.
Ayuk Menulis Buku Antologi – 22
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Untuk jenis buku antologi yang tujuannya untuk pembelajaran atau persahabatan, setelah buku terbit, segera dibagi kepada para kontributor atau anggota komunitas sesuai kesepakatan. Buku dicetak sesuai jumlah kontributor atau sesuai anggota komunitas.
Biasanya penerbit akan menambah dengan 4 (empat) eksemplar dari pesanan. Empat eksemplar tersebut, peruntukannya adalah 2 (dua) eksemplar untuk Perpustakaan Nasional, 1 (satu) eksemplar untuk Perpustakaan Daerah dan 1 (satu) eksemplar untuk dokumen pihak penerbit.
Sedangkan untuk buku antologi yang tujuannya komersial, setelah buku terbit, segera dipasarkan luas ke jalur distributor. Bisa juga menggunakan strategi penjualan langsung. Mereka harus memiliki strategi yang handal sehingga penjualan buku bisa optimal.
Pada dasarnya pihak inisiator dan tim kerja harus berusaha memantau perkembangan pemasaran dan penjualan buku antologi. Mereka juga harus mengantisipasi setiap permasalahan yang muncul dalam jalur penjualan.
Proses berikutnya adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Apa saja sisi yang perlu dievaluasi dari buku antologi?
Evaluasi Buku Antologi
Setelah buku antologi terbit dan dibagi kepada para kontributor, atau telah beredar luas, bisa segera dilakukan proses evaluasi. Untuk buku antologi yang bertujuan profit, evaluasi diharapkan mampu menilai poin-poin berikut ini:
- Menilai kualitas buku antologi apakah sesuai dengan harapan dan rencana yang telah ditetapkan di awal pembuatan
Evaluasi bisa dilakukan terhadap kondisi buku setelah terbit. Meskipun telah diperiksa melalui dummy, tetap saja mungkin terjadi kesalahan atau cacat pada produksi. Poin ini serupa dengan tugas quality control di perusahaan.
Menilai kualitas buku, bisa diperhatikan dari sisi kualitas cetakan, kualitas cover, layout, dan kondisi buku secara umum. Kadang dijumpai buku yang kurang kuat dari segi jahitan atau lemnya, sehingga halaman mudah lepas.
- Proses marketing, apakah sudah mampu mengenalkan buku kepada calon pembeli secara luas
Penting dilakukan evaluasi terhadap respon pasar atas buku tersebut. Hal ini menyangkut sisi marketing, sejauh mana efektivitasnya? Apakah strategi marketing telah ditempuh sesuai rencana? Apakah teknik marketing yang dipilih terbukti handal untuk mengenalkan buku kepada segmen pasar?
Jika didapatkan realitas buku kurang mendapat respon, bisa melakukan perubahan strategi marketing. Segera melakukan terobosan untuk menemukan cara pemasaran yang lebih tepat.
- Proses penjualan, apakah sudah terjual sesuai dengan target atau ekspektasi
Evaluasi juga dilakukan terhadap tingkat penjualan buku, apakah sesuai target atau masih jauh dari target? Jika buku antologi direspon luas oleh pasar dan selalu repeat order (cetak ulang), maka dalam setiap proses cetak ulang buku bisa dilakukan evaluasi secara rutin.
- Proses cetak ulang, adakah bagian yang perlu dilakukan perubahan?
Ketika melakukan cetak ulang buku, bisa jadi ada perubahan isi, perubahan cover, perubahan tata letak, dan lain sebagainya. Maka kadang kita menjumpai buku dengan keterangan di bagian cover “edisi revisi”, karena pernah terbit sebelumnya dan mengalami perubahan dalam cetak ulang. Semua perubahan tersebut berdasarkan evaluasi, sehingga menjadi jelas bagian apa yang perlu perubahan.
- Pembagian royalti, apakah sudah sesuai dengan kesepakatan?
Jika buku bertujuan untuk mencari keuntungan profit, biasanya telah dibuat kesepakatan tentang mekanisme pembagian royalti. Biasanya royalti diberikan ketika buku sudah terjual seluruhnya, atau dibagi berdasarkan hitungan waktu. Misalnya evaluasi tiap enam bulan untuk pembagian royalti.
Catatan Akhir
Dari seluruh edisi “Ayuk Menulis Antologi” yang saya sajikan di blog ini, ada beberapa catatn penting ingin saya sampaikan.
Pertama, buku antologi pada dasarnya memiliki sejumlah kelebihan namun juga memiliki kekurangan. Maka penting untuk mengupayakan optimalisasi berbagai sisi kelebihan, dan meminimalisir berbagai sisi kelemahannya.
Sangat penting adanya kejelasan kontrak kerjasama / kesepakatan sejak dari awal dari semua pihak yang terlibat. Kesepakatan ini bisa menjadi landasan bertindak dan menjaga kebersamaan di antara para kontributor dan tim kerja.
Kedua, karena proses membuat buku antologi relatif mudah, maka siapapun bisa menjadi inisiator untuk membuat buku antologi. Anda juga bisa menjadi inisiator dengan mengundang kesertaan teman-teman Anda.
Satu buku antologi bisa menjadi ikatan persahabatan atau persaudaraan di antara para penulisnya. Bahkan bisa membuat sebuah buku antologi dari anggota keluarga anda sendiri.
Ketiga, tahapan dalam pembuatan buku antologi bersifat sangat luwes atau fleksibel. Setiap buku bisa memiliki kisah yang unik dan berbeda dari buku lainnya. Maka semua teori tentang tahapan proses pembuatan buku antologi hanyalah berupa gambaran global. Adapun detail realisasinya harus menyesuaikan situasi dan kondisi.
“Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar”. Lawrence Clark Powell (1906 – 2001)

Menulislah agar di pahami
Berbicaralah agar di dengar dan membacalah agar menjadi besar (lawrence Clark Powel) Syukran katsiiran ustaz Cahyadi Takariawan.