19 September 2026

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Allah yang Maha Kaya senantiasa memberi kecukupan. Tidak ada satu keperluan pun yang luput dari perhatian dan bantuan-Nya. Semakin kita bersyukur maka Allah senantiasa memberikan “apresiasi”, laaziidannakum. Maka perbanyaklah bersyukur agar rezeki semakin subur. Hari ini, hal apa yang belum disyukuri? Semua episode terasa indah dalam jiwa yang  penuh syukur.

–Yulia K Rohima

(2)

Selalu ada masa expire untuk setiap sesuatu di dunia ini. Setinggi apa pun pencapaian seseorang, akan tiba masa kehidupannya berakhir. Hendaknya setiap orang menyiapkan diri untuk kematian yang indah, jangan takut menghadapinya. Sejatinya, bahagia di dunia hanya sebuah jalan. Kebahagiaan hakiki akan kita temukan di kehidupan setelah kematian. “Berbekkallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.” (Q.S. Al-Baqarah : 197)

–Junayda

(3)

Pada 10 hari terakhir Ramadan, ada malam spesial yang disebut Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Upayakan menghidupkan malam-malam di 10 hari terakhir dengan ibadah. Membuat kue, mengecat rumah atau membeli baju lebaran, lakukanlah di waktu sebelumnya agar optimal ibadah kita. Adanya perbedaan perhitungan tanggal dimulainya Ramadan, hendaknya jangan dijadikan perdebatan karena masing-masing punya sandaran. Hayuk, fokus saja pada ibadah di malam-malam terakhir Ramadan.

–Dewi Indrayati

(4)

Imam Nawawi menukilkan ijma ulama bahwa membaca Al-Qur’an adalah dzikir yang paling utama dari istighfar, bertasbih, dan dzikir lainnya. Kunci solusi dari kesedihan dan kesusahan adalah dengan bertilawah karena jiwa, hati yang demikian akan terbebas dari ketidaknyamanan kehidupan.

–Dede Nurjanah

(5)

Apabila ada sesuatu yang tidak menyenangkan bagimu, entah harapan atau keinginan yang tidak terwujud, atau bahkan sesuatu yang telah terjadi. Ketahuilah hal itu mungkin baik bagimu, pun sebaliknya karena Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

–Meivany Azarini

(6)

Hidup matimu adalah takdir jalannya adalah pilihan. Allah tidak akan mengubah nasibmu kecuali dirimu yang mengubahnya. Teruslah berusaha sekuat tenagamu sembari bersandar kepada kodrat iradat-Nya.

–Ifah Latifah

(7)

Sesuatu yang kita anggap sepele dan tidak penting, bisa jadi bagi orang lain sangat berharga. Lihatlah seseorang dengan kacamata mereka, jangan pernah menilai seseorang dengan kacamata kita.

–Wince Jaminan

(8)

Tak ada salahnya bermimpi hingga ke nirwana. Toh kalau pun jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Tapi ingat barengilah mimpimu itu dengan usaha.

–Yessy Eria

(9)

Jika lelahmu mendera, ucapkan Hamdalah, itu artinya ragamu bermanfaat untuk hari ini. Jika pekerjaanmu menumpuk, ucapkan Hamdalah, itu artinya Allah memberikan kepercayaan untukmu. Jika hatimu berduka, ucapkan Hamdalah, itu artinya Allah menguji kesabaranmu. Mensyukuri apa yang terjadi adalah sebuah kebaikan.

–Khuriyatul Ainiyah

(10)

Saking banyak kenikmatan yang Allah beri dan tak bisa terhitung banyaknya kadang manusia lupa mensyukuri. Jangan biarkan diri diliputi ujian dan musibah melemahkan diri sehingga sulit untuk mensyukuri apa yang telah Allah beri.

–Syasha Lusiana

(11)

Bukan dihina, tetapi kita ini bener hina. Bukan direndahkan, tetapi kita yang merasa tinggi. Bukan dijelek-jelekkan, tetapi kita memang tidak bagus. Bukan diprasangkai, tetapi memang masih banyak keburukan dalam diri. Diam, rendahkan hati untuk mau mendengarkan siapa pun. Jika ungkapan itu benar, akui dan perbaiki diri. Jika itu tidak benar, jadikan sebagai pengingat diri.

–Hellen Patraliza

(12)

Mari kita maksimalkan seluruh ibadah di bulan Ramadan serta membangun kedekatan dengan Allah Swt., sehingga pantas Allah  memberi pertolongan dan keberkahan-Nya. Bulan Ramadan,  bulan diturunkannya Al-Qur’an, karenanya interaksi kita dengan Al-Qur’an harus diperkuat dengan membacanya, mentadaburinya dan mengamalkannya.

Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surah Shad ayat 29, “Kitab (Al-Qur`ān) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.”

Sebagaimana sabda Nabi saw, “Al-Qur’an itu bisa menjadi pembelamu atau musuh bagimu.” (HR. Muslim no. 223)

–Nunun Nurlaila

(13)

Seseorang yang sedikit ilmunya tetapi santun, jauh lebih baik daripada orang yang banyak ilmu, tetapi berakhlak buruk. Sungguh merugi orang yang tidak beradab walaupun banyak ilmunya karena hal itu tidak memberi manfaat untuknya dan manusia lain.

–Atifah Saleha

(14)

Tugas kita hanyalah berusaha sebaik-baiknya dan berdoa sebanyak-banyaknya. Selebihnya serahkanlah pada Allah. Semua yang menjadi takdir kita akan sampai pada kita, sesulit apapun itu. Begitu juga sebaliknya, semudah apapun, jika Allah tidak takdirkan menjadi milik kita, tidak akan sampai pada kita.

