19 September 2026

Berikut adalah contoh Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, terutama untuk Skripsi, di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Ini adalah cuplikan beberapa bagian —sekedar sebagai contoh, tentang “pedoman yang baku” untuk sebuah karya tulis ilmiah. Diambil dari tulisan Dr. Ali Mustadi, M.Pd, berjudul Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, tahun 2011.

Pedoman baku seperti ini, harus dipenuhi bagi mereka yang akan menciptakan Karya Tulis Ilmiah di lingkungan lembaga yang mengeluarkan aturan tersebut. Jika ada satu saja bagian yang tidak sesuai, dianggap salah atau tidak diterima. Inilah ciri khas dari sebuah tulisan ilmiah “murni”, yang sangat berbeda dengan tulisan ilmiah “populer”.

Berikut contoh pedoman dimaksud, hanya saya ambil sebagian kecil —sekedar sampel.

**************************

Pedoman Bahan dan Ukuran Kertas

Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Ukuran kertas : A4 (21 × 29,7 cm).
  • Jenis kertas : HVS 80 gram.
  • Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah di tentukan dengan lambang universitas tertentu)

Pedoman Pengetikan

Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya tulis ilmiah dirinci sebagai berikut.

1. Menggunakan software pengolahan kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, excel, dan lain-lain

2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman  dengan ukuran Font 12 kecuali untuk:

  • Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat lampiran)
  • Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.

3. Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, subsub-bab), memberi penekanan pembedaan, dan sejenisnya.

4. Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkinya tidak setingkat), dan sejenisnya. Judul sub  subsub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau biold-italic). Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring bisa (italic).

5. Batas tepi (margin):

  • Tepi atas   : 4 cm
  • Tepi bawah  : 3 cm
  • Tepi kiri   : 4 cm
  • Tepi kanan  : 3 cm

6. Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka.

7. Spasi awal, bagian isi, dan bagian akhir :

a. Bagian awal dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalah halaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak, riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel daftar gambar dan daftar lampiran.

Spasi yang digunakan adalah :

  • Pernyataan ditulis dengan spasi tunggal (lihat lampiran).
  • Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda.
  • Abstrak, antara 150-250 kata (dalam satu halaman) ditulis dengan menggunakan spasi tunggal (lihat lampiran).
  • Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran di susun dengan menggunakan spasi tunggal (lihat lampiran).

b. Bagian isi karya ilmiah meliputi Bab I sampai Bab V, disusun dengan menggunakan spasi ganda.

c. Bagian akhir karya ilmiah terdiri dari daftar pustaka, yang daftar referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antara referensi dengan spasi ganda), dan lampiran yang ditulis dengan spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.

8. Judul karya ilmiah, bab, sub bab, dan lain sebagainya

a. Judul karya ilmiah dengan bab, diketik dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum seperti (PT., CV.) posisinya ditengah halaman, dan tanpa diakhiri tanda titik. Perkecualian adalah judul pada halaman persetujuan seminar dan pengesahan skripsi (dengan huruf bisaa, di cetak tebal).

b. Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelah kiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub-bab di cetak dengan huruf tebal (bold)

c. Judul sub sub-bab dimulai angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub subbab dicetak dengan huruf tebal (bold)

d. Judul sub sub-sub bab dimulai dengan huruf a, b, c, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub sub-sub bab di cetak dengan huruf tebal-miring (bold-italic).

e. Judul sub sub-sub-sub bab dimulai mulai dengan angka 1), 2), 3) dst. (tanpa titik), dan judul sub sub-sub-sub bab  dimulai dengan huruf  a), b), c), dst. (tanpa titik). Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Dan sub sub-sub-sub bab dan sub sub-sub-sub-sub-bab di cetak dengan huruf miring (italic).

Pedoman Penulisan Daftar Pustaka

  1. Ketentuan umum

Ketentuan-ketentuan umum penulisan Daftar Pustaka dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut: 

1. Hanya referensi-referensi yang disebut dalam teks utama yang dimasukan dalam daftar referensi. Gunakan judul Daftar Pustaka pada halaman yang membuat daftar referensi.

2. Referensi-referensi berupa hasil komunikasi personal, wawancara, dan sejenisnya, tidak dimasukan dalam Daftar Pustaka (kecuali hasil wawancara yang dimuat dalam suatu penerbitan)

3. Gelar pengarang tidak dicantumkan.

4. Daftar referensi disusun menurut abjad dengan satu spasi.

5. Ketik baris pertama dari setiap referensi rata kiri, dan baris selanjutnya masuk ke dalam (hanging) satu sentimeter atau lima spasi. 

6. Dari satu referensi ke referensi yang lainya diberi jarak dua spasi.

B. Ketentuan Khusus

Ketentuan-ketentuan khusus dalam penulisan Daftar Pustaka dari buku, dijelaskan dalam uraian berikut:

a. Daftar Pustaka disusun menurut urutan abjad.

b. Penyebutan referensi dalam Daftar Pustaka dimulai dengan nama penulisan (nama keluarga/belakan, nama depan) [titik], tahun publikasi [titik], judul buku dicetak mirig [titik], tempat publikasi [titik dua], penerbit [titik].

c. Buku yang dikarang oleh dua atau tiga pengarang, penulisannya sebagai berikut :

d. Jika sebuah buku mempunyai empat atau lebih penulis, cantumkan penulis pertama, diikiti dengan et al. untuk mengindikasikan penulis lainnya :

e. Jika sebuah buku terdiri tiga pengarang atau lebih dan ada pengarang yang namanya terdiri dari satu kata ( tanpa nama keluarga/belakang), maka penulisannya memakai tanda titik koma (;) untuk membedakan pengarang satu dan lainnya.

Contoh:

Ratnawati, Tri. 2006. Potret Pemerintahan Lokal di Indonesia Dimasa Perubahan : Otonomi Daerah Tahun 2000-2005. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Osborne, David., dan Plastik, Peter. 2004. Memangkas Birokasi: Lima strategi Menuju pemerintahan Wirausaha. Jakarta: Penerbit PPM.

Rozi, Syaifuan et al. 2006. Kekerasan Komunal: Anatomi dan Resolusi Konflik di Indonesia. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Sulistiyo, Herman; Sulaiman; dan Sulastri, Sri. 2007. Otonomi Desa di Era Otonomi Daerah. Semarang: Pena Mas.

Setiawan, Hawe; Suranto, Hanif; dan Istianto. 1999. Negeri Dalam Kobaran Api: Sebuah Dokumentasi Tentang Tragedi Mei 1998. Jakarta: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP).

*************************

Demikianlah cuplikan Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, tahun 2011. Jika dicermati, pedoman di lembaga-lembaga pendidikan ataupun lembaga kedinasan lainnya, tidak jauh berbeda. Berisi kebakuan dalam ketentuan, dan bersifat mengikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *