.
Oleh : Kantin Emak Produktif Oye (KEPO)
.
(1)
Masih ada yang bermalas-malasan ibadah di bulan Ramadan? Jika di bulan Ramadan saja engkau malas menjalankan ibadah, sekuat apa dirimu menjalankannya di luar Ramadan?
–Cahyadi Takariawan
(2)
Jika ada yang enggan memulai hari, tak memiliki gairah hidup, bisa jadi karena tak memiliki mimpi. Anda yang memiliki tujuan, harapan dan keyakinan akan bangun pagi dengan penuh semangat.
Anda akan menyongsong kesulitan sebagai kemestian dan tantangan yang harus ditaklukan. Anda akan berjuang dan menghargai pencapaian kecil untuk menambah energi berjuang. Anda akan melihat ada cahaya kemenangan di ujung jalan.
Jangan senang kau dipuji manusia karena sesungguhnya pujian hanya milik Allah SWT.Teruslah bekerja dan beramal. Ingat hidup bukanlah mengumpulkan pujian tetapi mengumpulkan amal untuk bekal perjalanan akhirat.
–Ida Nurlaila
(3)
Jangan lelah dan bosan berbuat baik, hatta mendoakan saudaramu sesama muslim, kebaikan itu akan kembali kepada dirimu insyaallah.
–Meivany Azarini
(4)
Ikhlas itu datangnya dari hati bukan sekedar kata tanpa makna. Walau tak terucap, tapi jika keluar dari lubuk hati terdalam, keihklasanmu lebih bernilai dari sejuta kata.
–Leni Cahya
(5)
Di setiap keberhasilan selalu ada proses dan usaha serta ujiannya sendiri. Tanpa kesabaran mustahil semua itu akan bisa dilewati. Ramadhan sebuah madrasah untuk mendidik jiwa manusia agar menetapi kesabaran.
–Atifah Saleha
(6)
Saat pahala amal dilipatgandakan pahalanya, teruslah berbuat kebaikan dan mengajak orang lain berbuat baik. Semoga pahalaNya terus mengalir. Tetaplah melakukan kebaikan meskipun dengan hal-hal kecil.
Dengan berbagi walaupun kita belum berlebih. Bulan Ramadhan ayo saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Ajak seluruh anggota keluarga untuk terlibat dalam amal salih. Saling mendoakan dan memotivasi.
–Nur Pujiasih
(7)
Pernahkah kita berpikir, untuk apa kita hadir di dunia? Jika kita membuka surat Az-Zariyat: 56, Allah menciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.
Ketika Rabbul ‘Izzati memerintahkan ‘iqra, hal itu dimaksudkan agar kita membaca, melihat, mendengar, dan merasakan ayat-ayat Allah pada ciptaan-Nya. Niscaya kita akan menemukan keberadaan Yang Mahakuasa di setiap ciptaan-Nya yang hidup dan mati.
Sungguh, kasih sayang Allah melebihi kasih sayang seorang ibu. Kita akan dapat merasakan kebersamaan Allah yang sangat dekat, lebih dekat daripada urat leher kita sendiri.
–Tatiek Rahayu Anwar
(8)
Rangkaian takdir yang kita jalani, tak sepenuhnya harga mati. Sebagiannya, Allah percayakan kepada kita untuk mengusahakan sendiri. Tiga hal bisa kita jadikan bekal. Luruskan niat, maksimalkan ikhtiar, benarkan tawakkal.
–Junayda Abinaya
(9)
Pernahkah terpikir untuk memberikan jamuan berbuka puasa yang terbaik secara cuma-cuma kepada sebanyak-banyaknya orang? Allah Maha Kaya, memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya. Beriman atau tidak beriman, semua diberi-Nya rezeki.
Pada hari kedua ini, saya membayangkan suatu saat dapat menjamu semua sahabat yang datang ke cafe saya. Cafe? Di mana alamatnya?
Justru itu, saya sendiri belum tahu di mana, karena semua masih dalam bayangan. Semoga one day bayangan menjadi kenyataan. Hal jazaa-ul ihsaan illaal ihsaan. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
–Yulia K. Rohima
(10)
Bukan belajar untuk ujian, tetapi seharusnya ujian adalah sarana kita untuk belajar. Karena apa yang kita pelajari terkadang jauh berbeda dengan yang diujikan.
Pada hakikatnya tiap detik hidup kita adalah ujian. Maka, setiap detik pulalah kita harus belajar.
–Eli Halimah

(11)
Berpuasa itu akan mengajarkan kita akan sifat sabar, sabar menahan hawa nafsu hingga waktu berbuka tiba
Akan ada nikmat yang berbeda ketika kita mendapatkan sesuatu dengan kesabaran, dan di balik kesabaran ada perjuangan yang melelahkan yang didalamnya tersimpan keindahan. Sabar dengan penuh perjuangan
–Ifah Latifah
(12)
Ramadhan datang, prestasi gemilang. Ramadhan adalah bulan prestasi. Saatnya kita berlatih mengendalikan hawa nafsu kita. Saatnya kita melatih diri untuk memperbanyak amal kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan diri kita semakin bertakwa.
