis rutin setiap hari, adalah langkah efektif untuk menjadi penulis produktif. Sayangnya, rencana menulis harian, sering kali terkalahkan oleh berbagai agenda lain.

Hari ini tidak menulis karena agenda kantor yang super padat. Hari berikutnya tidak menulis (lagi) karena agenda keluarga yang sangat banyak. Hari berikutnya tidak menulis (lagi) karena agenda organisasi yang sudah menanti. Hari berikutnya tidak menulis (lagi dan lagi) karena agenda jalan-jalan dengan teman.

Begitulah. Menulis tetap dirasa sulit, karena tidak pernah praktik. Tidak pernah memaksa diri untuk tetap menulis, meski hanya satu kalimat atau satu paragraf setiap hari.

Bagaimana cara memaksa diri untuk menulis? Tentu ada seribu satu cara. Masing-masing Anda bisa menemukannya, sesuai dengan situasi dan kondisi yang Anda hadapi.

Ritual 33,33 Menit Ala Eugene Schwartz

“The late copywriting legend Eugene Schwartz used to sit down at his computer and set his timer for 33 minutes and 33 seconds. Then he would force himself to empty his mind of everything except the work in front of him – rough notes from the book or product that he was to write sales copy for” –Rick Siderfin, 2018.

Saya ajak Anda belajar dari Eugene Schwartz, seorang legenda copywriting. Penulis buku “Breakthrough Advertising” tersebut adalah pakar dalam bidang copywriting. Sangat banyak produk laris karena iklan yang ia ciptakan.

“He never had writer’s block. He never faced self-doubt in front of the page” –Robert Bruce, 2017.

Schwartz tidak pernah mengalami hambatan menulis, seperti dinyatakan Robert Bruce (2017). Dia tidak pernah menghadapi keraguan diri di depan layar komputer untuk menulis. Ada ritual unik yang sering ia lakukan.

Dia mengatur timer 33,33 menit dan menekan tombol start. Ia memulai ‘permainan’ yang mengasyikkan.

“He set a small kitchen timer to 33.33 minutes and pressed the start button” –Robert Bruce, 2017.

Schwartz duduk di meja kerjanya lima hari dalam sepekan. Selalu di situ, tak pernah di tempat lainnya. Ia meletakkan kopi di bagian kiri, dan alat tulis di bagian kanan.

Untuk apa 33 menit 33 detik itu? Setelah pengatur waktu itu disetel, ada beberapa pilihan yang bisa ia lakukan dalam kurun waktu 33,33 menit tersebut.

  1. Ia bisa memilih untuk menikmati kopi
  2. Ia bisa melihat pemandangan di luar jendela, atau menatap dinding
  3. Ia bisa duduk dan tidak melakukan apapun selama 33 menit 33 detik
  4. Ia bisa menulis iklan

Biasanya Schwartz duduk di kursi itu selama beberapa menit sampai bosan, dan kemudian perlahan mulai menulis. Ketika pengatur waktu berbunyi, ia akan berhenti menulis— meskipun di tengah kalimat.

“I could do anything I liked, but I could not leave that chair for 33.33 minutes” –Eugene Schwartz.

Kemudian ia melakukan hal lain selama 10 atau 15 menit. Setelah itu ia kembali duduk di kursi kerjanya, dan melakukan ritual itu lagi. Ritual 33,33 menit.

Itu ia lakukan sampai pada titik di mana ia tidak bisa duduk di kursi kerjanya selama 33,33 menit tanpa melakukan apapun. Pasti akan muncul bosa saat duduk selama 33,33 menit dan tidak melakukan sesuatu. Maka di saat itu ia menulis.

Ia kembali duduk di kursi kerjanya dan mengatur timer itu enam kali sehari. Ya, enam kali 33,33 menit sehari, lima hari dalam sepekan.

Hasilnya? Ia mampu menghasilkan sembilan buku best seller. Puluhan iklan yang meraup sukses. Artikel yang tak terhitung jumlahnya.

“You can like it, dismiss it, laugh at it, or embrace it, but old Eugene Schwartz took it to the bank again and again and again and again” –Robert Bruce, 2017.

Jika Pikiran Sedang Kosong

Bagaimana jika Anda benar-benar sedang tidak memiliki ide atau inspirasi untuk ditulis? Bruce menyarankan untuk membaca sebuah buku. Buku yang telah Anda baca –meski belum selesai, dapat memberi Anda banyak inspirasi.

Pikirkan orang-orang terkasih di sekitar Anda. Pasangan hidup, orang tua, anak-anak, teman, atau siapa saja. Pasti ada kisah menarik yang bisa Anda tulis dari interaksi dengan orang-orang dekat Anda. Tulis sesuatu tentang mereka. Ini membuat Anda mudah melakukannya.

Ingat-ingat kejadian atau peristiwa berkesan di sepanjang kehidupan Anda. Itu pasti sangat banyak. Bukankah Anda bisa menuliskannya dengan mudah? Nah, jangan beralasan.

Paksakan diri untuk menulis setiap hari. Ingin mencoba ritual unik 33,33 menit seperti Schwartz? Saya tidak merekomendasikannya.

Bahan Bacaan

Rick Siderfin, How to Force Yourself to Write, 25 Juli 2018, https://copywritercollective.com

Robert Bruce, How to Kill Writer’s Block and Become a Master Copywriter in Only 3 Hours a Day, 29 Oktober 2019, https://copyblogger.com

.

Ilustrasi : https://copyblogger.com/schwartz-copywriting-system/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *