.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Successful writers do not wait until they are inspired to write” – Joseph M. Moxley
.
Apa yang diajarkan di bangku sekolah? Salah satunya adalah keteraturan. Para peserta didik dibiasakan dengan berbagai macam keteraturan. Mereka mengenakan seragam sekolah, menepati jam pelajaran, dengan jadwal yang serba teratur. Bahkan akan ada sanksi bagi peserta didik yang melakukan pelanggaran.
Demikian pula dalam kehidupan keseharian. Kita cenderung menjalani hidup dengan keteraturan. Jam tidur dan bangun tidur, mandi, makan, bekerja, ada pola yang sudah kita jalani secara –relatif—teratur. Apalagi bagi yang beragama Islam, dibiasakan dengan waktu-waktu shalat yang teratur setiap harinya.
Keteraturan adalah salah satu sisi pembelajaran. Bahwa belajar akan menjadi lebih efektif apabila menggunakan pendekatan keteraturan. Termasuk dalam belajar menulis. Belajar harus teratur, sebab jika tidak teratur, Anda akan cenderung selalu memulai dari awal setiap kali mengawali.
Joseph M. Moxley, penulis buku ‘Publish Dont Perish’ menyarankan keteraturan dalam menulis yang patut kita simak. “If you write regularly, you will generate more creative ideas than if you write only sporadically”, ujarnya.
Menurut Moxley, jika Anda menulis secara teratur, Anda akan menghasilkan lebih banyak ide kreatif daripada jika Anda hanya menulis secara sporadis. Misalnya, Anda menulis dua bulan sekali, atau dua pekan sekali, ini tidak efektif. Akan lebih efektif apabila Anda belajar menulis teratur setiap hari.
Menurut Moxley, penulis sukses tidak menunggu sampai mereka terinspirasi untuk menulis. Mereka akan tetap menulis apapun kondisinya. Mereka menulis secara teratur setiap hari.
Menulis dalam Kondisi Ideal dan Tidak Ideal
Dalam kehidupan sehari-hari, sudah barang tentu kita tidak mungkin menjumpai kondisi yang selalu sesuai keinginan kita. Misalnya, kita ingin selalu memiliki waktu dan kondisi yang luang untuk menulis setiap hari. Namun pasti akan ada hari dimana kita sangat sibuk, sangat rempong, sangat sulit, dan seterusnya.
Apa kuncinya? Sudah sering saya sampaikan –jangan beralasan. Bangunlah keteraturan menulis, bukan membangun alasan.
Pertama, Menulis dalam Kondisi Ideal
Kondisi ideal setiap kita, berbeda-beda. Kapan waktu optimal untuk menulis, setiap kita memiliki jawaban yang berbeda. Penulis tipe burung hantu akan sangat optimal menulis di malam hari. Makin larut malam, makin lancar ide mengalir. Penulis tipe ayam jago akan sangat optimal menulis di pagi hari.
Penulis tipe sunyi akan sangat optimal menulis saat sunyi sepi tanpa ada suara. Penulis tipe ramai akan sangat optimal menulis di tengah keramaian suasana. Penulis tipe kopi akan sangat optimal menulis jika ditemani kopi. Penulis tipe kuliner akan sangat optimal menulis jika ditemani banyak camilan.
Jika Anda bisa menjumpai kondisi ideal seperti yang Anda inginkan, bersyukurlah, dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk menulis. Bisa Anda mulai dengan membuat perencanaan, diteruskan dengan proses menuangkan ide ke dalam tulisan. Pada kondisi ideal itu, Anda akan sangat produktif menulis.
Kedua, Menulis dalam Kondisi Tidak Ideal
Apabila Anda menjumpai kondisi yang tidak ideal, tetaplah menulis. Jangan menggunakan alasan –karena kondisi tidak ideal—maka Anda tidak menulis. Tolak alasan ini dalam kehidupan Anda. Sekali lagi, bangunlah keteraturan, jangan membangun alasan.
Anda harus membangun keteraturan menulis setiap hari. Berikut beberapa pedoman dalam menghadapi kondisi tidak ideal.
- Tetap menulis, walau sedikit
Meski hanya satu paragraf, Anda harus tetap menulis setiap hari. Dalam situasi ideal, mungkin Anda bisa menulis 5.000 karakter setiap hari, bahkan lebih. Namun jika tak memungkinkan, tetaplah menulis walau sedikit.
- Tetap menulis, walau sebentar
Meski hanya lima menit, Anda harus tetap menulis setiap hari. Mungkin Anda menjumpai hari yang sangat padat, yang membuat Anda tidak lagi memiliki waktu luang. Meski demikian tetaplah menulis walau sebentar.
- Tetap menulis, walau tidak selesai
Anda tak harus menulis sampai selesai sebuah cerita atau artikel, namun Anda harus tetap menulis setiap hari. Dalam situasi ideal, Anda mampu menulis beberapa cerita atau artikel setiap hari. Namun jika tak memungkinkan, tetaplah menulis walau tidak bisa menyelesaikan pada hari itu.
- Tetap menulis, walau tidak punya ide
Moxley menyatakan, penulis yang baik tidak menunggu sampai ada ide datang. Ia tetap menulis meskipun merasa tidak ada ide untuk menulis. Karena “tidak punya ide” adalah sebuah ide untuk ditulis.
- Tetap menulis, walau sedang tidak ingin menulis
Bagi pembelajar, Anda bukan berada dalam situasi ingin atau tidak ingin. Seperti anak sekolah –bukan soal ingin sekolah atau tidak. Seperti pegawai kantor –bukan soal ingin bekerja atau tidak. Pun bagi penulis, tetaplah menulis walau sedang tidak ingin menulis.
Selamat menulis. Bangunlah keteraturan, jangan membangun alasan.
Bahan Bacaan
Joseph M. Moxley, Establish a Comfortable Place to Write, www.writingcommons.org

Jazakallaah ustad, orang seiringkali terjebak pd alasan shingga sulit untuk berbuat
MakasihPak Cah, sangat mencerahkan
Saya suka
Saya akan berusaha, bagus sekali isinya pak
Trims pak Cah. Nasehat nya Sangat menginspirasi. Sy suka.