Oleh Cahyadi Takariawan
Anda pernah membeli pisang goreng di restoran atau caffe zaman now? Meski pisang hanya satu potong, namun disajikan di piring yang luas dan penuh dengan asesoris. Pisang goreng menjadi makin berkelas dengan tampilan yang cantik menawan.
Inilah seni menampilkan pisang goreng agar berkelas. Bukan sekedar bab makan pisang goreng atau menggoreng pisang, namun bab menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi, dari pisang.
Demikian pula dalam menghasilkan karya tulis. Bukan sekedar bab menulis. Bukan sekedar bab memposting tulisan. Namun bab menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi, dari tulisan.
Ibarat membuat pisang goreng, tahap pertama adalah menggoreng pisang itu sendiri. Tahap kedua adalah memilih hasil yang sesuai standar —sebab bisa jadi ada yang hasilnya tidak sesuai standar. Tahap ketiga adalah menghias di wadah, dengan aneka toping agar lebih menarik saat dihidangkan.
Tiga Tahap Menghasilkan Karya Tulis
Ada tiga tahap dalam menghasilkan karya tulis sebelum dipublikasikan. Yang pertama adalah proses kreatif menuangkan ide ke dalam tulisan. Tahap kedua, adalah mengedit tulisan. Tahap ketiga, adalah menghias tulisan.
Tahap pertama berupa proses kreatif menuangkan ide, gagasan, pemikiran, perasaan, pengalaman, ke dalam tulisan. Ini yang disebut sebagai “menulis”, yang sering saya sebut sebagai menulis semudah bernafas. Di tahap ini, tulis semua pesan yang hendak Anda sampaikan.
Tahap kedua berupa mengedit tulisan, yaitu tindakan untuk mengoreksi, menyesuaikan dan membenarkan tulisan. Yang paling basic adalah tindakan memeriksa agar tidak ada kesalahan dalam aksara, disebut juga sebagai proofreading. Sedangkan editing yang sangat penting bagi penulis adalah memeriksa isi agar sudah sesuai dengan yang diharapkan, tidak ada penyimpangan makna.
Editing juga tindakan untuk menyesuaikan dengan kaidah penulis, seperti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Termasuk memeriksa sistematika dan alur tulisan, agar lebih enak dibaca, dan tidak membingungkan.
Tahap ketiga berupa menghias tulisan, yaitu tindakan untuk membuat tulisan menjadi indah untuk ditampilkan kepada pembaca. Sebenarnya, pekerjaan utama menghasilkan karya tulis sudah selesai dalam dua tahap di atas, namun itu baru tampilan ‘standar’ yang belum ada hiasannya. Supaya indah menawan, tulisan perlu dihias.
Cara Menghias Tulisan
Tindakan menghias tulisan bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama adalah membuat judul yang unik dan menarik. Sebagus apapun isi tulisan Anda, jika judulnya tidak menarik, tidak akan mengundang pembaca.
Kedua membuat paragraf pembuka yang menggelitik. Setelah judul, pembaca akan masuk ke paragraf pembuka. Jika paragraf pertama menarik, pembaca akan meneruskan membaca ingga selesai. Namun jika tidak menarik, pembaca bisa memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca.
Ketiga memberikan tambahan pada tulisan, seperti menambahkan quotes yang relevan, atau menambahkan cerita atau kisah yang relevan dengan isi tulisan, atau kutipan pendapat pakar / ahli yang sesuai dengan tema. Ini menambah bobot keindahan tulisan. Semacam menambahkan toping keju dan coklat pada pisang goreng, sebelum disajikan.
Keempat membuat paragraf penutup yang mengesankan. Paragraf terakhir dalam tulisan Anda bermakna penutup, sebisa mungkin buat yang mengesankan. Misalnya mengajukan pertanyaan, atau mengajukan harapan, bahkan bisa juga dengan amanat langsung.
Jika Anda memposting tulisan di web pribadi Anda, menghias bisa dilakukan dengan menambahkan gambar, ilustrasi atau foto yang menarik dan sesuai tema. Jika Anda membuat buku, maka hiasan bisa berupa cover buku, serta setting dan lay out yang unik.
Setelah selesai menghias, posting tulisan Anda. Pada saat memposting tulisan, Anda telah selesai mengedit dan menghias, sehingga hasilnya optimal. Bukan hanya berisi pesan positif yang menginspirasi dan memotivasi, namun juga tampil indah memesona. Bak Ratu Kecantikan, ia bukan hanya wanita cantik, namun juga cerdas dan bernas.
Bukan sekedar pisang goreng yang langsung disantap untuk membikin kenyang. Namun pisang goreng yang ditampilkan dengan cantik memesona, sehingga layak difoto dan dipamerkan sebelum disantap.

MashaAllah…super keren lagi ust Cah
Kebayang ya. Tulisannya seenak pisang gorenh itu
pisang goreng super….
Saya akan mencoba membuat pisang goreng saya berkelas seperti yang disajikan restoran mewah Pak Cah. Tapi tentu saya harus banyak-banyak belajar teknik memasak agar cita rasanya memuaskan konsumen dan sajiannya menggugah selera. Demikian juga dengan tulisan saya. Semoga tulisan Pak Cah menjadi resep andalan saya. Terima kasih.
Sangat bermanfaat dan menginspirasi
terus berkarya mbak Wenika….
ayuk belajar bersama, berproses bersama, mbak Leni…
ayo hiasi tulisan kita mbak yudha…
Subhanaallah, pisang goreng berkelas Pak Cah.. Melaluai tangan seorang Penulis semuanya jadi indah.. Terima kaaih Pak Cah atas ilmunya.. Mantap jiwa..
ayuk terus berkarya pak Eka…
Terima kasih Pak Cah
selamat berkarya bang Husin…
Sarapan bergizi ustadz✍️
ayuk berkarya mbak Trisnie…
Masya Allah luar biasa, ilmu yang sangat bermanfaat
ayuk terus berkarya bang….
Subhaanallah tulisan pak cah selalu jd hal yang menarik untuk disimak dan yg terpenting sangat menginfirasi
alhamdulillah, ayuk terus berkarya mbak…
Alhamdulillah…sarapan yg tidak bikin gemuk..
yuk terus berkarya mbak…
Terima kasih, Pak Cah.
semangat berkarya kak Putu….
Saya senang membaca artikel Pak Cah setiap pagi pasti nambah semangat.. Terima kasih Pak Cah..
semangaaaattt mbak isna…..
Terima kasih Pak Cah…
semangat menulis mbak Isna…
Sangat membelajarkan saya, terima kasih Pak Cahyadi Takariawan.
yuk makin rajin berkarya mbak sriwigati…
Terlambat saya membaca tulisan tulisan seperti ini
Ayuk terus berkarya Bang Lukman, moga makin lancar menulis…