–Dwi Handayanti
(13)
Hidup di dunia adalah permainan. Waktu nya pun hanya sebentar dan singkat. Hanya sesaat saja di waktu pagi atau sore hari. Akan tetapi, waktu yang singkat ini sekaligus sangat menentukan tempat tinggal kita di akhirat kelak.
Apapun yang kita dapatkan di akhirat, entah itu kebaikan atau keburukan, itulah hasil yang kita lakukan di dunia. Dan kita akan tersadar, betapa banyak hal yang sia-sia yang kita kejar di dunia. Semua akan berpulang kepada diri kita sendiri.
–Hellen Patraliza
(14)
Dalam kehidupan sehari-hari, sering ditemui orang-orang yang gemar membandingkan nasib dirinya dengan orang lain. Merasa dirinya paling sengsara, paling riweuh dan pusing sendiri.
Padahal Allah memberikan cobaan itu, sebagai ujian kepada setiap insan dengan tingkat kesulitan yang sesuai kemampuan dan keimanan masing-masing. Dan Allah tidak mungkin salah menakar, atau berat sebelah. Ada baiknya selalu merenungkan hikmah di balik cobaan yang dialami.
–Dewi Indrayati
(15)
Ujian hidup sebagaimana besi yang akan dijadikan sebuah senjata atau menjadi sesuatu yang lebih bagus. Maka ia akan dibakar ditempa dibentuk hingga siap digunakan. Demikian juga dengan jiwa kita, saat kita merasa berat menghadapi sebuah ujian yakinlah Allah pasti sudah menyiapkan sesuatu yang lebih bagus untuk kita “
–Yuli Pinasti
(16)
Ketika engkau nyatakan cinta pada Allah sementara masih membenci berarti di dalam hatimu masih terselip dusta sebab tidak mungkin engkau mencinta yang tidak tampak sementara yang tampak engkau benci.
Jangan menyimpan dendam dalam hati, ketika kebencian ada dalam hati sudah pasti engkau kehilangan cinta dan kasih sayang.
Ketika seseorang menamparmu jangan balik menampar, jika hal yang sama engkau melakukan maka derajatmu sudah pasti sama dimata Allah, bahkan lebih rendah. Ibarat pemain bola yang dapatkan point’ sama karena seri, yaaa…. sudah pasti hasilnya nol, tidak ada nilai yang tinggi.
Selamat berpuasa, moga kita termasuk golong orang-orang yang sabar, Aamiin.
–Warlinah
(17)
Shaum membersihkan hati. Ibarat genangan noda di atas kain, dan shaum adalah air bersihnya. Maka genangan itu akan hilang saat air bersih menghanyutkannya
Bila shaum tidak mampu membersihkan hati, maka tanyakan pada diri apa yang menghalangi hati sehingga shaum pun tak mampu membersihkannya. Tak mampu mencuci noda jadi suci, tak mampu membasuh kotor jadi bersih, tak mampu membedakan baik dan buruk, tak mampu memilih salah dan benar, tak mampu mengubah lapar jadi sabar, tak mampu menekan syahwat.
Maka, tanyakan pada diri, ada apa dengan hati?
— Syasha Lusiana
(18)
Jangan senang kau dipuji manusia. Sesungguhnya segala pujian hanya milik Allah Swt., teruslah bekerja dan beramal. Ingat hidup bukanlah mengumpulkan pujian, tetapi mengumpulkan amal unyuk bekal perjalanan ke akhirat.
–Wydiesti
(19)
Setiap masa banyak kisah yang menyusahkan dan menyedihkan. Tidak perlu berkeluh kesah. Kita hanya perlu menjalani karena itu bagian dari pelajaran untuk dipahami dan pengalaman untuk dinikmati.
–Sri Rohmatiah
(20)
Sejenak, di hari kedua Ramadan, apa kabar diriku dan dirimu? Muhasabahku, di antara gemuruh di dada dan netra yang berkaca. “Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?” Bersyukurlah dengan capaian saat ini dan bersemangatlah menggenggam impian esok hari.
–Puspa Mafazan
++
Membangun semangat membara menjemput pintu Ar-Royyan. Menghidupkan Shaum dengan meperbanyak membaca Al-Qur’an, salat, dzikir, itikaf dan sedekah
Bersedekah secara harian membuat kita termasuk dalam golongan orang-orang yang dicintai Allah.
–Nunun Nurlaila

Masyaallah tabarakallah. Hindari malas dan bersemangat melakukan kebaikan dan kemanfaatan. Jangan takut bermimpi karena hidup itu penuh arti. Terima kasih pak Cah, mak bunda Ida serta sahabat mak kepo semua. Sukses dan berkah selalu.