–Eli Halimah

(15)

Awalilah pagi dengan penuh semangat. Salah satunya adalah dengan membiasakan bangun pagi. Di bulan Ramadan, kita biasakan untuk bangun dini dan melaksanakan sahur. Bila kita bangun pagi dengan baik, maka badan terasa segar dan urusan pun jadi lancar.

–Dwi Handayanti

(16)

Jangan terlalu bersedih atau kecewa ketika orang tak percaya padamu. Selama kau percaya pada Allah Swt., maka itu lebih baik dibanding menuntut orang percaya padamu. Dia Maha Tahu atas dirimu yang sebenarnya.

–Wydiesti.                       

(17)

Rasulullah saw. telah mengajarkan tata krama dalam bermasyarakat, salah satunya melalui hadist ini. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” ( HR Bukhari Muslim)

–Ayu Muliyati

(18)

Dengan membaca kehidupan Rasulullah dalam siroh Nabawiyah, kita tahu Beliau saw adalah sosok yang paling layak kita dicintai. Beliau pernah mengganjal perutnya dengan batu selama  tiga hari lamanya karena lapar. Begitu Zuhudnya beliau terhadap dunia. Semoga kita semakin mencintai Rasulullah dengan membaca kisah hidup beliau dalam syiroh Nabawiyah dan meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Mari senantiasa kita lantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw..

–Nur Pujiasih

(19)

Sabar itu hatinya tidak berkeluh kesah, lisannya tidak mengadu (kecuali mengadu kpd الله atau siapa saja yg diharapkan bisa memberikan solusi), dan anggota tubuhnya tidak anarkis. Sabar itu pantang mundur, ulet, jatuh bangun, tidak menyerah, dan tetap istiqamah. Sabar itu aktif dan produktif, bukan pasif.

–Tatiek Rahayu Anwar

(20)

Setiap orang dilahirkan dengan watak, karakter yang berbeda dan telah ditetapkan baginya garis hidup. Seperti apa hidupmu kelak ditentukan seberapa besar upaya meraihnya. Ketika berhasil meraih kesuksesan akan sangat banyak orang-orang yang bahagia karena energi positif kegembiraan yang engkau tebar. Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang merasa iri dan merasa tersaingi atas keberhasilan yang engkau raih.

Jalani hidupmu, tetap melangkah ke depan dalam koridor yang telah ditentukan Allah untukmu. Allah Swt. selalu membersamai dalam setiap hembusan nafas. Orang-orang yang menyayangimu akan selalu setia terus berada di sisimu.

–Warlinah

(++)

Dianjurkan kita banyak berdoa pada bulan Ramadan ini, terutama pada waktu-waktu mustajab. Di antara waktu mustajab itu adalah menjelang berbuka, menit-menit kegembiraan kita akan segera tiba. Namun sebelumnya, kita patut bercermin diri, lihat bagaimana kita menjawab seruan Allah.

— Leni Cahya

(++)

Pernah mendengar ungkapan “Dunia ibarat air laut, jika diminum malah menambah haus?” Begitulah kenikmatan dunia yang hanya fatamorgana, keindahan yang dirasakan hanyalah semu bisa lenyap sewaktu-waktu. Berbeda dengan kebaikan, meskipun kecil dan kadang tidak terlihat, dia akan menambah kerlip hati dan kebahagian di kampung akhirat sejati.

“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (Q.S. An-Nahl: 30)

–Puspa Mafazan

(++)

Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itu pun tidak mampu, merangkaklah. Namun, jangan pernah berbalik arah atau berhenti. (Imam Syafi’i)

–Yuli Pinasti

(++)

Adakah hal yang remeh, jika setiap hal sebenarnya menjadi sebab sesuatu? Seorang lelaki mantab meminang perempuan yang  mendoakannya saat bersin. Peristiwa kecil dalam sebuah perjalanan dengan kereta api, telah mengawali taqdir jodohnya.

Seorang manajer meminang gadis yang menangis saat sholat dhuha di mushola kantor. Gadis itu akan melamar pekerjaan, berdoa khusyuk hingga terdengar isak lirihnya. Seorang pemuda terpukau kesantunan gadis. Di sebuah rumah makan ia melihat gadis itu mencium tangan ibunya dengan takdzim.

“Aha, ini gadis idamanku!” Kira-kira begitulah. Sekalipun tak saling kenal, frekwensi kebaikan tersambung oleh sebuah sebab kecil. Maka, jangan remehkan hal remeh.

— Ida Nur Laila

(++)

Popularitas, kekayaan dan kemewahan tidak bisa menjamin kualitas hidup yang baik, karena itu hanyalah sisi-sisi material dalam kehidupan. Hidup yang berkualitas hanya bisa didapatkan dengan menjaga keseimbangan semua potens kemanusiaan yang kita miliki. Ada sisi spiritual, mental, moral, emosional, intelektual, finansial, dan juga sosial yang harus diseimbangkan potensinya. Jika hidup tidak menjaga keseimbangan potensi kemanusiaan tersebut, hanya akan melahirkan kesengsaraan.

–Cahyadi Takariawan

1 thought on “20 ++ Pesan Kebaikan Hari Ketujuhbelas Ramadan

  1. Alhamdulillah wasyukrulillah.Tiada hari tanpa menuliskan kebaikan dan kebaikan. Baarakallah. Terima kasih makkeposemua dan makbunda Ida yang turut serta menambah semarak tujuan berkarya, terlebih pak Cah selaku pengokoh dalam setiap untaian tinta kehidupan makkepo semua. Syukran katsira ustadz Cahyadi Takariawan dan bunda Ida Nurlaila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *