20 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Corona tidak mengerti bahwa tahun telah berganti. Mereka bahkan bermutasi. Maka tak cukup ditangisi. Tak cukup dihadapi dengan sedih dan kesal hati. Kita harus pandai beradaptasi.

Sudahi sedihmu. Seduh kopimu. Tulis kisahmu. Terbitkan bukumu.

2021, Tahun Buku

Sampai akhir 2020 Anda belum memiliki satu pun buku karya sendiri? Oke, tidak masalah. Jadikan 2021 sebagai tahun buku bagi Anda.

Anda pasti punya sangat banyak kisah kesedihan dan kebahagiaan selama masa pandemi corona. Anda punya sangat banyak cerita untuk diabadikan. Bikin hadiah untuk diri Anda sendiri, bagaimana Anda berada dalam suasana pandemi.

Kisah Anda akan menjadi sejarah tertulis –jika Anda membukukannya. Anak, cucu dan cicit Anda akan membaca, bagaimana suasana pandemi 2020, bagaimana lockdown dan karantina, bagaimana rapid dan swab. Itu seakan legenda, pada masanya .

Tulis semua. Setiap kesedihan, setiap kedukaan, setiap kesyukuran, setiap kebahagiaan, setiap keajaiban. Betapa indah hidup Anda. Penuh warna. Sayang jika tidak Anda tuliskan, sayang jika tidak Anda bukukan. Anda adalah pelaku sejarah di masa pandemi corona.

Tentukan target Anda. Mau berapa buku Anda tulis dan terbitkan di 2021 nanti? Sebut saja, jangan ragu. Anda akan mampu mewujudkannya, insyaallah.

  • Setahun satu buku

Anda ingin membuat buku dengan mudah? Target terbit satu buku selama 2021, adalah sangat mudah Anda wujudkan.

Saya ajak Anda membuat buku ukuran 30.000 kata saja. Jika Anda tulis selama satu tahun, berarti tiap hari Anda hanya perlu menulis 82 kata saja. Sangat singkat bukan?

Jika dibuat dalam hitungan pekan, Anda hanya perlu 330 kata saja setiap pekan. Atau jika 30.000 kata dibagi 12 bulan, rata-rata sebulan Anda hanya perlu memproduksi 2.500 kata saja. Amat sangat ringan.

  • Setahun dua buku

Rasanya tidak ada tantangan jika hanya mentarget satu buku. Bagus jika Anda target 2021 lahir dua buku karya mandiri Anda. Tiap enam bulan, terbit satu buku. Ini masih target santai.

Jika membuat buku ukuran 30.000 kata, berarti tiap bulan rata-rata Anda harus menulis sebanyak 5.000 kata. Pada bulan Januari – Juni 2021, Anda harus  menulis 166 kata tiap hari. Ini masih santai. Belum terlalu menantang adrenalin literasi.

  • Setahun tiga buku

Nah, ini namanya target realistis. Saya sering menyebut dengan program SHSB alias seratus hari satu buku.

Program SHSB dilakukan dengan menulis 1.000 karakter pada waktu pagi hari, dan 1.000 karakter pada sore atau malam hari. Tulisan tersebut untuk postingan di medsos, misalnya facebook atau instagram. Boleh juga posting di blog atau grup whatsapp. Mengapa diposting? Biar sekalian latihan PD, karena ujungnya nanti akan dibukukan.

Jika konsisten 100 hari menulis 2.000 karakter setiap hari, maka dalam 100 hari akan terkumpul 200.000 karakter. Ini sudah menjadi buku ukuran A5 setebal 200 halaman isi, full textbook.

Semoga Anda sudah mengerti perbedaan kata dengan karakter. Jika belum mengerti, simak kembali di sini.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan facebook, menulis sekali postingan 1.000 karakter, itu sangat mudah. Anda sudah sering melakukannya, namun belum terprogram untuk menjadi buku.

Apabila tiap 100 hari berhasil menyelesaikan naskah untuk satu buku, maka dalam satu tahun di 2021 nanti, Anda akan menerbitkan 3 buku. Super keren.

  • Menulis trilogi

Anda juga bisa mentarget setahun tiga buku, namun berbentuk paket, yang lazim disebut trilogi.

Misalnya, buku saya yang terbit di masa pandemi, berjudul ‘Merumahkan Cinta’, adalah trilogi dari buku Akad, Sakinah dan Mahabah. Demikian pula, buku terbaru saya ‘Menulis Semudah Bernapas’, adalah trilogi. Satu paket, terdiri dari tiga buku.

Menulis trilogi, lebih berat dibanding menulis tiga buku yang berbeda-beda. Program SHSB yang saya ceritakan di atas, adalah buku bebas. Anda bisa membuat tiga buku dalam satu tahun dengan jenis yang beragam.

Namun untuk buku trilogi, dituntut adanya kesatuan logika. Dengan demikian harus direncanakan dengan lebih cermat.

Buku Apa yang Anda Tulis?

Anda bebas memilih, buku seperti apa yang ingin Anda tuliskan. Jika Anda lebih suka fiksi, bisa berbentuk buku kumpulan cerpen atau puisi, karya Anda sendiri. Bisa juga berbentuk cerita bersambung yang Anda bukukan.  Atau sekalian Anda membuat novel, jika memang siap.

Jika Anda lebih suka nonfiksi, bisa membuat buku kumpulan artikel, atau kumpulan kisah berhikmah yang Anda pungut selama masa pandemi 2020. Intinya, buat yang mudah saja. Yang sesuai kecenderungan Anda masing-masing.

Tugas Anda hanya menulis. Anda tidak harus melakukan editing sendiri, jika tidak mampu melakukannya. Anda bisa meminta bantuan kepada pihak penerbit indi untuk melakukan editing, layout, desain cover, pengurusan ISBN, hingga menerbitkan.

Sangat mudah bukan?

3 thoughts on “2021 Adalah Tahun Buku

  1. Alhamdulillah….2020 akhir konsep sudah rampung 1 buku. Tinggal minta diedit sama yg profesional karena saya ingin buku yg ditulis bisa menarik pembaca syukur2 ada hikmah pembelajaran yg bisa diambil oleh orang lain dari tulisan saya dan tentunya dibantu oleh tenaga edit serta mativasi yg luar biasa dari Pak Cah ….sehingga tulisan rampung walau masih ada perasaan layak atau belum ….trmksh banyak Pak Cah motivasinya di pagi ini Jumat, 01-01-2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *